Work Text:
"…Jadi, pas Suzuki-kun sama Mariko-chan ketemu lagi, gemeesss banget! Kayak, uwu banget! Ahhhh!"
Aether berbicara dengan menggebu-gebu. Ia dan Childe sedang mengungsi di atap sekolah saat makan siang seperti biasa. Karena kebetulan Childe membawa komik yang sedang ia minati akhir-akhir ini, Aether tanpa sadar berbicara panjang lebar mengenai dua kekasih sejoli yang ada di dalam komik itu.
"Ahー"
Lalu, Aether tersadar ia sudah berbicara terlalu banyak dan melirik ke orang yang menemaninya di waktu makan siang itu.
Childe tengah menopang dagu sambil memandanginya dengan senyuman, membuat Aether salah tingkah. Pemuda bersurai pirang itu langsung menundukan wajahnya yang memerah, malu.
"M-maaf, aku banyak bicara…" ujar Aether malu.
"Tidak apa," tutur Childe, tangannya yang bebas menyingsingkan rambut Aether ke belakang telinga, "aku suka dengar kamu bicara penuh semangat begitu."
Wajah Aether semakin memerah, "Apaan sih, bercandanya gak lucu."
Childe tertawa renyah, "Hahaha, tapi aku gak bercanda, loh?"
Rasanya Aether ingin mengubur diri saking malunya.
Ting… tong…
"Oh, sudah masuk…" ujar Aether lirih. Entah mengapa ia merasa kecewa. Ingin rasanya waktu makan siang diperpanjang dan menghabiskan waktu dengan Childe lebih lama.
"Yup, aku harus segera balik karena ada tes," ucap Childe beranjak dari duduknya.
Aether spontan cemberut. Cepat sekali temannya ini ingin kembali ke kelas. Yah, tahu sih ada tes setelah ini, tapiー
CHUUー
?!
Tiba-tiba, Aether merasakan bibirnya menempel pada sesuatu yang lembutー
ーKecupan itu tidak berlangsung lama. Setelah beberapa detik kedua bibir mereka menempel, Childe mundur sedikit dan memberikan cengiran besar.
"Kenapa cemberut gitu? Jadi pengen cium 'kan."
Satu detik, dua detik, tiga detik…
"Ka-kamu ngapain sih?!"
Aether menutup mulutnya dengan lengan kanan, merasa sangat malu dan bingung. Otaknya baru menyadari bahwa Childe mengecup bibirnya selama beberapa detik.
"Mengecupmu, apalagi?" jawab Childe tertawa kecil. Kemudian, tangan besarnya mengusap kepala si pirang, "ayo balik, kalau sampai telat nanti kena poin, 'kan?"
Wajah Aether sudah semerah tomat sekarang.
Dasar bule gila!
[ end ]
