Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2023-04-25
Words:
862
Chapters:
1/1
Comments:
6
Kudos:
151
Bookmarks:
6
Hits:
2,463

but, i love you more.

Summary:

"Kak Jeon pernah cemburu nggak?"

"Soal kamu?"

"Iya,"

Percakapan random Kak Jeon dan Mingyu di sepanjang jalan menuju rumah.

Notes:

title was taken from the lyrics of "All of The Girls You Loved Before" by Taylor Swift.

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Sejak ia menjemput Mingyu dari lapangan basket 5 menit yang lalu, Wonwoo bisa merasakan ada sesuatu yang salah.

Pacarnya itu tidak banyak berbicara seperti biasanya. Mingyu yang biasa akan dengan manja bergelayut di lengan Wonwoo dari sebelum mereka memasuki mobil dan memulai celoteh cerianya tentang latihan hari itu.

"Gimana latihannya hari ini?" Wonwoo memecah keheningan. "Oke aja," sahut Mingyu nampak mencebikkan bibirnya tanpa sadar. Wonwoo mengangkat alis, "Beneran? Kamu nggak kenapa-napa tadi?"

"Gapapa kok, aku malah dipuji Coach tadi loncatannya makin bagus, katanya."

"Keren, dong."

Pujian sederhana itu memancing senyum kecil di wajah Mingyu. "Emang aku keren, sih." jawabnya dengan nada jumawa. Wonwoo hanya terkekeh lembut, sebelah tangannya mengusap-usap rambut Mingyu dengan gemas.

"Aku belom keramas tau, kak, jorok ini keringetan."

"Gapapa," jawab Wonwoo tenang. Pada kenyataannya, Mingyu memang tidak berkeringat terlalu banyak dan tangan Wonwoo yang digunakan untuk mengacak-acak rambutnya juga tak terpengaruh apapun.

"Huuu, bucin."

"Ya... 'kan bucin sama kamu?"

"Iyasih," senyum Mingyu melebar menjadi senyum malu-malu dan ia akhirnya menyandarkan kepalanya di bahu Wonwoo. Wonwoo diam-diam menyembunyikan senyum kecilnya, paham bahwa mood Mingyu telah membaik.

"Aku tadi kesel sebenernya."

"Kenapa?" heran Wonwoo. "Orang-orang di lapangan ngeliatin kamu dari awal dateng." tukas Mingyu, dan Wonwoo akhirnya mengerti.

"Ngeliatin gimana?"

"Ngeliatin... ngeliatin. Terus pada bisik-bisik. Anak cheers heboh banget, 'Kak Wonwoo datengggg' katanya," Mingyu memutar bola
matanya seraya meniru suara teman-temannya. "Terus si anak kelas 10 yang baru gabung itu ngeliatin kamu galepas-lepas... kesel banget."

"Biarin aja," Wonwoo berujar tenang, "Mereka mau ngeliatin gitu juga kan aku ngeliatnya kamu, dek."

"....ih, iya, tapi aku cemburu..."

"Wajar, cemburu itu." Wonwoo membelokkan setir mengikuti jalan, "Nggak apa-apa asal kamu nggak berlebihan."

"Oh, ya?" Nada bicara Mingyu sekarang semakin ceria, dan ia mulai menatap Wonwoo dengan mata gelapnya yang berbinar.

Wonwoo memaksa dirinya tetap fokus ke jalanan, alih-alih beralih ke wajah menggemaskan di sebelahnya.

"Kak Jeon pernah cemburu nggak?"

"Soal kamu?"

"Iya,"

"Sering." Wonwoo menertawakan kekonyolannya sendiri. Mata Mingyu membulat karena terkejut, "Sering?"

"Sering... tapi aku jarang bilang." Wonwoo mengaku. "Takut kamu jadi kepikiran."

"Kok gitu?!" protes Mingyu. "Harusnya Kak Jeon kasih tahu aku, jadi kita sama-sama tahu."

"Hahaha, soalnya kadang cuma hal-hal kecil... kayak apa ya, misalnya pas kamu suka makan di kantin sama Seungkwan..."

"Ih, Kakak, dia kan pacarnya Vernon."

"Iya, aku tahu." Wonwoo tersenyum simpul, "Tapi kadang, kamu pas sama Seungkwan suka ketawa lepas gitu, terus kalau kamu udah ketawa kayak gitu... gimana ya, cantik banget. Indah. Aku pengen bikin kamu kayak gitu juga, tapi aku 'kan bukan orang yang lucu-lucu amat."

