Adult Content Warning

This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.

If you accept cookies from our site and you choose "Yes, Continue", you will not be asked again during this session (that is, until you close your browser). If you log in you can store your preference and never be asked again.

  1. Tags
    Summary

    "Katakan ini kebohongan. Katakan ini lelucon. Kau tidak melakukannya, kan?" Suara Alicent bergetar, kukunya membenam di rahang Aemond. Pangeran mata satu itu memandang ibunya dengan serius.

    "Tidak, ibu. Aku menghamili Lucerys. Aku mengambil keperawanannya."

    "Kenapa kau melakukan itu? Dia adikku, brengsek! Umurnya baru dua belas tahun!" Jacaerys berteriak histeris dengan pedang yang keluar dari sarung, siap membunuh Aemond. Aegon mendorongnya dan menendang pedang itu jauh-jauh, menahan si Pangeran yang mengamuk.

    Alicent terduduk mendengar pernyataan Aemond. Air matanya mengalir deras, syok dengan semua ini. Rhaenys mengurut kepalanya dan memandang Viserys yang kembali terduduk di kursinya. Untuk beberapa waktu hanya tangisan dan ratapan yang bisa terdengar di ruangan itu. Keadaannya sangat kacau.

    (Smut in chapter 2)

    Series
    Language:
    Bahasa Indonesia
    Words:
    1,340
    Chapters:
    1/2
    Comments:
    19
    Kudos:
    209
    Bookmarks:
    19
    Hits:
    6,235