Actions

Work Header

One More Time

Summary:

FangBoy/ BL/ r18/ Hanya sedikit pengubahan imajinasi antara Fang dan Boboiboy di animasi Boboiboy Galaxy Windara yang ingin Ica bagi. Di sarankan untuk melihat animasinya terlebih dahulu sebelum membaca. Chapter yang terpublikasi sesuai dengan episode/ ichadray

Chapter 1: eps 1

Chapter Text

Title: One More Time 

Pairing: Fang x Boboiboy 

Genre: Romantis, Adventure, Drama 

Rating: semi M (M for Mature Contacts)

Disclaimer: Animonsta dkk

OMT: Ichadray 

Warning: BL | 18+ | semi Cannon| etc..

Summary: Alur Fang dan Boboiboy yang menjalankan misi bersama sebagai sepasang kekasih dalam animasi Boboiboy Galaxy Windara.

 

An : hanya sedikit pengubahan imajinasi antara Fang dan Boboiboy di animasi Boboiboy Galaxy Windara yang ingin Ica bagi.

Ica sarankan untuk melihat animasinya terlebih dahulu sebelum membaca. Chapter yang terpublikasi sesuai dengan episode.

...

 

 

 

 

 

Gemerlapan batu permata bersinar indah, berwarna dan menumpuk dalam bebatuan yang bertingkat membentuk pelindung yang mengelilingi sebuah kepompong biru yang diam.

 

Tempat yang cukup gelap, pencahayaan batu-batu permata tidak lebih terang dari banyaknya tumbuhan dan jamur besar yang bersinar menawan dikelilingi kunang-kunang. 

 

Di tengah cantiknya tampilan yang dijaga oleh beberapa pengawal berpakaian lengkap, kupu-kupu kecil hinggap di atas  sebuah bunga yang memancar terang, mengepak dan terbang setelah mengawasi kepompong biru yang sudah mengeluarkan isinya.

 

 

.

.

.

Boboiboy Galaxy Windara 

One More Time 

ICHADRAY 

.

.

.

 

 

Pagi yang cerah di sebuah kedai cokelat yang terkenal di pulau rintis, Boboiboy dan Tok Aba tengah membereskan beberapa peralatan bersama Ochobot yang beralih menyusun semua piring yang berjejer rapi.

 

Terlalu damai, Boboiboy menikmati harinya dengan Tok Aba untuk melayani pembeli. Tok Aba masih mencuci cangkir saat Gopal datang tanpa diundang hanya untuk memesan spesial ice cokelat yang selalu berhutang.

 

 

"Halo, selamat pagi Boboiboy!" Gopal duduk tenang penuh percaya diri, menyapa sahabat baiknya terlebih dahulu.

"Ah, seperti biasanya Tok Aba..!" Lanjut Gopal menampilkan cengiran melihat Tok Aba yang mendengus maklum namun,masih tetap mengerjakan pesanannya.

 

 

Boboiboy terkekeh, meletakkan peralatan yang sudah dibersihkan.

"Hei, Gopal. Bukankah kau datang terlalu awal hari ini?" Boboiboy bertanya pelan, jarang melihat Gopal datang lebih pagi dari hari-hari sebelumnya.

 

 

"Biasa.. kudengar lebih awal akan mendapat diskon, bukan?!" Gopal menjawab santai, berpose guna melengkapi kepercayaan dirinya tentang diskon yang ia ucapkan. Itu tidak lebih baik, bahkan dua ekor burung yang bertengger di dahan dan mendengarkan hanya menggelengkan kepala, terlalu mudah bagi Gopal mendapatkan diskon dan selalu berbicara tentang makanan.

 

 

"Sama sekali tidak." Ochobot berucap tegas, tidak peduli akan raut wajah Gopal yang menampilkan cengiran humor bersama Boboiboy yang tertawa. Gelak itu lebih terdengar saat menemukan Gopal yang terjungkal akibat angin yang berhembus kencang dari atas.

 

 

 

Kapal angkasa yang sedang terbang tanpa arah itu adalah milik Fang. 

"Astaga, kapal angkasa milik Fang, apakah dia sedang dalam bahaya?" Gopal berasumsi sendiri, tampak berbahaya bagi Gopal yang melihatnya terbang dengan gerakan acak yang cepat. Pemuda yang mempunyai kuasa manipulasi molekul itu sedikit panik, tidak menyadari bagaimana Boboiboy tersenyum manis memandang kapal angkasa yang dijalankan.

