Work Text:
“AAAAAA TOSHIIII!!!”
Wakatoshi yang sedang di dapur tergopoh-gopoh berlari ke kamar.
“Hei, ada apa?” tanya Wakatoshi panik.
“Nggak kok, cuman nggak kuat banget liat Dedek Louis Partridge, ehehe.”
Wakatoshi memijat pangkal hidungnya. Betapa paniknya tadi ia saat mendengar pacarnya berteriak dari dalam kamar. Ia khawatir mungkin saja sesuatu terjadi, tapi malah pacarnya itu sedang asik menonton pria lain.
Perlahan, Wakatoshi mendekati pacarnya yang sedang terbaring di kasur sambil menonton film di laptop yang ada di pangkuannya. Rupanya pacar kesayangannya itu sedang menonton Enola Holmes, film yang mengisahkan tentang adik Sherlock Holmes si detektif terkenal. Jangan tanya Wakatoshi tahu dari mana, karena pacarnya itu adalah maniak film sejati yang sering mencekokinya dengan banyak film dari berbagai genre.
“Toshi lihat tuh Louis Partridge, gantengnya bikin nggak kuat! AAAA aku ingin berteriak.”
“Udah teriak tuh kamunya.”
Si pacar hanya bisa memukuli bahu Wakatoshi main-main, gemas dengan si aktor muda baru asal Inggris yang kini tengah merebut hatinya.
“Sumpah, ngga kuat banget Toshi! Gimana aku bisa fokus sama filmnya kalo dia seganteng ini!”
Melihat tingkah laku pacarnya yang seperti cacing kepanasan, Wakatoshi hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Ia sudah terbiasa dengan kebiasaan pacarnya saat menonton aksi idolanya. Sudah tidak terhitung berapa banyak aktor dan aktris yang digilai oleh pacarnya itu. Wakatoshi hanya bisa mengelus dada bersabar, meyakinkan diri untuk tidak mencemburui aktor dan aktris itu.
“Sayang, kalo dia sama aku sama-sama mau tenggelam, kamu mau nyelametin siapa?” Wakatoshi mencoba iseng untuk bertanya.
“Hmm, untuk saat ini Louis lah! Kamu kan atlet, pasti badannya lebih fit dan harusnya bisa renang.” Jawaban pacarnya kembali membuat Wakatoshi mengelus dada. Lagi-lagi ia dinomor duakan.
Tidak ingin pacarnya melanjutkan aktivitas fangirlingnya, Wakatoshi mengambil laptop itu dan mematikannya.
“Sudah ya nonton filmnya, sekarang kita makan dulu. Makan malamnya udah mateng tuh.”
Pacarnya hanya mengembungkan kedua pipinya kesal. Padahal ia kan belum selesai menonton dedek gemesnya.
“Jangan ngambek gitu dong, aku masakin sup ayam favoritmu.”
Jika bukan karena reflek dan kekuatannya sebagai atlet, pasti Wakatoshi sudah jatuh saat diterjang pacarnya yang kini bergelayutan manja.
“Toshi baik banget, pacarnya siapa sih? Jadi makin sayang deh.”
Ini bukan pertama kalinya pacarnya memuji Wakatoshi, tapi saat dipuji begini ia selalu saja malu dan salah tingkah. Wajahnya sedikit memerah saat pacarnya mencium bibirnya singkat.
Dan akhirnya malam itu mereka berdua habiskan untuk marathon film yang ada di list akun netflix mereka berdua. Setelah menghabiskan sup ayam terenak versi mbak pacar buatan Wakatoshi tentunya.
