Work Text:
Xiao mengatur napasnya untuk menenangkan diri. Di hadapannya sudah berdiri sosok yang ia pujaーsang kakak kelas, Zhongli. Hatinya berdegup kencang, sangat gugup padahal yang ingin ia katakan tidak seberapa.
"Ada apa Xiao?" tanya Zhongli, raut wajahnya berubah menjadi khawatir, "wajahmu merah. Apa kamu demam?"
Melihat sang kakak kelas melangkah mendekat, Xiao menggelengkan kepalanya, "ITUー"
Sial, suaranya terlalu lantang , batin Xiao.
"Iya?" tanya Zhongli bingung.
"Akuー" satu, dua, tiga, "aku suka sama Kak Zhongli."
Melirik sang kakak kelas untuk melihat reaksinya. Pemuda bermata amber itu hanya menelengkan kepalanya, bingung.
"Aku juga dengan Xiao, kok," jawab Zhongli sambil tersenyum tipis.
"Tapi, rasa sukaku beda dengan rasa suka kakak," ujar Xiao, mulai merasa gusar dengan situasinya, "rasa sukaku seperti dua orang yang saling jatuh cinta, rasa suka seperti hubungan laki-laki dan perempuan. Aku menyukai Kak Zhongli dalam artian romansa."
Wajah Xiao merah sekali, namun manik matanya tidak sanggup untuk menatap sang kakak kelas lagi.
"Terima kasih, maaf mengganggu waktunya, Kak."
Xiao membungkuk dan langsung kabur dari hadapan Zhongli. Ia samar-samar mendengar sang kakak kelas memanggil namanya, namun tak ia hiraukan. Hal yang ingin Xiao lakukan saat ini hanyalah bersembunyi dari dunia.
[ end ]
