Adult Content Warning
This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.
-
Tags
Summary
Piko malah melakukan hal yang lebih berani. Ia kalungkan lengannya pada bahu, sedikit mengarah pada leher Ucup. Jarak mereka berdua menjadi lebih dekat antara satu sama lain.
Kalau dari tadi jantung Ucup hanya bergemuruh, sekarang rasanya seperti sedang akrobat sirkus. Begitu keras suaranya, hingga seperti bisa melompat keluar dari tulang rusuk di dalam dada bidangnya. Dan menjadi semakin keras lagi ketika Piko malah mendekat, hidung mereka berdua hampir bersentuhan.
"...Lo ngapain?" tanya Ucup, masih berusaha tenang.
"Mau lihat aja dari dekat," jawab Piko santai, "Ucup cocok banget jadi bahan lukisan. Wajahnya tegas dan strukturnya jelas, aku mau nyoba ngelukis Ucup suatu hari nanti."
--
Setelah berhasil mencuri kembali lukisan Raden Saleh, para kawanan pencuri ini merayakan hasil kerja mereka dengan minum bersama. Namun, siapa yang menyangka, Piko yang lightweight akan membuat Ucup harus menghadapi kembali perasaan yang telah lama ia sembunyikan pada sahabatnya?