 

"Tidak dalam bahaya, Fang sedang melatih menandu di sana." Boboiboy terkekeh kecil, menatap hangat berharap menemukan kekasihnya yang sedang menjadi pemandu kapal angkasa di balik kaca tebal yang terpasang.

 

Ochobot menyadarinya dan power sphera kuning itu sedikit menyenggol lengan Boboiboy yang langsung tersipu.

 

"Sedang memandu? Dengan siapa?" Gopal kembali duduk, menyipitkan matanya guna menemukan sesuatu di dalam sana.

 

"Ying dan Yaya, mereka berdua bersikeras untuk bisa mengemudikan kapal angkasa." Boboiboy tersenyum, bangga mempunyai teman-teman yang mempunyai ambisi untuk sesuatu yang baru dan berguna, ia hanya berharap Fang tidak begitu kesal mengajarkan jika melihat bagaimana kapal angkasa bernama Lily itu  beroperasi buruk sampai jatuh dan hampir rusak.

 

Gopal tertawa terbahak-bahak di antara minuman cokelatnya menemukan kapal angkasa di hadapannya jatuh, merasa terlalu lucu.

 

"Jangan tertawa, setidaknya beri mereka semangat." Boboiboy menegur, tidak ingin dua sahabat perempuan dan kekasihnya yang mengajari ditertawakan seperti itu. Siapa yang tahu mungkin Yaya dan Ying sudah berusaha kesar demi mendapatkan kepercayaan Fang untuk melatih mereka?

 

 

"Maaf, Boboiboy. Itu agak lucu, siapa sangka Ying dan Yaya tidak bisa melakukannya di saat semua ilmu pengetahuan yang mereka pelajari selalu sempurna?" Gopal menghirup kembali cokelatnya, memperhatikan kapal angkasa yang mendarat perlahan. Tampaknya Fang sudah mengambil alih.

 

 

Boboiboy mendengus, mengabaikan kekehan gopal yang terhibur. Ia kembali menyusun kaleng-kaleng cokelat tanpa meninggalkan tatapannya.

 

"Hei, Boboiboy. Aku ingin bertanya sesuatu." Gopal dalam mode serius, menghadap sang pengendali elemen yang menarik sebelah alisnya menunggu.

 

"Apa yang kau sukai dari si landak ungu itu? Kau tahu, aku selalu melihatmu dan Fang berdua di tempat-tempat tertentu." Gopal berbisik pelan.

 

 

Boboiboy seketika merona, mengalihkan pandangan ke arah yang berbeda, menghapus beberapa bayangan panas yang mengelilingi kepalanya begitu Gopal bertanya. "A- apa yang kau bicarakan?!" 

 

 

"Bukan, maksudku seperti Fang itu pemarah dan kasar juga ungu, tidak ada yang menarik darinya, lagi dia itu alien! Aku tidak membicarakan tentang adegan seks kalian yang  tidak sengaja kulihat  saat kau akan lomba memasak dengan Qually." Gopal menjawab santai, tidak menyadari kepulan asap yang mengelilingi Boboiboy karena terlalu banyak berbicara.

 

Boboiboy mengulum bibir, melirik Ochobot dan Tok Aba yang sepertinya tidak mendengar apapun. Ia menghela napas menyadari mereka yang sibuk,l sebelum mendelik kesal ke arah Gopal yang mengedip tidak mengerti.

 

"..."

 

...

.....

 

"Ini yang terakhir, ambil semua ujian tertulis dan dapatkan nilai sempurna dulu, baru kemudian kalian bisa menyentuh kapal angkasa milikku." 

 

 

 Gopal teralihkan saat mendengar keluhan dari sang kuasa bayang yang berjalan mendekat, membuat Boboiboy berterima kasih atas pengalihan perhatian.

 

Boboiboy menggelengkan kepala maklum karena itu hampir seperti yang dilakukan kapten mereka.

 

Boboiboy tersenyum hangat, masih agak merona akibat percakapannya. Ia menerima tatapan mata Fang yang bersalah akan kapal angkasa kesayangan sang kekasih.

 

 

"Astaga, di sekitar sini saja tidak bisa, bagaimana jika nanti ke angkasa?!" Gopal mengejek, senyum penuh humor itu membuat Ochobot terbang menantang.

 

 

"Mudah berbicara, apakah kau bahkan bisa melakukannya?" Ochobot membela, terbang di depan Boboiboy dan Fang yang berdiri berhadapan. 

