Work Text:
Vampir tak bisa mati. Atau mati, tapi dapat bergerak? Karena vampir tak memiliki detak jantung. Generasi sel vampir begitu cepat sehingga semua luka yang dapat mengakibatkan kematian sembuh dalam waktu singkat. Tak bisa mati, namun tak hidup pula, dan selalu bergenerasi. Satu jenis makanan terfavorit pun bila dimakan terus-terusan pun suatu hari akan terasa hambar. Begitupun rasa sakit yang dirasakan vampir. ‘ah, sakit’ mungkin itu saja yang terpikirkan oleh mereka. Toh nanti juga sembuh dan rasa sakitnya menghilang.
Sehingga kematian adalah impian para vampir. Walaupun tak semuanya menginginkannya. Contohnya Krul dan Ferid yang sudah Lelah dan bosan dengan dunia. Krul muak dengan takdir yang ditetapkan untuknya. Makanya setelah dapat bertemu dengan Asuramaru Krul berniat untuk mati dan meninggalkan dunia.
Tapi Mika tak ingin. Setelah mengetahui dirinya adalah anak dari Sikamadu dan dia tak lain dan tak bukan adalah ‘the fallen angel’. Mika membawa beban mengembalikan kemanusiaan dan keseimbangan ke dunia. Mika senang dia dapat bertemu Kembali dengan Yuu dan dapat menghidupkan Kembali kawan-kawan pantinya. Menghidupkan orang-orang mati demi kemanusiaan itu harus mengorbankan vampir, terompet, dan kunci sakral.
Krul dan Ferid sudah bersiap karena mereka memang mau mati. Ketika ritual tengah dilaksanakan Mika berkelumit dengan pilihan. Bila dia bisa mengembalikan kemanusiaan, bertemu Kembali dengan kawan panti dan Yuu. Namun juga hidup abadi. Bayangan Krul tenggelam dalam cahaya ditengah ritual semakin menghilang dalam cahaya dan musnah membuat sesuatu dari dalam dirinya- Mika sendiri pun tak tahu setaunya vampir tak memiliki hati dan perasaan. Hatinya terasa aneh membayangkan Krul lenyap.
Mika tidak akan membiarkan Krul mati.
“APA yang kau lakukan hah!!”
Ritual telah berjalan 95%. Mika menarik tepat ketika kunci sakral hendak aktif sepenuhnya. ‘segitu inginnya kau mati Krul..’
Krul mencoba mengejar ‘ledakan’ yang terjadi didepan mereka namun Mika menahannya. Setelah mengetahui identitas dirinya kekuatan Mika keluar sepenuhnya.
“tidak”
“berhenti”
“Lepas!!” Krul terus mencoba melepas genggaman Mika namun nihil.
“TIDAKKK!!” ‘ledakan itu selesai’
“ karena aku akan kesepian.” Mika menatap Krul.
