Actions

Work Header

Lovers at the Studio

Summary:

About satoru who’s irritated because of the plot, Sukuna tries to comfort him.

//massive spoiler alert// dw you guys, gojo isn’t dead here. this is a fic for us gj stans to cope 💔

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

“Good job, Gojo Satoru. I will never forget about you.” Kata sukuna dengan nada yang arogan sembari matanya menatap puas tubuh lawannya yang terbelah menjadi dua. Gojo satoru adalah satu-satunya makhluk yang bisa menandingi kekuatan yang ia miliki, ia merasa sangat puas telah dipertemukan oleh Gojo.

 

Manusia itu hampir sedikit lagi berhasil mencuri titelnya sebagai makhluk terkuat, tetapi kembali lagi, ia hanya manusia biasa. Sangat disayangkan saingannya harus mati lebih cepat, padahal bertarung dengannya rasanya begitu menyenangkan. Bahkan sukuna mulai menyukai keberadaannya, gojo satoru sudah bekerja dengan keras, Sukuna bisa menjamin keberadaannya tidak akan pernah terlupakan.

 

Setelah lama memandangi tubuh lawannya, sukuna merasakan sesuatu bergerak di udara. Ah, sukuna tahu pasti yang akan datang menyerangnya adalah sekutu gojo. Langit di sekitar medan perangnya mulai menggelap, gerumuh petir mulai terdengar. Sukuna menyeringai dengan angkuh, datanglah kalian semua aku masih merasa haus.

 

Aannd- CUT!” Sorakan dari para kru mulai terdengar di sekitar studio, setelah merasa adegannya selesai ekspresi para aktor berubah menjadi normal kembali, termasuk sukuna. “Great job, everyone! How about a drink? it’s on me!” Gege, sutradara dari seri Jujustu Kaisen, berteriak dengan penuh semangat, mendengar ajakan tersebut krunya memberikan sorakan setuju.

 

Sukuna terkekeh lalu menghampiri kekasihnya yang masih tergeletak bersama properti lain, termasuk fake figure kaki gojo, di bawah lantai studio. Tubuh kekasihnya itu masih utuh, namun sebagian badannya perlu menggunakan pakaian berwarna hijau untuk diedit kemudian. “Ayo bangun. Kita bersih-bersih yuk, ru.” Ajak sukuna sambil membungkuk untuk mencolek si surai putih. Yang dipanggil hanya mengerut dengan tangannya sambil dilipat, ekspresinya yang gemas membuat sukuna tertawa. “Sayang.” Sukuna membujuk kekasihnya yang tidak menghiraukan ajakannya.

 

Setelah beberapa detik, satoru mendesau keras dan melirik kekasihnya yang masih membungkuk ke arahnya. “Jahat banget sih!” Satoru menggerutu kepada pria bertato tersebut, sukuna yang mendengar omelan tersebut semakin tertawa gemas, comel pikirnya. “Kok malah ketawa?! Kamu tega ya liat aku begini?!” Satoru semakin tersinggung melihat reaksi sukuna.

 

“Maaf, sayang.” perhatian yang lain mulai kembali tertuju pada keduanya yang masih terdiam di area take medan perang, satoru jengkel karakternya mati seperti itu saja, padahal sebelumnya dia sudah mulai mendominasi pertarungan tersebut. Melihat pemeran tokoh antagonis di seri jujutsu kaisen bersikap sangat lembut terhadap kekasihnya yang memainkan musuhnya menggelitik para kru. Tingkah laku keduanya tidak menggambarkan individu yang gila sama sekali, terutama sukuna.

 

“Balik yuk, yang. Aku udah pesen mentai salmon buat kamu tadi.” Sukuna tidak ingin membuat kekasihnya makin kesal, memang satoru terlihat comel saat ia cranky , tapi ia tidak suka melihatnya cemberut ataupun kecewa maka dari itu bagaimanapun sukuna pasti akan selalu mengalah dengan si surai putih. Satoru tidak bergeming, huh memangnya semudah itu pikirnya.

 

Sukuna mulai belutut di depannya, ia satukan kedua kaki sang kekasih yang sedari tadi menjangkang lebar. Tangan sukuna mengelus lembut pahanya mencoba untuk membujuknya lagi, “Ru, udah ya marahnya? I’ll make it up to you. Anything you want.” mata cantik berwarna biru langit itu kembali berfokus kepada sukuna. Mukanya masih terlihat asam, sukuna membiarkannya berfikir dalam sejenak.

 

“Dessert box caramel 10 buah, zoo date, ciuman sama cuddle 100x per hari, tokoh aku dihidupin lagi.” jawab satoru dengan muka yang masih jengkel. Wajah pria bertato itu terlihat sangat tertekan dengan permintaan kekasihnya, ia menengok ke arah sutradaranya.

 

“Gimana pak? Tolong lah, saya bisa kena denda nggak dikelonin sebulan ini.” Tanya sukuna dengan nada yang memohon, yang ditanya terlihat cuek tapi mereka tahu sutradaranya mendengarkan mereka sedari tadi.

