Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationships:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 1 of Lika-liku Kisah Cinta Miya Osamu
Stats:
Published:
2022-11-20
Words:
900
Chapters:
1/1
Kudos:
5
Bookmarks:
1
Hits:
91

Diet

Summary:

Pacaran sama orang yang makannya banyak tapi ngga cepet gemuk memang bikin elus dada.

Notes:

Yang dibold itu jawaban dari Samu ya gengss

Work Text:

Mata Nana membelalak saat melihat angka yang tertera di timbangan. Ia mencoba untuk turun dan sekali lagi naik ke atas timbangan, berharap angka disana berubah. Beberapa kali mencoba, tapi hasilnya tetap nihil. Angka yang keluar tetap sama. Nana memang sudah menduga kalau berat badannya naik karena beberapa baju dan celananya sudah bertambah ketat, tapi ia tidak menyangka kalau ia naik sedrastis ini.

Dengan lemas ia meninggalkan timbangan dan membaringkan tubuhnya di kasur. Tangannya meraba-raba nakas, mencari ponsel hitam kesayangannya. Jemarinya bergerak mengetik beberapa kata untuk menghubungi mas pacar, Osamu. Tidak lama setelah pesannya terkirim, ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk dari Osamu.

[Kenapa beb?]

[AKU NAIK 7 KILO!!!!]

[Oh, kirain apa]

[SAMU????? Kok kamu gitu?]

[BB naik bukan akhir dunia beb, santai aja]

[Samu ihhhhhh]

[Mau naik berapa kilo pun kamu tetep cantik beb, nggausah insekyur gitu]

[SAM IH!]

[Oke, aku ke rumah ya]

[OKE! AKU TUNGGU!]

Nana melemparkan ponselnya sembarang di kasur. Ia masih lemas tertampar fakta bahwa badannya sudah tidak seramping dulu lagi. Sayangnya ia juga memiliki andil dalam kenaikan berat badannya. Sejak ia pacaran dengan Osamu setahun yang lalu, ia tidak lagi mengontrol pola makannya. Pacarnya itu sering sekali mengajaknya berwisata kuliner. Sebagai orang yang lemah tekadnya saat berhadapan dengan makanan, Nana pun mengiyakan semua ajakan Osamu. Dan hasilnya, kini beratnya naik tujuh kilogram.

Badannya memang masih bisa dikategorikan sedang, tapi karena sedari kecil ia memiliki badan yang kurus, Nana merasa tidak senang dengan perubahan yang ia alami sekarang. Baju-bajunya juga sudah banyak yang tidak muat lagi. Ia harus menuntut pertanggung jawaban Osamu secepatnya.

Bel rumahnya berdering, pertanda ada tamu di depan. Nana berlari dari kamarnya ke pintu depan, untuk mempersilahkan tamu yang sedang ia nantikan kehadirannya.

Di depan pintu, Osamu berdiri dengan sebuah kresek di genggamannya. Ia pun masuk ke dalam rumah saat Nana sudah mempersilahkannya.

“Samu! Berat aku naik!”

Osamu mengacuhkan rengekan Nana dan seraya berjalan ke dapur.

“Samu ih! Naik tujuh kilo loh, berat aku yang paling berat ya ini!”

Masih tidak menghiraukan Nana, Osamu mengeluarkan sebuah piring dari rak dan juga mengambil dua sendok. Ia membuka kresek yang ia bawa tadi, yang ternyata berisi bungkusan dari kertas minyak dan daun pisang. Osamu memindahkan isi dari bungkusan itu ke dalam piring.

“Makan dulu Beb, aku bawa gado-gado nih.”

Nana masih bersungut-sungut melihat pacarnya yang masih sangat santai. Ia pun memilih untuk duduk bersama Osamu di meja makan. Tangannya mengambil sendok yang disodorkan oleh Osamu. Mereka pun mulai makan gado-gado yang dibawa oleh Osamu tadi.

“Samu, pokoknya aku mau diet! Mau olahraga juga!” ucap Nana dengan kesal, di sela suapan gado-gadonya.