 

 

"Heh, tentu saja. Minggir, aku akan menunjukannya!" Gopal menengahi, berjalan penuh percaya diri di samping Ying dan Yaya yang merengut, berpikir akan lebih baik kepercayaan diri itu lebih diutamakan saat melawan musuh yang sebenarnya.

 

 

Terlihat Gopal mulai memasuki kapal, menggerakkannya begitu mudah dengan terbang cepat dan membentuk sebuah abjad yang berinisial namanya. Boboiboy, Ying dan Yaya terkesan, tidak melupakan Fang di antara semuanya. Mereka tidak menyangka jika Gopal bisa melakukannya.

 

 

"Bagaimana kau bisa membawa kapal angkasa?" Fang mendekati kapal angkasanya, bertanya heran kepada Gopal yang turun sembari memasang kacamata hitam untuk pamer.

 

 

Fang mendengus, Gopal tidak pernah serius karena menjawab sangat tidak masuk akal, siapa yang bisa membawa kapal angkasa hanya dengan melihat kaki?

 

 Setidaknya Gopal bisa diandalkan. Pemahaman tentang penggunaan kuasa molekul itu dapat mengoperasikannya cukup diterima, atau tidak lebih baik saat Tok Aba mencibir mengenai hutang yang tidak pernah dibayar. 

 

 

Gopal berlari guna menghindari hal-hal yang mengarah pada tunggakan pembayaran ice yang selalu ia pesan, berharap lelucon seriusnya dalam telepon menggunakan tangan bisa menyelamatkannya. 

 

Fang memutar bola matanya bosan, berjalan menuju Boboiboy yang tertawa memaklumi sifat teman gempal mereka tanpa meninggalkan acungan jempol terbaiknya.

 

 

"Nah, Yaya! Ayo kita ulang kajian sampai sempurna untuk lulus ujian memandu kali ini." Ying berucap semangat, tidak sabar dan penuh ambisi di matanya.

 

"Ayo, kita akan menjadi pemandu Tapops yang hebat juga." Yaya menimpali, senyum cerah di wajah yang berkerudung manis.

 

"Baiklah, saatnya untuk studi day!"

 

"Boboiboy, pesan kokoko jatuh dua!"

 

Boboiboy tersenyum melihat sisi Ying dan Yaya untuk semua kesanggupan mereka. Ia mulai mengetik beberapa angka, tahu jika adanya kode tertentu bagi mereka yang akan menuju ke markas.

 

 

"Mereka berdua sangat berambisi." Boboiboy terkekeh geli, beralih mendekati Fang yang duduk di seberangnya.

 

 "Yang biasanya?" Lanjut Boboiboy pelan, mengangguk karena mendapatkan persetujuan Fang akan apa yang ia maksudkan adalah pesanan cokelat yang sudah ia hafal.

 

 

 

"Sepertinya aku akan menyerah, Lily bisa rusak dalam waktu dekat." Fang menghela napas berat, memperhatikan kekasihnya yang imut meracik pesanannya.

 

 

"Bersabarlah, tampaknya Ying dan Yaya bersungguh-sungguh dalam hal ini." Boboiboy tertawa, meletakkan pesanan Fang ke hadapan sang pemuda tampan. Ia tidak menolak saat jemari tangan Fang menarik sebelah tangan kanannya untuk sebuah kecupan manis yang singkat.

 

 

"Mereka harus lebih baik lagi. Apa kau tidak ingin belajar? Aku bisa mengajarimu lebih baik." Fang menarik senyum , hangat melihat bagaimana Boboiboy menunduk manis sambil tersenyum ke arahnya.

 

 

 

Menyelesaikan semua peralatan yang lain, Boboiboy beralih mengambil lap bersih, berniat membersihkan meja untuk menutupi kegugupannya, ia bisa melihat Tok Aba yang tersenyum lebar dari kejauhan pun Ochobot yang berpura-pura sibuk di belakang.

 

 

"Tidak sekarang, aku ingin fokus pada tahapan ketiga kuasaku." Boboiboy menolak halus, bergumam gembira dengan suasananya lsembari membersihkan meja.

 

 

"Baiklah, tapi sepertinya kau sangat senang hari ini? Ada apa?" Fang memperhatikan, banyak hal yang membuatnya selalu menyukai pemuda Elemental di depannya. Ia menyeruput minumannya, menatap sayang pada kekasih manisnya yang tersenyum ke arahnya.

 

Boboiboy menoleh, menghentikan tangannya yang membersihkan meja, ia sedikit tersipu menyadari Fang menikmati minuman dan memperhatikannya, Boboiboy merasa jejak-jejak di sekujur tubuhnya kembali terasa akibat tatapan Fang yang benar-benar terlihat jelas.

