Work Text:
Min Ha POV
Malam itu juga, sesudah oppa resmi melamarku dan menyelipkan cincin di jariku, aku dan oppa melakukan video call ke orang tua kami. Tentunya setelah teman-teman oppa pulang. Kami berdua mengabarkan pertunangan kami.
"Omma.....appa.......aku sudah resmi bertunangan......oppa sudah memberiku cincin......lihat omma...."
Kataku antusias sambil memamerkan cincin berbentuk hati yang baru kudapat. Omma sangat senang sehingga sampai menitikkan air mata.
"Chukkahae ttal.....omma senang sekali.....coba omma lihat lagi cincinnya?"
Aku mendekatkan cincin 2 karat berbentuk hati itu ke layar hp. Omma dan appa berWOW-ria.....
"Wah.......bagus sekali....yeppo......cocok untuk anakku"
"Chukkahae ttal......appa senang.....kapan kalian akan datang lagi? Ayo kita rayakan disini"
"Nde....aeboji....eomoni.....aku dan Min Ha akan segera datang dalam waktu dekat untuk mengunjungi kalian"
Kemudian telepon ditutup, kali ini giliran eomoni untuk ditelepon. Ternyata eomoni saat itu ada di Yangpyeong di tempat omma Jeong Won kyosunim atau ibu mertua Jang Gyeo-ul......ah aku jadi kangen dengan sahabat karibku itu.....
"Annyeonghaseo eomoni.....kami sudah bertunangan....."
"Ah....chukkahae.......Min Ha-ya......adeul selamat......"
Kemudian Jeung Ro-Sa eomoni mengucapkan selamat kepadaku dan mengundangku jika ada waktu ke Yangpyeong.
"Adeul......Min Ha-ya.....kita harus bertemu dan merayakannya"
"Arraseo omma......."
Setelah mengunjungi omma dan appa serta eomoni, kami sepakat untuk mengadakan pertemuan keluarga di Seoul untuk membicarakan pernikahan. Kemudian atas usul dari eomoni, kami juga akan mengadakan pesta pertunangan. Pertemuan itu digelar secara formal. Jujur aku agak khawatir suasananya akan kikuk mengingat ini pertama kalinya keluarga kami bertemu tapi......syukurlah eomoni sangat ramah dan baik sekali serta sepertinya omma dan eomoni cocok.
Untuk pesta pertunangan aku menyerahkan hampir 60 persen pada eomoni untuk mengaturnya tapi untuk gaun dan pakaian oppa tetap kami yang mengurusnya. Aku waktu itu sangat sibuk dan harus belajar serta tentunya mengerjakan thesisku. Menurut kesepakatan baru di persiapan pernikahan aku akan lebih berperan aktif.
Segera setelah berita pertunangan kami diumumkan di media cetak dan elektronik, kegemparan terjadi terutama di departemenku. Semua seperti tidak percaya aku dan Yang Seok Hyeong kyosunim menjalin hubungan, apalagi sampai merencanakan pernikahan dan sudah bertunangan. Tentunya Myeong Eun Won bersikap sangat manis kepadaku. Dasar rubah penjilat........!
"Wah ....kau hebat Chu Min Ha seonsaengnim.....bisa-bisanya kalian menyembunyikan hubungan kalian.....aku tidak menyangkanya....tapi......sebenarnya aku agak curiga dengan perubahan sikap Yang kyosunim......tapi kekasihnya adalah kau itu yang lebih mengejutkan"
Han seonsaengnim, perawat kesayangan semua orang berkata seperti itu. Dia adalah salah satu orang yang paling baik di departemenku juga pernah dipercaya oppa untuk memberikan tteokbokki kepadaku 3 tahun yang lalu.
Pesta pertunangan selesai digelar, semuanya sempurna. Pilihan eomoni untuk dekorasi, hingga souvernir semuanya cocok dan semuanya senang. Pesta tertutup itu dilaksanakan di restaurant Signiel Seoul di Lotte Hotels and resort. Konon restaurant tersebut sudah mendapatkan Michelin star. Aku senang tapi....aku takut eomoni kelelahan dan terus terang pilihan eomoni untuk beberapa pernak -pernik terlalu mewah, aku jadi tidak enak. Kami juga melakukan beberapa photoshoot. Kedepannya untuk acara inti aku akan turut aktif dalam memilih serta mengurusnya.
