Work Text:
jaehyun menikmati waktu luang untuk hanya sekedar makan bebek madura di pinggir jalan dengan teman-teman kuliahnya meskipun mereka harus antri hingga hampir satu jam.
malam minggu kali ini, dia sengaja mengosongkan waktunya untuk nongkrong dengan teman-temannya daripada menghabiskannya dengan sang kekasih. jaehyun perlu sedikit negosiasi sih, biar si pacar tidak ngambek dan nyerocos seharian—meskipun mereka berdua hampir setiap hari bertemu sepulang kerja.
jaehyun tiba-tiba tersenyum sendiri mengingat tingkah kekasihnya yang selalu tantrum kalau mereka tidak bisa ketemu barang satu jam saja—padahal si pacar lebih tua dari dirinya.
“jae! lo mau paha apa dada?” mingyu, yang sedari tadi siaga antri dan ngomong ke abang bebek-nya, berteriak, membuatnya langsung menghapus senyumannya—malu kalau ketahuan teman-temannya yang lain kalau dirinya senyam-senyum sendiri.
“dada deh. minumnya es teh manis ya!”
jaehyun merasakan pundaknya di rangkul, “tumben lu pesen yang manis-manis,” ujar jungkook sambil membawa mereka ke tikar tempat mereka makan nanti. eunwoo yang sedari menjaga tempat sedang sibuk menyalakan senter kamera sambil membersihkan tikar tersebut.
“cheat day lah ya. lu ngapain deh woo?” jaehyun melihat bingung temannya yang kini memposisikan senter dari handphone-nya di bawah botol mineral.
“gelap cok! mojok banget deh ini kita. mana ketutupan mobil lagi,” sahut eunwoo yang ternyata usahanya membuahkan hasil karena yaaa setidaknya tempat mereka duduk kini sedikit terang.
jaehyun menurunkan tudung hoodie yang sedari tadi menutupi kepalanya—yang sengaja ia pakai selama jalan kaki ke warung ini karena rambutnya masih setengah basah, tidak mau terkena asap dan debu jalanan. kalau kata pacarnya sih jaehyun sedikit high maintenance, tapi jaehyun selalu mengelak dan malah menyalahkan sang kekasih yang terlalu memanjakannya.
“btw, pacar lo gapapa lo main sama kita?” tanya jungkook yang membawa tawa dari eunwoo. jaehyun mengerang pelan. sudah menjadi running jokes di circle mereka bahwa jaehyun mempunyai pacar yang cukup bucin dan clingy seperti anak kucing.
“ngerengek dikit. terus gue omelin kayak kita ga ketemu tiap hari aja,” jelas jaehyun.
jungkook menggelengkan ketawanya geli, “lagian bang johnny juga kenapa ga mau main sama kita deh,”
“ga mau main sama bocil katanya,”
“buset padahal cuma selisih dua taun kocak!” ujar jungkook yang membuat jaehyun mengangkat kedua bahunya.
“tuh kan pasti kalo gue ga ada lo pada julid!” mingyu akhirnya datang setelah antri dan memesan makanan mereka, “bahas apa sih?”
“ada laaah,” sahut eunwoo yang membuat mingyu melempar bekas tisu kotor entah punya siapa ke arah lelaki itu.
“jorok goblok mingyu!” eunwoo melempar tisu kotor itu asal.
“bahas cowo gue gyu,” jelas jaehyun pada akhirnya. namun tidak ada lagi penjelasan panjang yang membuat mingyu rela tidak menodong topik yang dibicarakan teman-temannya tadi.
“ah cowo gue pake balik lagi, padahal udah lama kita ga malmingan!” keluh mingyu gantian.
topik percakapan kini berfokus pada mingyu dan pacarnya dan jaehyun kembali dalam mode pendengar.
one thing jaehyun likes about this group friendship is they can accept him. and he has someone who are the same as him.
awal-awal coming out ke teman-temannya membuatnya takut setengah mampus karena jaehyun sudah menganggap mereka seperti saudara dia sendiri. hidup dan mati bertahan di perkuliahan, rasa-rasanya jaehyun saat itu lebih memilih untuk diam dan berbohong daripada harus kehilangan pertemanan yang ia anggap sangat berharga.
but it’s not like he can hide this forever. saat itu juga johnny tidak pernah memaksanya untuk come out, tapi mungkin jaehyun ingin orang-orang yang sudah ia anggap dekat mengetahui dirinya seperti apa.
