Chapter Text
Taufik tidak tahu bahwa akibat pertengkarannya dengan Ikhsan pagi tadi akan separah ini. Mereka memang rival di dalam maupun di luar sekolah.
Tapi ...
"Kenapa lihat-lihat? Pengen dicolok apa gimana matamu, huh?" sengit Ikhsan ketika ia tidak sengaja mendapati Taufik menatapnya.
Taufik berdecih namun ia tidak dapat menetralkan detak jantungnya yang tidak karuan.
Hingga ...
"Cerita kita terlanjur carut marut, San. Biar alam saja yang akan menjawab semuanya."
Ikhsan tidak bisa menghentikan Taufik pergi.
