Work Text:
"Kopi dan Pancake adalah dua hal terbaik di pagi hari."
.
.
.
Aoyagi Touya, seorang siswa di Kamiyama High School itu menatap jendela nya sambil membaca buku sains yang dia biasa baca jika bosan.
Tatapan nya yang serius tentu bisa membuat siapa saja jatuh cinta pada nya.
Namun sayang nya, mata nya sudah terkunci pada satu orang yang baru saja melewati jendela kelas nya.
("Akito...")
Jika ditanya, apakah Touya berpacaran dengan lelaki dengan nama lengkap Shinonome Akito itu?
Bisa dibilang antara iya dan tidak.
Satu, Touya sudah memberikan banyak perhatian pada Akito namun sayangnya Akito seperti tak terlalu menghiraukan nya.
Dua, Touya sendiri menyadari bahwa Akito lah yang pertama jatuh cinta padanya. Touya sendiri mulai merasakan cinta itu selang beberapa waktu mereka bersama, namun Akito malah menepis kasih cinta Touya karena Akito tak bisa lepas dari sifat tsundere nya yang bisa membuat banyak orang eneg kepadanya.
Tiga, Akito maupun Touya tak bisa mengatakan nya secara langsung ke satu sama lain. Orang-orang yang memasang mata mereka untuk hubungan kedua orang itu tentu merasa kesal melihatnya.
Saat Touya sedang asik terdiam, dering chat tiba-tiba mengalun di telinga nya seketika Touya langsung mengambil handphone nya dan mengecek.
Akito : "Touya, jangan lupa latihan jam 4 sore nanti. Di tempat biasa."
Ah, senangnya hati Touya melihat bagaimana sosok yang memenuhi kepalanya itu mengirimkan nya chat.
Touya : "Baiklah, Akito."
Ahh...Mari kita bekerja keras untuk hari ini.
__________________________________________________________
☕🥞
__________________________________________________________
"Touya, bagaimana menurut mu suaraku yang tadi?"
"Sudah terdengar bagus, Akito. Mungkin kamu hanya perlu melemaskan suaramu agar terdengar lebih lembut."
"OI KALIAN! MAAF KAMI TELAT!"
An, nama gadis itu bersama dengan Kohane berlari mendekati Akito & Touya dengan tergesa-gesa.
"Kalian terlambat, kalian ini habis dari mana?'
"Maaf, maaf. Tadi Kohane ketinggalan handphone nya jadi kami harus mutar balik lagi."
"Maafkan aku, Shinonome-kun, Aoyagi-kun."
"Tidak apa-apa, ayo kita lanjutkan latihan kita."
Vivid Bad Squad, sebuah grup terdiri dari Azusawa Kohane, Shiraishi An, Shinonome Akito, dan Aoyagi Touya. Grup yang mengambil style street dan genre hiphop itu mendeklarasikan diri bahwa mereka akan melebihi RAD WEEKEND dan akan membawa angin baru untuk Vivid Street.
Waktu semakin larut malam, akhir nya mereka pulang ke rumah masing-masing.
Touya dan Akito biasa akan pulang berdua dan baru mereka akan berpisah di penyeberangan jalan.
"Touya, aku akan pulang sekarang. Hati-hati dijalan."
"Andaikan aku bisa bersama mu lebih lama lagi..."
"Ahahahaha kita masih bisa bertemu besok. Kau bisa chat atau telpon aku juga jika butuh sesuatu."
"Baiklah, hati-hati di jalan, Akito."
"Kau juga, Touya."
.
.
.
'Touya, apa kekuatan yang kamu inginkan?'
Di detik ini, Touya akan mengatakan bahwa dia ingin kekuatan menghentikan waktu.
Karena waktu-waktunya bersama dengan Akito sangat lah berharga.
Katakan bahwa dia bucin, namun Touya tak bisa menahan gejolak mengingat bahwa dia baru pertama kalinya jatuh cinta setelah masa lalu nya yang kurang menyenangkan itu.
Detik dia menginjak rumahnya, hawa kesepian itu kembali mengelilingi dirinya. Ayah nya begitupun kedua Kakaknya tentu masih bekerja hingga larut.
Tak bisa apa-apa, Touya memilih untuk langsung ke kamar nya dan segera mandi sebelum kemudian menghangat kan beberapa makanan sisa untuk makan malam nya.
Merasa kenyang, Touya membereskan bekas makan dan kembali ke kamar nya tepat saat pintu mulai memperlihat kan Ayah nya yang baru pulang kerja.
"..."
"...masih ada sisa spaghetti di kulkas."
"...iya..."
Touya ke kamar nya segera dan segera merebahkan diri nya di kasur empuk nya.
"Akito...sudah tidur belum yah?"
Senyum kembali merekah di wajahnya, dia membayangkan bagaimana tidur Akito yang begitu tenang dan agak sedikit liuran.
'Lucu, lucu, lucu'
Hanya itu yang ada dipikiran Toya saat ini, dengan itu dia mencoba mengirim chat ke Akito
Touya : "Akito, kau sudah tidur?"
Gak perlu semenit, dering chat berbunyi.
Akito : "Belum, tapi aku mayan ngantuk."
Touya : "Tidur saja, besok kan kita masih sekolah."
Akito : "Benar juga sih, sebentar lagi jam 10 malam...yasudah selamat malam, Touya."
Touya : "Selamat malam, Akito."
Percakapan berakhir singkat, dan begitupun dengan hari pertama Touya akan memperjuangkan perasaan nya.