dulu johnny bahkan sampai perlu menggenggam tangannya dan memeluknya erat sebelum dirinya keluar dari mobil dan menghampiri teman-temannya yang sudah menunggunya karena ia ingin memberitahu sesuatu yang penting.
maybe it’s his luck, karena ketika dirinya mengaku responnya jauh dari apa yang ia bayangkan. hingga beberapa malam dirinya tidak bisa tidur nyenyak, hingga beberapa hari johnny perlu meyakinkan dirinya bahwa everything’s gonna be okay cil.
respon yang ia dapat bukanlah tatapan jijik, lemparan air dari gelas, atau bahkan ujaran penuh umpatan. yang ia dapat malah teriakan tertahan dari jungkook njinggg you scored that johnny?! dan pukulan terlalu bersemangat dari mingyu.
eunwoo saat ini hanya tersenyum sambil mengangguk berkali-kali dan langsung panik ketika dirinya yang pertama kali menyadari bahwa jaehyun menitikkan air mata, “eh jae jangan nangis!” eunwoo langsung membawa jaehyun ke pelukannya—yang tentu saja diikuti oleh jungkook dan mingyu yang sama-sama ikut terharu.
it was two years ago.
kini dirinya bahkan bisa dengan santai curhat ketika ia sedang berantem dengan johnny dan teman-temannya bisa memberi saran meskipun jatuhnya tidak berguna karena what’s so good about love advice from a guy, right?
tapi jaehyun tetap bersyukur sih.
tidak semuanya yang seperti dirinya bernasib mulus. untung-untung temannya tidak menjauhi dirinya. bahkan kini, jaehyun juga mengenal beberapa pasangan gay yang memang komunitasnya itu-itu saja kalau sudah saling mengenal.
jaehyun dapat merasakan hape-nya bergetar ketika makanan pesanannya datang.
fuck, pemandangan di hadapannya sungguh menggiurkan. nasi dan bebek yang masih panas ditambah sambal hitam madura yang baunya sudah bisa tercium bahkan tanpa perlu jaehyun dekatkan ke wajahnya.
ini sih lebih yummy dari abs-nya mas johnny, pikir jaehyun yang sedetik kemudian langsung menggeleng cepat.
berusaha menghilangkan pikiran kotornya, tangannya dengan cepat membuka kamera hape-nya—mengabaikan notifikasi yang masih terus masuk, dan mengirimkannya ke sang pacar.
jaeeee
(pic)
enyaknyaaaaa
kasian mas ga bisa ngerasain :p
belum sempat jaehyun keluar dari room chat, sang kekasih sudah langsung membalas pesannya. lagi-lagi dirinya tidak bisa menahan senyumnya.
mas jyanii
males banget
kamu udah ga sayang sama aku ya
jaehyun menggigit gigi bawahnya, tidak kuat membawa tingkah pacarnya itu. aduh, padahal udah dua taun, kenapa rasanya masih sama ya? pikir jaehyun sambil menggigit bebek gorengnya itu.
***
pada akhirnya, jaehyun masih bisa malmingan dengan johnny ketika lelaki yang lebih tua memaksa menjemputnya dengan alasan night ride yuk, aku mau ngajak kamu ke suatu tempat, yang mana jaehyun tau sebenarnya itu hanya akal-akalan johnny agar mereka bisa menghabiskan waktu berdua.
makanya kini jaehyun sudah anteng duduk di kursi penumpang, dengan johnny yang asik bersenandung lagu hivi yang sengaja ia pilih untuk menemani jalan-jalan mereka malam ini.
“mas, aku nelfon mark dulu gapapa? ini kok dia kayaknya ada yang urgent banget,” kedua alis jaehyun menyatu ketika membaca pesan mark yang sudah dikirimkan dari satu jam yang lalu.
“oh boleh. kenapa dia? mau kita samper aja ke kosnya?” johnny mengecilkan volume radio ketika nada dering sudah tersambung.
“coba telfon mark dulu deh mas. kalo emang beneran urgent kita ke kos dia gapapa kan?” tanya jaehyun. johnny mengangguk, tangannya mengelus pelan kepala lelaki itu.
“hey mark, sorry gue baru baca chat lo. gimana? lo gak papa?” tembak jaehyun langsung begitu telfon tersambung.
“lo lagi jalan sama bang johnny ya?” tanya mark.
“iya, mau gue loudspeaker sekalian mark?” jawaban boleh dari mark membuat jaehyun menekan tombol loudspeaker agar kedua temannya itu bisa mendengarkannya.
“udah nih,” ujar jaehyun kepada adik tingkatnya itu.
butuh beberapa waktu hingga akhirnya mark berbicara, “bang lo inget ga sama cowo yang sempet gue ceritain dulu?”
jaehyun melirik johnny, berusaha mengingat-ingat siapa nama yang pernah diceritakan oleh mark. johnny mengangkat kedua bahunya karena jujur dirinya juga lupa.
“inget siih. temen yang lo taksir tapi dia straight itu kan?”
“iya, adek tingkat gue bang. si haechan.”
“nah iya haechan! lupa gue namanya. kenapa tuh?” tanya jaehyun lagi.
lagi-lagi ada jeda yang cukup panjang sebelum mark melanjutkan ceritanya. jaehyun dapat mendengar grasak-grusuk seperti orang yang sedang memindahkan barang-barangnya.
“ummm, tadi kita ngobrol bang.”
“terus?”
“he confessed to me he likes men,”
“what??!” jaehyun berteriak yang langsung ditegur johnny jangan teriak-teriak cil.
“bentar, kok dia ngakunya ke lo? dia tau lo gay??” tanya jaehyun.
“iya dari jaemin..,”
“what???!!” kini gantian johnny yang kaget. pasalnya ia cukup dekat dengan jaemin karena anak itu teman mark dan beberapa kali sering bertemu. terakhir mereka bertemu malah tanpa mark dan jaemin curhat kalau dirinya mungkin suka dengan lelaki.
“kayaknya jaemin kudu dikasih tau sih mark he can’t just tell other someone is gay like that,” tegur johnny.
“iya, tapi tadi haechan bilang jaemin cuma cerita ke dia sih,”
“yaa tetep aja perlu lo ingetin!” kata johnny lagi yang hanya dijawab gumaman oleh mark di seberang sana.
“terus urgent-nya kenapa deh mark? bukannya bagus ya dia suka cowo? lo ada kesempatan kan?”
pertanyaan jaehyun membuat mark mengerang panjang, “he said he’s been messing around with someone,”
“daamnnn,” sahut johnny dan jaehyun kompak.
saking seriusnya dengan cerita mark, johnny jadi tidak fokus menyetir dan menerobos polisi tidur yang membuatnya mengerem mendadak. tangannya reflek berada di depan dada jaehyun, menahan agar lelaki itu tidak terlalu terpental ke depan.
“sorry yang, gapapa kan?”
“iyaa, kamu fokus nyetir sana,” peringat jaehyun. tangannya membawa tangan johnny ke pangkuannya menggenggamnya sambil lanjut menyuruh mark bercerita.
“lo tau ga someone-nya tuh siapa?” tanya mark, “jaemin.”
“daaaaaamnnnnnnnnnnn!!!” lagi-lagi kedua sejoli itu merespon berbarengan yang membuat keduanya malah tertawa karena betapa lucunya timing atas respon mereka.
“eh lovebirds! jangan ketawa-ketawa dong! gue lagi sedih nih!” protes mark.
“hehe sorry mark. duh kasian banget sih lu. udah awalnya naksir cowo straight sekalinya dia gay ternyata demen sama temen lo sendiri!” ledek johnny yang membuahkan pukulan keras di lengannya dari jaehyun.
“lo mau kita samper ke kos mark?” tanya jaehyun pada akhirnya.
“yaaa kalo lo ga keberatan sih,”
“ya elah monyet lu ngomong gitu juga endingnya ngerengek minta kita ke kos lu kan!” ujar johnny yang dihadiahi erangan kesal dari mark. johnny juga tidak bisa mengelak sih, bagaimana pun mark itu sudah ia anggap seperti adiknya sendiri. apalagi mark orang pertama yang mengetahui hubungannya dengan jaehyun.
“ya udah kita ke kos lu ya. jangan nangis lo bocah!” ujar jaehyun sebelum menutup panggilannya.
“kamu manggil mark bocah kayak kamu ga masih bocil aja,” kata johnny yang lagi-lagi dihadiahi tinju oleh jaehyun.
“iya deh yang udah om-om!” balas jaehyun yang dibalas oleh protesan johnny sepanjang jalan bahwa dirinya tidak setua itu ya!