"Terus di lapangan juga, terutama pas pertandingan. Kamu tahu nggak kalau pas pertandingan bisa separo lapangan nyorakin kamu, apalagi kalau udah ngeshoot. Most of the time, none of them knowing aku yang duduk di tribun itu pacar kamu. Most of them didn't even acknowledge you have a boyfriend." Wonwoo tak menyadari tatapan Mingyu padanya yang kini melembut, "Kadang aku pengen ngelakuin sesuatu, kayak apapun, biar sesuatu yang bikin aku cemburu itu berhenti, tapi aku nggak suka ngebatasin kamu, jadi orang yang terlalu posesif dan mengekang, aku gamau jadi orang yang begitu ."

Wonwoo menoleh sekilas dan tengkuknya memanas saat menyadari Mingyu memandanginya sejak tadi. "Maaf ya, Kakak malah jadi ngaco ngomongnya."

"Nggak ngaco." suara Mingyu terdengar manis. Ia kembali bersandar ke bahu Wonwoo kali ini dengan lebih lembut dibanding bersemangat. "Makasih udah cerita sama aku, kak Jeon."

"Makasih kembali, Sayang."

"....aku sayang kak Jeon."

"Aku juga sayang Mingyu."

"Tapi Kak Jeon tahu nggak..." Telapak tangan Mingyu menutupi jemari Wonwoo diatas tuas persneling, "Kak Jeon udah sering banget bikin aku ketawa kenceng kayak yang kakak bilang. Kak Jeon bahkan lebih sering dari semua orang bikin aku cengar-cengir sendiri gara-gara salting." Wonwoo tersenyum tipis mendengarnya, "Dan aku gapeduli sama ratusan orang lain yang ada di tribun asal ada kamu disana. Kak Jeon-nya Mingyu. Pacarnya aku." Mingyu menggengam tangan Wonwoo, "Sayangnya aku." ucapan halusnya berhasil membuat telinga Wonwoo berubah warna menjadi merah padam.

Mingyu tertawa.

"Lucu banget, kenapa telinganya merah begitu?"

"Hmm?" Wonwoo menggosok telinganya yang memerah, "Salting."

Tawa Mingyu pecah mendengar jawaban itu. "Seneng bikin Kak Jeon salting, biasanya kamu terus yang bikin aku salting." Ia menatap wajah tampan pacarnya sesaat sebelum akhirnya menjulurkan tubuhnya dan mengecup pipi Wonwoo lembut.

Rona merah di telinga Wonwoo seketika menjalar hingga ke pipinya.

Mingyu menikmati pemandangan itu sebelum indra pendengarannya mendengar suara yang ia yakin tak mungkin salah mendengar.

Sirine mobil polisi.

"Kak, kayaknya kita diikutin polisi, deh." Mingyu menoleh ke jendela, memecah momen mereka. Wonwoo nampak tersentak dari pikirannya dan seketika menghembuskan nafas pasrah.

"Dek... kayaknya kita ngelanggar lampu merah."

---
Mereka beruntung Wonwoo telah mendapatkan SIM mobilnya sejak ia berulangtahun ke 17 tahun lalu.

Hanya butuh waktu sebentar untuk mengurus soal tilang-menilang, terutama karena itu satu-satunya pelanggaran yang pernah Wonwoo lakukan di jalanan sejauh ini. Saat mereka kembali ke mobil, Wonwoo nampak agak tertekan dan menyesal, sementara Mingyu justru tersenyum-senyum geli.

"Maaf ya, Sayang, kamu jadi lama pulang ke rumah."

"Gapapaaa," sahut Mingyu ceria, "Enak berduaan sama Kak Jeon."

Wonwoo menggelengkan kepalanya heran, "Mama kamu udah dikabarin? Nanti bingung nyariin, lho."

"Udah, kok."

"Kamu bilangnya apa?"

"Mama, aku nanti lama pulangnya soalnya Kak Jeon salting aku cium terus ngelanggar lampu merah, kita ditilang, deh."

"...Mingyu..."

Tawa geli Mingyu menghiasi perjalanan mereka pulang kali itu.

---

Notes:

kata gue sih kalian lebih baik jangan pacaran di mobil apalagi kalo saltingnya sampe ngelanggar lampu merah 👍