Actions

Work Header

Happy Birthday, Aoyagi Touya

Summary:

Touya selalu melewati ulang tahun nya sendirian. Sebelum bertemu dengan Akito, hanya akan ada kue ulang tahun yang berada di meja makan dengan lilin berjumlah umurnya tanpa orang di sekitarnya yang merayakan karena betapa sibuk orang tua dan saudara-saudara nya.
Setelah bertemu Akito dan lainnya, kehidupan nya berubah dan ulang tahun menjadi hari yang paling ia tunggu.

Oneshoot khusus untuk best boy yang (masih) ultah🥳

Notes:

Oneshoot khusus untuk Aoyagi Touya, si Birthday Boy yang (gak akan) nambah umur~

WARNING! Ini TouAki, bukan AkiToya. tapi disini gak akan terlalu kerasa siapa top siapa bottom jadi siapapun bisa enjoy.
Agak OOC, dan maaf untuk EYD nya yang masih berantakan.

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

"Otanjoubi Omedetou, Aibou."

.

.

.

POV Touya

"Selesai juga..." Aku merapihkan beberapa buku yang baru datang yang merupakan stok baru di perpustakaan, mereka agak berat karena banyak nya buku yang hilang akhir-akhir ini.

"Ah, Aoyagi-san. Terimakasih untuk kerja kerasnya. Kau boleh pulang sekarang."

"Terimakasih banyak! Aku izin pulang sekarang."

"Baiklah, berhati-hati lah di jalan."

Aku keluar dari perpustakaan sambil menghela nafas lega. Hari ini sedikit lebih berat dari sebelum nya. Yah meski tak ada jadwal latihan maupun perform di Livehouse.

Aku berjalan sedikit lebih cepat karena sekolah sudah kosong disebabkan jam pulang yang sudah lewat 15 menit. Menandakan bahwa Akito sudah pulang duluan mengingat dia ada jadwal kerja bagian malam hari ini.

Aku membalas sapaan beberapa guru yang berada di luar sekolah, dengan terus menatap kedepan berjalan menyusuri jalan yang akan membawa ku ke rumah.

"Agak membosankan jika aku langsung pulang, karena dirumah tak ada siapa-siapa...apakah aku berjalan-jalan terlebih dahulu?"

Aku tak yakin namun entah kaki ku layaknya bergerak sendiri mengarahkan ku ke daerah dimana disana terdapat Cafe.

Cafe yang biasa aku dan Akito kunjungi untuk membeli Kopi dan Pancake dan kami akan memakan nya langsung di tempat.

"Jika ada Akito sekarang, mungkin sekarang kita akan berbincang-bincang seperti biasa di Cafe ini."

Tak kusadari, mulutku mulai membentuk senyuman kecil dan aku berjalan kembali.

Tak menyadari waktu yang sudah mencapai 17.00, aku menyadari diri ku berada di jalan dimana aku dan Akito tak sengaja bertemu dengan seorang gadis berambut cokelat dan Doggy nya yang bernama Samo.

("Akito terlihat lucu saat dia mencoba menghindar dari Doggy itu...")

__________________________________________________________

☕🥞
__________________________________________________________

"Tempat ini..."

Tempat yang biasa kami jadikan sebagai tempat latihan. Ditempat ini juga dimana kami sebagai Vivid Bad Squad mulai bersatu.

"Shiraishi dan Azusawa tentu sangat berusaha keras bersama dengan ku dan Akito."

Perjuangan kami yang tentu mengalami suka dan duka...aku menyadari bahwa Shiraishi dan Azusawa lah yang selalu bersikap lebih dewasa dan terus berada di jalan netral.

"Apa yang mereka lakukan sekarang yah..."

Kaki ku bergerak sendiri lagi, seperti tak mengenal lelah padahal Matahari sudah terbenam menampakkan langit nya yang gelap.

Untuk perjalanan ini, tidak begitu memakan waktu karena aku rasa lokasi perjalanan ku selanjutnya adalah tempat yang paling ku sering datangi.

"Vivid Street."

Jalanan nya yang cukup usang, graffitti yang tergambar sembarang tempat, mesin minuman yang masih terisi penuh minuman.

Memori kembali memenuhi isi otak ku, 2 tahun lalu sampai sekarang.
Semuanya begitu digambar teratur layaknya seperti film bioskop yang baru diputar.

Sebelum pergi dari sana, aku menyempatkan untuk mengambil sekaleng Kopi Hitam yang rasanya sudah begitu familiar.

Sambil meminum nya, aku pun memutuskan untuk pulang setelah melalui perjalanan yang berdampingan dengan memori ku semasa hidup.

Sembari pulang, aku menyempatkan untuk melewati rumah Tsukasa-senpai dan Saki terlebih dahulu. Rumah yang memberikan ku masa kecil ku yang manis.

"Apa yang mereka berdua lakukan yah..."

__________________________________________________________

🎧🐹
__________________________________________________________

"Hahh...sepertinya aku berjalan terlalu lama..."