Persiapan seperti tiada habisnya dan pernak-pernik pernikahan juga sangat banyak, belum lagi surat menyurat untuk pernikahan begitu banyak, memang bisa saja kami hanya melakukan acara pernikahan namun mendaftarkan pernikahan setelah punya anak seperti yang banyak dilakukan orang.........tapi......oppa dan aku sepakat untuk langsung mendaftarkan pernikahan kami. Aku lelah, aku jadi kewalahan dan terkadang aku jadi emosional. Benar oppa bisa membantuku, termasuk mengantar kemana-mana tapi......untuk urusan pemilihan pernak pernik oppa terkadang susah dimintai pendapat. Baginya semua bagus dan sama.....dasar beruang.......!
Puncaknya terjadi hari ini......aku yang habis membantu 2 operasi berturut-turut kemudian menghadapi keluhan wali pasien, aku tidak tahan lagi. Begitu oppa datang telat menjemputku serta ogah-ogahan membantu memilih suit dan gaun pengantin, membuat aku naik darah. Aku melempar album portofolio dari wedding organizer. Aku berlari ke kamarku.
"Ya.......sudahlah jika tidak mau menikah....oppa tidak serius......"
Kataku sambil menangis dan lari kekamarku, aku membanting pintu kamar. Sesuatu yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya.
Oppa terlihat kebingungan dan terbengong-bengong sepersekian detik sebelum akhirnya mendatangiku dikamar.
"Maafkan oppa sayang........mianhae......oppa salah.....kau mau memaafkan oppa?"
Aku yang berbaring menelungkup dikasur masih diam saja dan air mata ini masih terus mengalir. Aku sebenarnya hanya lelah sekali.
"Sayangku......nae sarang....."
Kata oppa lembut. Dia membujukku sambil memijat lembut bahuku serta mengelus lembut punggungku.
"Min Ha-ya.....oppa tahu kau capek sekali ......bagaimana kalau hari ini kita istirahat saja? Tidurlah.....oppa akan membuat teh untukmu.....tunggu ya..."
Aku mengangguk walau tanpa melihat wajah oppa. Tidak lama oppa datang membawa secangkir teh untukku. Dia juga mengangsurkan sebatang coklat kepadaku.
"Minum dan makanlah ini......"
"Arraseo oppa.......maafkan aku......aku kekanak-kanakan"
Oppa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya tanda tidak keberatan. Terkadang aku bisa begitu kekanak-kanakan, padahal aku tahu oppa juga lelah bahkan mungkin lebih. Besoknya ketika aku bangun, dimeja nakas tempat tidurku....aku menemukan note diatas portofolio itu yang bertuliskan pilihan oppa mengenai gaun pengantin dan suitnya.
"Bagi oppa semuanya bagus untukmu tapi.....jika harus memilih oppa akan memilih yang nomor 7 dan 10 (oppa bingung memilih salah satunya, hehehe).....dan untuk suit yang nomor 1 oppa suka.....untuk pelengkap gaun pernikahan lebih baik memakai tiara (omma akan memberikannya.....pssst omma sudah berjanji memberikannya tapi katanya ini rahasia.....anggap saja ini bocoran dan pura-pura terkejut saja ketika omma berikan😁😅 dan anting-anting (akan oppa belikan yang baru untukmu, ok) oh ya untuk sepatu.....tunggu nanti sekitar jam 10 akan dikirim langsung ke apartemen ya....maaf oppa pergi dulu...ada panggilan darurat...saranghae"
Aku membaca note tersebut tersenyum sambil menangis, betapa pikiranku terkadang terlalu picik. Oppa sangat memikirkanku, pastinya dia berusaha keras melihat halaman demi halaman portofolio untuk memilihkan semua untukku...bahkan sudah memesan sepatu untukku. Maafkan aku oppa.......aku terkadang egois dan kekanak-kanakan.
Hari semakin mendekati acara pernikahan. Tinggal seminggu lagi acara pernikahan kami, Song Hwa eonni menyelenggarakan pesta lajang untukku. Kami mengadakannya di kamar suite hotel Four Season Seoul.
