Work Text:
Sudah jadi rahasia umum tiap orang punya rahasianya masing-masing. Kim Taehyung jelas tahu dengan pasti tentang hal krusial tersebut. Walaupun komunikasi harus dilakukan dengan transparansi tertentu, terkadang manusia senang membuat pengecualian, termasuk privasi.
Oh, ini bukannya aku tidak suka. Setiap orang punya privasi, dan aku tidak terlalu memikirkannya.
Sedang Taehyung?
Taehyung benci mengakui ini, tapi hari-hari tanpa kabar yang menjengkelkan soal Min Yoongi membuatnya kalang kabut. Serta hadir Kim Namjoon atau Jeon Jungkook, (si pasangan setan biadab yang ingin ia gasak wajahnya di aspal tanpa ampun), yang tidak membuat segala sesuatu jadi lebih baik.
Mereka adalah kompor paling laris, andai kata-kata provokatif dan cukup persuasif mampu membuat habis laku pasaran. Orang sinting mana yang membuat Taehyung yakin Yoongi akan selingkuh darinya? Sinting!
"Jadi—Yoongi menghela napas, menunggu Taehyung berkontemplasi dengan dirinya sendiri, namun tetap tidak sabar, sebab ada jadwal yang menanti—apa yang ingin kamu bicarakan?"
"Kak." Taehyung merutuk pada tenggorokannya yang tercekat. "Kenapa Kakak menyembunyikan sesuatu dariku?"
Yoongi menaikkan alisnya, yang lebih tua ini sedang dalam keadaan hati yang berantakan, dan satu pertanyaan sederhana yang tidak menyinggung ini malah membuatnya mencelos dalam diam. Sebab, jika kembali menilik kembali, mereka memang sudah jarang bicara dan Yoongi selalu memilih untuk bungkam ketimbang menjelaskan.
Apakah Min Yoongi lari? Entahlah, Yoongi hanya tidak siap menghadapinya.
Jadi, si lelaki berdeham, enggan, katanya, "Kita berhenti bicarakan ini, dan bicarakan rahasiaku ketika aku sendiri yang menyinggungnya. Bagaimana?"
Oh, Taehyung mengangguk, dan memutuskan untuk bungkam dalam waktu lama.
Rahasia adalah rahasia, Taehyung.[]
