Adult Content Warning
This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.
-
Tags
Summary
“Kamu tahu,” Ryusei mengelus kulit paha Sae yang merentang duduk menimpa pangkuannya. “Untuk seorang pegawai kantoran biasa, kulit kamu benar-benar halus. Wajah kamu tampan. Wangi kamu enak,” Pria itu mendekat untuk menyerok aroma yang menguar dari jenjang leher Sae. Tekanan menghimpit dadanya untuk bersabar. Semakin Ryusei menahan diri, tarikan Itoshi Sae semakin memikat.
“Untuk seorang pegawai kantoran, riasan matamu terlalu tebal, ombre merah mudamu terlalu binal, dan tindik telingamu terlalu banyak.” Sae berhenti melepas kemeja dan mengelus daun telinga Ryusei yang berkilauan berkat ragam bahan metal yang menancap. Ia sendiri baru menampakkan belah dada pucat yang mengintip dari balik selubung kerah kemeja.
“Mana mungkin aku pegawai kantoran biasa?” Ryusei berujar kalem dan membimbing tangan Sae untuk kembali meneruskan membuka kancing kemejanya dengan sakral. “Lanjutkan. Aku mau lihat.”
Series
- Part 4 of dambaan dan semerta