“Iya iya, nanti aku temenin olahraga deh. Tapi kalo diet nanti aku yang bikinin menunya ya?”

Nana tersedak saat hendak protes. Dengan sigap, Osamu mengambil segelas air minum dari dispenser di pojok ruang makan.

“Kok gitu Beb?”

“Iya, kalo nggak aku awasin nanti kamu pasti pake diet ekstrim kayak artis Korea. Itu bukannya bikin turun justru bikin tubuh kamu jadi nggak sehat, beratnya malah bisa naik lebih banyak dari sebelumnya.”

Nana mengangguk, memahami perkataan Osamu yang memang ada benarnya.

“Terus olahraganya gimana?”

“Setiap pagi nanti jogging aja bareng aku, terus sore atau malem kita ngegym.”

Nana pun mengangguk menyetujui. Baik Nana dan Osamu kini fokus dengan gado-gado mereka. Dan akhirnya gado-gado itu tandas dihabiskan oleh mereka berdua.

“Samu, kamu kok makan banyak tapi nggak pernah gendut sih? Aku kan ikutan makan kayak kamu, tapi aku malah naik tujuh kilo. Sebel deh!”

Osamu berdiri sambil membawa piring dan sendok kotor bekas makan mereka dan mencucinya di wastafel.

“Bawaan deh kayanya dari lahir, si Atsumu juga gitu soalnya. Tapi ya kami juga tetep olahraga, kayak jogging, voli, renang, ngegym juga.”

Dari meja makan, Nana hanya bisa meng-oh-kan saja.

“Makanya, kamu tuh kalo diajak olahraga ikutan. Jogging baru satu putaran langsung minta bubur ayam sama kerak telor.”

Nana menggembungkan kedua pipinya kesal.

“Iya iya, besok aku ikut kamu olahraga deh.”

Osamu yang sudah selesai mencuci piring menghampiri pacarnya dan mencubit pipinya yang sekarang terlihat lebih berisi.

“Kamu kenapa sih mau diet? Kan lucu pipinya gembul begini, bisa aku cubit-cubit.”

“Baju aku pada nggak muat Beb, sayang banget baju segambreng masa aku lungsurin ke orang. Mana masih bagus-bagus.”

“Tadi di instagram aku lewat ada tempat yang jual nasi kebuli enak katanya, mau coba nggak?”

Kedua mata Nana berbinar saat mendengar Osamu. Ia memang sangat menggemari nasi kebuli, dan sejauh ini baru ada satu tempat yang ia akui menjual nasi kebuli yang enak. Jadi kesempatan untuk hunting nasi kebuli tidak akan mungkin ia lewatkan begitu saja.

“MAU!!!”

Di sisi lain, Osamu gemas sendiri dengan pacarnya. Baru beberapa menit yang lalu mengeluh berat badan naik, tapi tidak pernah menolak kalau disodori makanan enak.

“Nah, gitu dong, baru pacar aku.”

Sadar dengan yang dilakukan Osamu, Nana mendelik dan memukul lengan Osamu main-main.

“BEB! Kamu sengaja pasti ih, mancing biar aku nggak diet kan?”

Osamu hanya tertawa.

“Dietnya kan mulai besok, makanya sekarang kita puasin dulu kulineran.”

“Mau beli hari ini? Tapi kita kan baru makan gado-gado, Beb?”

“Biasanya juga abis makan bakso, terus makan nasi goreng sama kwetiau muat-muat aja tuh perutnya.” Ledek Osamu.

Nana hanya menghela nafas pasrah. Kalau kebanyakan pacar akan mendukung seratus persen saat pasangannya diet, berbeda dengan Osamu. Ia akan melakukan segala hal untuk menggagalkan diet pacarnya dengan sogokan makanan-makanan lezat. Walaupun di akhir Osamu akan menyeret Nana ke gym saat ia berusaha bolos. Bagaimanapun juga, Osamu tetap mencintai pacarnya, meskipun Nana naik berkilo-kilo lebih banyak lagi.

Series this work belongs to: