Actions

Work Header

romantic dinner (but not us and our table)

Summary:

rencana awalnya simpel: booking, dinner, lamaran. tapi pas udah sampai lokasi kok jadi kompleks ya.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Memasuki masa-masa yang penuh dengan kumpul keluarga, kerap sekali pertanyaan “kapan nikah?” dan segala follow up question-nya didapatkan oleh Wonwoo.

 

Wonwoo sudah memikirkan upaya agar tidak terlalu diserbu pertanyaan tersebut, yaitu dengan melamar kekasihnya. Setidaknya, itu akan memperjelas keseriusan hubungannya dengan pacarnya, pikirnya. Sebagian dari dirinya juga ingin berhenti dicap sebagai penjaga jodoh orang karena belum lanjut ke tahapan yang lebih serius.

 

Kali ini, Wonwoo serius. la ingin melamar Chan untuk menjadi pendamping hidupnya. Maka dari itu, pria bermarga Jeon sudah mengatur tempat yang romantis dan nyaman untuk makan malam berdua.

 

“Kak, kalau aku mabuk laut pas nanti lagi makan gimana?” Heran, bukannya fokus milih makanan, Chan malah mengeluarkan pertanyaan out of the box. Herannya lagi, bukannya kesal, Wonwoo malah merasa gemas dengan kelakuan pujaan hatinya itu.

 

“Nanti aku suruh nahkodanya berhenti dulu di rest area terdekat.” Keduanya pun tertawa karena omong kosongnya dan segera memanggil pelayan untuk memesan makanan yang diinginkan.

 

Yang lebih tua sengaja mengambil alih peran dalam pesan-memesan sekalian memberi isyarat kepada sang pelayan untuk melakukan hal sesuai dengan instruksinya ketika booking tempat untuk makan malam ini.

 

Yang lebih muda? Tentu saja hanya menyumbang ucapan terima kasih ketika pelayannya sudah selesai mencatat pesanan mereka.

 

“Sambil makan bakal ada atraksi lumba-lumba loncat gak ya?” tanya Chan kembali. Wonwoo mengeluarkan tawanya sementara di dalam hatinya berterima kasih karena sudah membuat perasaannya tidak terlalu tegang.

 

Selang sepuluh menit, Wonwoo dapat melihat pelayan datang ke arah meja mereka – tentu saja dari arah belakang Chan agar ia tidak bisa melihat – membawa setangkai bunga mawar di nampan yang ditutupi oleh tudung saji.

 

Wonwoo sudah bersiap untuk mengutarakan perasaannya ketika pelayannya mendekat, tetapi ternyata fokus Chan teralihkan ke pasangan yang berada di meja sebelahnya. Pasangan tersebut juga sedang melakukan lamaran dan disertakan dengan memberi sebuket bunga mawar. Suasana di atas kapal tersebut mendadak ramai dengan orang-orang yang bersorak-sorai ‘say yes!’ agar lamarannya diterima.

 

Setelah kejadian pencurian-spotlight-lamaran, sepasang kekasih itu menikmati makan malam mereka dengan sesekali bersenda gurau, atau mungkin yang dapat bercanda hanyalah Chan sebab Wonwoo sibuk memutarbalikkan otaknya untuk rencana lamaran yang tadi telah gagal. Akhirnya, pria berzodiak Cancer itu mengikuti jejak pelamar sebelumnya karena Chan terlihat kagum dengan proses lamaran pasangan tersebut.

 

Sekarang pelayan sudah mendekati meja keduanya dengan membawa sebuket bunga mawar. Lagi-lagi Wonwoo sudah bersiap untuk membuka mulutnya sampai matanya menangkap Chan memandangi sesuatu di belakangnya. Rupanya, pasangan yang duduk di belakangnya juga sedang melakukan lamaran dan kini disertakan dengan memberi bunga mawar yang dibentuk menjadi hati di atas troli.

 

“Romantis banget orang-orang malem ini! Semoga mereka bahagia terus!” reaksi Chan terhadap dua lamaran yang ia saksikan. Wonwoo tidak tahu harus bereaksi seperti apa lagi selain pura-pura tersenyum dan kembali menyuruh pelayan untuk membawa pergi bunga mawar yang telah disiapkan.

 

Gak tau aja dia kalau gue juga mau romantis malem ini, batin Wonwoo sembari memotong steik daging di piringnya secara kasar karena rencananya gagal total.

Notes:

inspired by a scene from the chinese drama “my girlfriend is an alien” (very worth the joke and humor if i must say). original post: https://x.com/dinokuaci/status/1648723170256617472. and thank you for reading!!!