Kamar didekorasi dengan balon yang ditengahnya bertuliskan namaku dan oppa, juga ada foto-foto kami berdua. Makanan prasmanan juga berjejer siap untuk disantap. Kuakui Song Hwa eonni hebat, dengan kesibukannya dia masih sempat untuk merencanakan semua ini untukku. Aku bersyukur sekali diberikan teman-teman seperti mereka semua.
Acara itu heboh dan meriah sekali. Semua pasangan teman oppa datang termasuk Gyeo-ul yang datang dari Amerika khusus untukku. Aku senang sekali. Kami banyak berbicara tentang kehidupan setelah pernikahan dengannya.
"Eonni tenang saja.....oppa bilang Yang kyosunim sangat baik......"
"Ne....aku tahu Gyeo-Ul...tapi adakalanya aku merasa aku sering keterlaluan kepada oppa...aku takut oppa bosan denganku....eotteoke?"
"Tidak mungkin eonni.....aku mendengar dari oppa katanya Yang kyosunim sangat bahagia dan tahu tidak? katanya dia tidak pernah melihat Yang kyosunim sebahagia itu"
Aku tersenyum-senyum sambil membayangkan oppa. Aku jadi rindu padanya....diam-diam kukirim pesan kakaotalk kepada oppa.
"Oppa...saranghae...♥️🐻"
Pesta itu seru sekali. Kami bermain games disana. Ada game menebak cat kuku siapa sampai menebak underwear siapa......lucu sekali dan terakhir kami semua pergi ke Spa yang ada di hotel itu. Hari yang menyenangkan dan menyegarkan. Sekarang aku siap untuk menghadapi pesta pernikahan.
________________________________________
Seok Hyeong POV
Mungkin ada masanya dalam hidup seorang pria ketika ia merasa tidak penting, lebih tepatnya.......TIDAK berguna. Pada pertemuan formal keluarga, aku dan appa Min Ha saling melirik seakan memberi semangat ketika para wanita meributkan masalah yang aku hampir tidak pahami. Aku hanya sesekali bicara dan menghela nafas panjang.
Aku menjadi tidak penting, tidak berguna dan lebih penting lagi menggangu! Tepat ketika aku memberi tahu omma dan orang tua Min Ha tentang pertunangan kami, para omma plus Min Ha menjadi sangat bersemangat. Mereka terus saja membahas keperluan pernikahan yang tiada habisnya.
Bagaimana dekorasinya? kateringnya? Makanannya seperti apa? pemain musiknya? pakaian kami? Sepatu hingga kaus kakiku.....bayangkan hanya kaus kaki!! Bahkan waktu pesta pertunangan resmi serta pernikahan bisa menjadi topik hangat yang dibicarakan berjam-jam dan.....tidak ada satupun yang mau mengalah. Aku heran sekaligus kagum dengan para wanita yang sanggup memikirkan hal-hal mendetail seperti itu. Otakku seakan hampir penuh hanya dengan membayangkannya saja. Semua hal-hal itu, kurasa tidak pernah kudengar sebelumnya.
Memang aku sudah pernah menikah, tapi.....aku tidak pernah mengurus tetek bengek pernikahan. Aku hanya tahu acara beres. Satu-satunya yang harus aku urus saat itu adalah memakai suitku dan sepatu. Mengenai model rambut apapun itu, aku hanya terima beres. Seakan tidak manusiawi tapi....saat itu aku masih menjadi residen dan aku tidak punya waktu, sedangkan untuk tidur aku masih kekurangan.
Min Ha saat ini memang sudah menjadi dokter madya yang walaupun sibuk tapi sepertinya dia masih punya banyak waktu untuk mengurus semuanya. Aku.....kekasihnya seakan tidak kasat mata jika para omma dan Min Ha bertemu membicarakan atau berbelanja pernak-pernik pernikahan.
Hari ini kulihat kekasihku sepertinya uring-uringan. Aku telat menjemputnya dan aku dengar dia terlibat di 2 operasi hari ini. Pastinya lelah sekali, entah dia sempat makan atau tidak? Mungkin aku akan membawanya ke restaurant atau pesan antar ke apartemen saja.
