Work Text:
Min Ha's POV
Jauh sebelum kau datang anakku.....omma sudah mencintaimu. Omma selalu berdoa akan kedatanganmu. Percayalah anakku.....omma mencintaimu.
Jika bintang di langit bisa dihitung? Sebanyak itulah rasa cintaku padamu.....jika air laut bisa ditakar? Sebanyak itulah rasa cintaku padamu anakku.
Kedatanganmu adalah hal yang paling aku nantikan dalam hidupku. Aku rela tubuhku rusak......aku rela tubuhku tidak secantik dulu hanya supaya kau bisa datang ke kehidupanku.
Bayiku.......aku yang pernah kehilangan saudaramu sebelumnya berjanji akan menjagamu sebaik-baiknya......menjagamu hingga tiba waktunya dilahirkan.
Kau tahu? Aku sangat mencintaimu....rasa cinta ini begitu besar hingga aku tidak merasakan lagi rasa takut untuk melahirkan.
Semula......aku memimpikan kehadiranmu untuk membuat appamu yang selalu sendirian bahagia.....aku ingin membuat rumah tangga kami makin semarak dengan kehadiranmu.....tapi......begitu kau datang.......rasa itu hancur berkeping-keping berganti menjadi cinta murni, tulus dan tidak mengharap pamrih.....apapun itu bayiku.......aku belum pernah merasakan rasa cinta yang begitu besar seperti ini.
Seiring semakin besar dirimu di tubuhku, aku semakin bahagia terlepas dari semakin sakit tubuhku mengandungmu bayiku. Tendangan pertamamu adalah bahagiaku. Aku tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata betapa bahagia aku saat itu. Bahkan kurasa bahagia itu melebihi ketika appamu menyatakan cinta padaku dulu. Melebihi ketika akhirnya aku menjadi milik appamu seutuhnya. Bayiku......kau nomer satu dalam hidupku.
Hari persalinan adalah hari yang sangat kunanti sepanjang hidupku. Sakit rasanya!......tubuhku seolah terkoyak-koyak. Tidak ada yang bisa menghiburku walaupun itu appamu nak. Tapi.....disisi lain aku mengkhawatirkan dirimu.....bagaimana kalau kau terluka? Bagaimana jika proses melahirkan menyakiti tubuh mungilmu? Aku begitu kesakitan.....aku merasa tidak sanggup.....aku merasa akan mati saja.....tapi tidak.....aku tidak boleh menyerah. Aku harus kuat untuk dirimu bayiku......untuk perjumpaan kita.
Tangismu melengking di udara ketika itu......aku begitu bahagia......aku merasa tidak percaya bayi yang begitu berharga ini keluar dari tubuhku.
Ketika akhirnya kau diletakkan di dadaku......kau menyusui untuk pertama kali.....aku terkagum-kagum....benarkah bayi yang cantik ini milikku? Kau tahu? Appamu sampai meyakinkanku ini adalah dirimu yang kukandung sembilan bulan dalam kandunganku dulu. Bayiku....terima kasih sudah datang dalam hidupku. Maafkan omma jika omma belum bisa memberikan yang terbaik untuk dirimu. Omma baru pertama kali mengasuh bayi sepertimu.
Aku hanya bisa meyakinkanmu kalau aku dan appamu kelak akan menghujanimu dengan banyak kasih sayang. Aku akan selalu belajar memberikan semua hal yang terbaik yang bisa kami berikan. Percayalah bayiku.......semoga kau juga bahagia hidup bersama kami.
Seok Hyeong's POV
---------------------------------------------------------
Aegi-ya......tahukah kau apa yang appa rasakan sebelum dirimu menjelma di hidup appa?
Aku seorang yang senang sendiri ini yang akhirnya bisa menerima orang lain yaitu ommamu, takut! Ya.....aku takut.....tidak bisa mencintaimu anakku!....aku khawatir keberadaanku dan pengalaman pahit hidupku akan menyakiti dirimu anakku. Aku yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari abojiku begitu takut......aku tidak punya pengalaman mengasihi seorang anak sebelumnya.......aku juga takut membagi cinta yang sudah aku persembahkan kepada ommamu.....aku takut tidak akan ada cinta yang bisa aku berikan kepadamu.
Tapi.......begitu dua garis yang tertera jelas di test pack kulihat, seketika tidak tahu entah dari mana perasaan itu datang. Perasaan yang sama besarnya untuk ommamu.....ah tidak! Kurasa bahkan lebih besar datang begitu saja. Cinta murni itu datang untuk dirimu yang bahkan belum pernah aku lihat sebelumnya.
Aku begitu mencintaimu.......perlahan tapi pasti. Hari-hari ketika perut ommamu makin membesar.....setiap itulah cintaku makin membesar untukmu. Sewaktu aku dan ommamu melihatmu pertama kali di USG.....walaupun kau masih sebesar biji wijen......aku merasakan sentakan perasaan haru dan bahagia. Aku bahagia karena kau datang di hidupku. Ketika kau menendang untuk yang pertama kali.....aku merasa sangat bahagia......aku akhirnya bisa merasakan keberadaanmu anakku. Aku begitu mencintaimu.....yang bahkan aku takut....rasa cinta ini akan menyakitimu anakku......anak yang kini aku sangat harapkan kedatangannya di rumah kami.
Aku berjanji akan selalu ada untukmu.....akan menjagamu......akan melindungimu juga ommamu. Sedalam itu rasa cintaku padamu anakku.
Ketika.......tiba saatnya kau akan dilahirkan, aku begitu gembira dan bersemangat tapi......aku juga takut.....aku takut "perjalananmu" dari rahim ke dunia akan menyusahkanmu. Aku juga takut hal itu akan sangat menyusahkan ommamu. Aku terjebak oleh perasaan takut, bersalah dan gembira di satu waktu.
Tangisan pertamamu.......itu adalah melodi terindah yang pernah aku dengar di dunia ini anakku. Tanpa sadar aku yang selalu menyembunyikan emosiku tidak bisa menahan haru untuk meneteskan air mata kebahagiaan akan kedatanganmu.
Tarikan nafasmu adalah kegembiraanku......tendangan kakimu adalah semangat hidupku.
Nak.......appa dan omma sangat mencintaimu.....kuharap kau juga akan mencintai kami. Terima kasih sudah datang di kehidupan kami......terima kasih sudah membuat hari-hari kami semakin berwarna. Appa akan berusaha menjadi appa terbaik yang layak kau dapatkan anakku.