Kaki ku mulai merasakan pegal, perutku yang bersuara, dan tenggorokan ku yang merasakan kering.

"Aku sudah tahu bahwa Kopi tak memberikan protein sama sekali ke tubuh, tapi aku tak menduga akan merasakan lelah yang separah ini."

"Aku harus mengecek handphone ku dahulu..."

Jam menunjukkan pukul 19.03, dan sekarang adalah tanggal 25 Mei.

"25 Mei...sepertinya itu adalah tanggal yang penting, tapi aku tak ingat apa-apa."

Sudah jam malam, aku akan mencoba mencepatkan langkah ku.
Namun rasanya agak tak mungkin...

Suara notifikasi chat tiba-tiba terdengar. Sambil duduk sebentar, aku mengecek nya.

Azusawa Kohane : "Aoyagi-kun, ada sesuatu yang penting. Bisakah kau ke Weekend Garage sekarang?"

Aoyagi Touya : "Baiklah, aku kesana sekarang."

Chat pun berhenti, dan aku langsung berbalik arah menuju ke Weekend Garage.

Sepertinya Azusawa serius, aku harus kesana sekarang.

.

.

.

NO ONE POV

Suara lonceng yang menandakan seseorang masuk, Touya memasuki cafe itu.
Namun anehnya cafe itu agak gelap untuk cafe yang masih belum tutup.

"Azusawa?..."

Touya menabrak beberapa kursi sambil meraba-raba yang sekiranya dia familiar.

"Shiraishi?...Ken-san?..."

Touya rasa ada yang tak beres di Cafe ini, tak lama kemudian dia mendengar suara seseorang yang dia tak duga malam ini.

"Otanjoubi Omedetou, Aibou."

Seketika penerangan Cafe menyala terang membuat mata Touya langsung pusing, namun secara bersamaan dia melihat beberapa orang di depan mata nya.

"OTANJOUBI OMEDETOUU!!"

"Tsu-Tsukasa-senpai?..."

"HAHAHA Selamat Ulang Tahun untuk Kouhai tercinta ku! Aku diajak oleh Shiraishi dan yang lain nya untuk menyiapkan surprise untuk mu!"

"Aoyagi-kun pasti agak terkejut dengan kejutan yang tiba-tiba seperti ini, maafkan kami Aoyagi-kun..."

"Terimakasih semuanya..."

"Touya, ini dia kue yang sudah kami persiapkan dengan baik!"

"Te-terimakasih Shiraishi..."

"Sebenarnya yah...yang memiliki niat pertama untuk hal ini adalah orang yang di belakang mu."

Touya melihat kebelakang, dan ternyata Akito sambil memegang sebuah kado berada di belakang nya.

"Akito..."

"Maaf Touya, aku berbohong. Aku sebenarnya sudah izin tak masuk malam ini supaya aku bisa merayakan pesta ultah mu hari ini."

Bibir itu membentuk senyuman yang perlahan melebar, senyum Touya yang begitu besar yang jarang diperlihatkan.

"Terimakasih, partner ku."

"Oh iya, ini hadiah dari ku. Kau boleh membuka nya sekarang."

Touya dengan tak sabar membuka kotak sedang itu, perlahan memperlihatkan sebuah kotak hitam yang ternyata adalah sekotak bubuk kopi.

"Aku menggunakan uang part-time ku untuk membelikan mu sekotak bubuk kopi itu. Yah...cukup mahal karena kopi ini adalah kopi impor yang berkualitas tinggi, tapi aku harap kau menerima—"

Belum saja Akito selesai berkata, dia dikejutkan dengan pelukan Touya yang erat memeluk pinggang nya.

"Terimakasih, Akito. Tanpa hadiah ini pun, aku sudah cukup dengan mu dan lainnya disini."

Perlahan, Akito mengelus kepala Touya dan membalas pelukan nya.

"Aku tak mau setiap ulang tahun mu aku tak memberikan apapun hanya karena finansial kita berdua yang berbeda. Aku ingin berusaha memberikan mu sesuatu meski itu hanya lah hal kecil."

"Terimakasih untuk usaha nya, partner."

"Yosh yosh~ ayo kita berpesta sampai pagi!"

"Wah aku telat, padahal aku baru selesai membuat makan malam."

Ken keluar dari dapur sambil menyimpan beberapa piring berisikan makanan-makanan yang bervarian.

"Ken-san..."

"Yo! Selamat Ulang Tahun yah!"

"Nah Touya! Aku akan memberikan gaya baru sebagai hadiah ku!!"

"Senpai, tolong jangan berlebihan..."

Malam itu, bintang-bintang bercahaya terang bersama dengan hangat nya lampu Cafe yang menyala terang di malam itu.

.

🐹🎧🥞☕

.

END

Notes:

Yeayy selesai~

Maaf kalo oneshoot ini agak gak jelas, tapi moga kalian bisa menikmati nya.
Kudos nya bisa lah hehe~