"Min Ha-ya.....mau makan apa? Oppa akan pesankan"
"Ani.....oppa aku masih punya lauk, tapi oppa bisa tolong masak nasi untukku"
"Arraseo .....kau bersih-bersih sajalah....oppa akan atur semua"
Aku menyuruhnya mandi dan berganti pakaian. Kutahu dia sangat kelelahan, nanti setelah selesai makan mungkin kami akan nonton tv saja.
Kami makan dengan tenang, Min Ha kelihatannya makan hanya sedikit. Kenapa ya?
"Min Ha-ya....kenapa makan sedikit? Ayo tambah lagi....."
"Ani.....aku tidak terlalu berselera..."
"Arraseo...."
Aku mengiyakan tapi aku sebenarnya khawatir dengannya. Dia kelihatan lelah dan agak kurusan belakangan ini. Aku takut dia sakit. Beban pekerjaan kami sebagai dokter terkadang memang tidak masuk akal tapi.....jika ditambah kurang makan aku jadi khawatir.
"Oppa......habis makan bantu aku memilih gaun ya....?"
Aku menganggukkan kepala. Walau aku tidak pandai dalam masalah memilih tapi aku akan berusaha. Semua jadi tidak menyenangkan ketika aku bingung dan berkata semua kelihatan bagus untuknya. Memang aku tidak membantu tapi......Min Ha memang cocok dengan semua gaun itu dan kulihat semua mirip. Seketika ekspresinya berubah.....Min Ha melempar album portofolio itu kemudian lari kekamarnya dan membanting pintu. Sebelum masuk kudengar dia berkata aku tidak serius dan tidak mau menikah dengannya.......TIDAK MUNGKIN Min Ha-ya.....oppa hanya bingung sayang...... Aku menyusulnya dan melihat dia berbaring telungkup di kasurnya sambil menangis. Kupijat lembut bahunya dan kuelus punggungnya. Aku tahu dia mendapat hari yang buruk hari ini.
"Oppa minta maaf sayangku.....mau ya memaafkan oppa....mianhae..."
Aku pergi kedapur untuk membuatkannya teh chamomile dan mengambil sebatang coklat untuknya.
"Min Ha-ya .....minumlah dan makan ini....kau membutuhkannya"
Dia berbalik dan meminta maaf kepadaku. Dia menyesal telah berbuat kekanak-kanakan. Aku menyuruhnya segera tidur dan dia menurutinya. Aku meninggalkan note yang berisi pilihanku akan gaun dan suit juga telah memesankan sepatu yang sudah pernah kami bahas sebelumnya. Aku pergi pagi-pagi sekali karena ada panggilan darurat dari Yulje.
Setelah selesai menangani pasien, aku dikejutkan oleh suara Ik Jun yang seperti hantu.....dia ada dimana-mana!
"Yah.....gom bagaimana dengan pesta lajangnya? Kau sudah memutuskan dimana?"
"Hah......ada acara seperti itu? Aku belum mendengar dari Min Ha"
"Yah...sekkeiya....itu acara privat yang dilakukan masing-masing calon pengantin....kalau dalam kasusmu aku yang akan merencanakannya....bersiap-siaplah Seok Hyeong-ah."
"Awas kalau kau aneh-aneh Ik Jun-ah"
Ik Jun hanya tertawa seraya mengedipkan matanya.
"Saranghae oppa...♥️🐻"
Kekasihku mengirimkan pesan kakaotalk kepadaku ditengah-tengah acara pesta lajang untukku. Kalau saja bisa memilih aku lebih menginginkan bersama Min Ha saja malam ini, jika saja Min Ha tidak ada acara.
Akhirnya acara itu selesai, kami hanya pergi ke noraebang. Kami bernyanyi dan minum saja. Ah rasanya aku ingin cepat pulang saja. Tapi......ketika kami akan pulang, Ik Jun tiba-tiba mengajak kami ke club. Aku paling malas ke club, selain berisik aku tidak suka terlalu banyak orang. Ik Jun, sigila itu menyuruhku untuk pergi mencari kenalan dalam waktu 5 menit atau aku harus mentraktir sebagai hukuman. Aku lebih memilih hukuman saja daripada melakukan hal konyol itu. Pada jam 24:00 akhirnya semua selesai aku lega sekali.