 

“Nggak dulu.” Jawab sutradaranya singkat.

 

“Ih! Bapak kenapa tega banget sama saya sih?! Saya salah apa?!” Protes si surai putih yang akhirnya mengubah posisinya menjadi terduduk. “Sayang! Marahin itu pak Gege! Masa pacar kamu mati, kamu biarin?!” Lanjut satoru.

 

“Kan dia yang buat naskahnya, sayang…” Sukuna mukanya memelas, bahkan sebelumnya ia juga tidak setuju dengan naskah yang diberikan sutradaranya namun ia diancam tidak akan digaji dan akan digantikan dengan aktor lain. Ekspresi si surai putih yang semakin merengut buatnya tak tega dan kembali memohon pada sutradaranya. “Pak, tolonglah…”

 

“Plotnya memang sudah seperti itu.” Si sutradara sudah terlihat sangat jengkel mendengar dua sejoli itu, krunya yang lain hanya tertawa mendengar perbincangan ketiganya.

 

“Bapak gimana sih?! Nanti jadi dikit yang nonton kalo nggak ada saya tau!” Satoru masih mengotot agar bertahan di serinya.

 

“Masih ada Yuuta.” balas pak Gege dengan malas, mendengar hal itu gojo tersinggung.

 

“Jahat!! Nggak mau tau, saya bakal tetep kesini biar saya dihidupin lagi!” tuntut si surai putih dengan sebal, sukuna tertawa geli melihat kekasihnya itu. Ia ciumi kepala kekasihnya sambil menarik tangannya untuk berdiri sehingga mereka berdua bisa mulai membersihkan diri.

 

Satoru masih merengek kepada kekasihnya agar tokohnya kembali dihidupkan, merasa kasihan sukuna menawarkan piggyback untuk kembali ke trailer mereka. Walaupun masih jengkel, satoru menyerah dan menaiki punggung kekasihnya.

 

Sesampainya di trailer, mereka mulai membereskan diri. Satoru masih merasa kecewa tapi layanan yang diberikan sang kekasih membuatnya sedikit luluh. Saat kru make over sibuk menghapus riasan wajah dan fakeblood di sekujur tubuhnya, kekasihnya ikut membantu mengganti busana satoru dengan pakaian yang lebih nyaman selagi ciumi bibir satoru yang masih merengut. Belum sempat ia mengganti pakaiannya, sukuna justru masih ingin memanjakan si surai putih, ia suapi satoru makanan yang telah ia pesan tadi.

 

Saat satoru selesai dibersihkan oleh para kru, barulah sukuna mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih nyaman. Setelah tugas kru selesai, mereka keluar dari trailer dan meninggalkan pasangan itu berdua. Sukuna yang tak ada letihnya mendengarkan celotehan satoru, menarik pinggang si surai putih untuk duduk di pangkuannya.

 

“Sayang, kamu nggak sedih aku nggak bakal main lagi?” tanya satoru dengan nada yang sangat sedih, sukuna benar-benar tidak tega melihat kekasihnya yang begitu kecewa. “Katanya gojo aja yang bisa ngajarin sukuna ‘cinta’? kok malah dibunuh sih aku?” Pipi satoru mulai diisi oleh ciuman yang hangat dari bibir sukuna.

 

“Pasti sedih lah, ru. Kalo kamu nggak ada di studio pasti bakal kerasa sepi banget. Gimana aku nggak sedih?” Sukuna satukan kening mereka berdua selagi tangan satoru peluk leher pria kesayangannya. “Maafin ya, sayang. Aku nggak bisa berbuat apa-apa kalo soal jalan cerita seri ini. Emang kadang agak brengsek sutradara kita.” Lanjut sukuna sambil berikan kecupan pendek pada bibir satoru, mendengar ucapan tersebut buat satoru merasa hangat di dalam dan mulai berikan senyuman.

 

“Jangan sedih lagi ya, ru. I hate seeing you sad, aku bakal turutin permintaan kamu yang tadi. Kecuali yang terakhir. Aku belom kaya, nanti kita nikahnya tambah delay lagi.” Satoru tidak bisa menahan senyumannya lagi, ia tertawa geli dan ciumi sukuna lebih banyak.

 

“Ciuman sama cuddle nya nambah jadi 500x.” ucap satoru dengan usil. “Ok.” jawaban dari sukuna sangat singkat namun berhasil membuatnya semakin tertawa lepas, satoru kembali ciumi laki-laki yang ada dipelukannya itu. He’s  really head over the heels for him.

Notes:

gege when i catch you gege 👹

sedih banget sama recent chp 🥹 pokoknya satoru nggak boleh mati sebelum ciuman sama sukuna!!! 😭

edit :
i’m so happy reading all the feedbacks, for a first timer i’m so proud of this one. thank you 🥹🫰🏻

sebenernya ide aku ada lumayan banyak buat sukugo, hopefully bisa nulis lebih banyak lagi because i love them too much lol

also thinking about making an english version, but i still don’t know yet lol