Chapter Text
Chapter 1
Sepasanag kaki seorang pemuda tampak sedikit berhati-hati melangkah menyesuaikan kaki mungil yang berjalan beriringan disebelahnya. Mulutnya sedikit terbuka hendak memulai percakapan namun terhenti oleh suara merdu yang mendahuluinya "aku akan pulang setelah membantu urahara_san menyelesaikan penelitiannya" sedikit terkejut karena sepertinya gadis imut bermata violet itu bisa membaca pikirannya. "Si..siapa yang mau mengusirmu midget!!?"
si gadis tak menjawab, hanya tersenyum dengan alis sedikit dinaikkan dan memandang ke arah pemuda berambut orange yang sedang gelagapan. Seolah tau bahwa si gadis membutuhkan penjelasan yang lebih terperinci ia pun kembali membuka mulut tanpa melihat lawan bicaranya "aku senang kau ada dirumah.."
"Aku tahu kepala jeruk" si gadis menyambar "ayahmu memanggilku menantu" sudut bibir si midget terangkat sedikit dengan tatapan jail.
"Jangan pedulikan orang tua genit itu!!" spontan teriakan si pria memekakkan telinga.
"Ayahmu itu imut tau, setidaknya beliau menerimaku dengan baik dirumahnya. Tidak seperti seseorang yang sejak pagi melihatku dengan tatapan horor" sedikit melotot jari mungil si gadis menunjuk-nunjuk kedua bola mata hazel yang cerah.
Bukannya pria ini tidak senang sang gadis menginap dirumahnya setelah lama tak berjumpa karena dunia mereka yang memang berbeda, dia sangat gembira, bahkan kalau boleh 'nakama' mungilnya ini tidak usah kembali kedunia asalnya.
"Bukannya horor, tapi heran. Kenapa ikut kesekolah?, bukankah urusanmu di dunia manusia hanya untuk membantu urahara_san?" si kepala jeruk membuka suara.
"Kenapa tidak boleh?" si mungil menengadah "aku punya waktu luang di pagi hari, tidak lebih buruk dari mati bosan kan? urahara_san juga sudah mengizinkan, lagipula aku kangen dengan suasana di sekolahmu"
"Yah terserah sajalah, tapi jangan berbuat yang aneh-aneh ya"
_FLASH BACK_
Kediaman kurosaki dimana konsep "keluarga bahagia" adalah keributan-kecil- ayah dan anak sulungnya sebelum santap malam..
"ICHIIIIGOOOO...!!" teriakan pria paruh baya yang disusul dengan tendangan maut dapat ditepis oleh sebuah tangan kekar disamping kepala orange milik remaja SMU yang baru turun dari kamarnya.
"Ck.. Ditepis!" isshin terlihat kecewa "Baka! Memangnya siapa yang akan membiarkan wajahnya menerima tendangan dengan sukarela??" ichigo berteriak memprotes penyambutan-mesra- ayahnya yang hampir setiap hari sama ini. Isshin berlari menuju poster wanita cantik yang super jumbo dan memeluknya sambil berlinang air mata "huaaaa masakiiiii..... Anak kita kasar"
"Oi! That's my line" urat di kepala ichigo berdenyut, karin dan yuzu kedua adik kembarnyapun sweat drop.
'Tok.. Tok.. Tok' kebahagiaan keluarga kecil ini harus terhenti Sejenak oleh suara ketukan pintu.
"Biar aku saja" ucap yuzu yang tidak ingin menghentikan drama ayah dan anak yang sedang adu mulut itu. Dibalik pintu berdiri seorang gadis mungil dengan surai hitam dan mata violet yang cemerlang, dress selutut berwarna biru lembut yang ia kenakan serta ransel chappy yang bertengger di punggung membuatnya terlihat sebaya dengan sang pembuka pintu "Ah..!" sedikit terkejut dan dengan senyum terkembang yuzu menarik tangan lembut seputih porselin masuk kedalam rumah. "Ichi_nii.. Lihat siapa yang datang" cukup penasaran mata hazel miliknya yang menghiasi kening dengan kerutan permanen itu menelusuri sosok dibalik punggung adiknya. "Ohishasiburi ne ichigo.." senyum kecil gadis itu sukses membuat pupil ichigo mengecil tapi tidak untuk senyumnya yang berusaha di sembunyikan sebisa mungkin.. "Rukia?"
"Menantuuuuuu.." ucap isshin tak mau kalah sambil membuka lebar kedua tangannya . 'BLETAK!!' isshin pun mendapat bogem mentah dari ichigo.
END OF FLASH BACK
Karakura High School
Seorang guru masuk kesebuah kelas dan secara otomatis menonaktifkan suara riuh muda-mudi yang sedari tadi dapat terdengar di sepanjang koridor.
"Good morning minna.." suara riang guru bahasa asing memecah keheningan kelas yang baru saja tercipta. "Well today we're going to meet a new comer" seketika kelas menjadi gaduh.
"Seimut kuchiki_chan kah?" keigo meyakinkan sang guru entah siapa yang mampu menyaingi pesona putri dari klan kuchiki.
"Sorry Asano_san, it's a cool boy"
Asano tampak sangat kecewa dengan pernyataan sang guru. "Hey you, come in!" dilambai-lambaikan tangan guru cantik itu ke arah pintu kelas. 'TAP..TAP..TAP..' suara langkah kaki pria berseragam karakura high school mengundang berbagai ekspresi di dalam kelas. Bagimana tidak, pria berpostur ideal dengan hidung yang mancung, mata sebiru samudra dan rambut coklat pekat yang membuat kulit putihnya semakin bersinar, seperti barbie dalam wujud pria. Para gadis mulai berteriak ada juga yang berbisik-bisik riang.
"Hi, I'm Walcott, Sho Walcott. Nice too meet you all" senyum manis plus suara merdu khas pria 'macho' berhasil menciptakan teriakan histeris gadis-gadis karakura di dalam kelas. "Walcott_san adalah murid pertukaran pelajar dari England so be nice" ucap sang guru mengingatkan yang disambut jawaban bersemangat dari semua murid (baca; para gadis). "Ok walcott_san, please have a seat on.." guru memutar mata sejenak mencari bangku kosong yang mungkin dapat ditempati si murid baru. "Ah.. Kuchiki_san, apakah bangku disebelahmu itu kosong?" bu guru menunjuk bangku disebelah rukia yang memang tak berpenghuni.
"Hn.." jawab rukia singkat diikuti dengan anggukan kecil.
Si murid baru membelalak. "Nah walcott_san please ha..." belum juga kalimat dari gurunya itu tuntas, pria bermata biru itu melesat menuju bangku yang ditunjukkan untuknya, ah bukan, tetapi melesat dan memeluk gadis kecil bermata violet dengan erat.
"Finally I've found you.. My angel!"
Rukia mematung, seisi kelas gaduh, keigo berteriak "Na.. Nanni??" lalu pingsan dan seseorang berambut seterang matahari tak sadar telah mematahkan pensil yang digenggamnya.
TBC