 

Mengalihkan pikirannya, ia mengingat bagaimana mereka semua menjalankan misi terakhir kali sebelum menuju bumi.

"Aku hanya lega karena misi kita sebelumnya berhasil. Sangat beruntung kita mendapatkan power sphera Vasbot" Boboiboy selesai dengan kegiatannya, memilih menghabiskan waktu dengan berbincang bersama kekasihnya yang meminta perhatian.

 

 

"Benar, dengan kuasanya akhirnya kita bisa menumbuhkan biji Oukuat lebih cepat." Fang menyemangati, tidak meninggalkan seinci pun pandangannya pada orang yang ia cintai. 

 

 

"Tidak membutuhkan waktu lama sampai pohon Oakuat berbuah dan aku bisa mendapatkan kuasa tahapan ketiga." Timpal Boboiboy ceria, berbinar-binar sebelum duduk di samping Fang yang mempersilahkan.

 

"Aku tahu kau bisa mendapatkannya." Fang tersenyum hangat, menggenggam tangan Boboiboy yang ada di atas meja, senang mendapatkan pengendali elemen tersipu bahkan setelah sekian lama mereka sering melakukannya. Fang sengaja menggoda buku-buku jari Boboiboy, menekannya dan mengusap sayang.

 

 

"Kau selalu melupakannya, kita ada di tempat umum!" Boboiboy menarik tangannya, tidak ingin orang-orang melihat bagaimana ia bisa menjadi merah kapanpun Fang menggodanya.

 

 

"Tok Aba pergi mengambil kaleng cokelat dan ini masih pagi, tidak ada yang melihat kecuali Ochobot." Fang terkekeh, kembali meminum minumannya. Ia tidak pernah bosan menggoda Boboiboy.

 

 

"Dan kau tidak keberatan?" Boboiboy membela, menatap Ochobot yang berkedip juga melayang tanpa peduli.

 

 

"Abaikan saja, lagipula aku hanya robot." Ochobot menjawab yang akan sangat berbeda jika Boboiboy menemukan sang power sphera kuning menjadi seseorang. Mendengarnya membuat Boboiboy merengut masam, tidak tertarik pada seringai Fang yang benar-benar terlihat seperti seorang pangeran kejam.

 

 

"Tetap saja, juga kenapa kau selalu terangsang?!" Boboiboy mendengus, menghentikan sebelah tangan Fang yang diam-diam mengusap pahanya. Ia bangkit ingin menjauh sebelum Fang mengeluarkan kuasa bayang, menangkap tubuh Boboiboy dan  membawanya mendekat untuk sebuah kecupan manis di pipi yang tersipu  terkejut.

 

"Fanggggg..!" Boboiboy menggeram antara malu dan kesal, beruntung bagi Fang karena menghentikan tindakannya dengan cepat sebelum kekasihnya marah dan mengeluarkan kuasa Halilintar.

 

 

 

"Kekasihku sangat imut."

Fang tertawa melihat reaksi menggemaskan Boboiboy, dan itu cukup membuat pemuda bertopi terbalik mengurungkan niatnya untuk membalas dendam. Jarang melihat kekasihnya tertawa lepas, penuh kehangatan dan tatapan yang terfokus padanya. Boboiboy menyadari bahwa dirinya  memang lebih menyukai Fang dengan segala bentuk kepeduliannya walau, itu artinya adalah Boboiboy sendiri yang akan menjadi bahan godaan sang pemuda.

 

Boboiboy menemukan ia tidak keberatan selama Fang menjaga perasaannya dan itu sudah cukup baginya untuk mencintai seseorang seperti Fang dalam hidupnya.

 

Pembicaraan mereka terpotong saat seekor kupu-kupu biru yang bersinar datang, membuat mereka terkejut melihat bagaimana tampilan kupu-kupu yang seperti hologram menunjukkan sebuah kepompong besar berisi Gopal di dalamnya.

 

"Jika kau ingin sahabatmu selamat, datanglah seorang diri di taman. Aku menanti kedatanganmu Bobiboy." Terlepas dari panggilan nama yang   aneh dan tidak benar, suara itu terdengar dari kupu-kupu yang kini terbang menjauh meninggalkan dua orang pemuda dan satu power sphera yang bingung apakah mereka benar-benar akan menyelamatkan Gopal atau apakah ini sebuah jebakan. 

 

Merasa bahwa ini bukan sekedar jebakan, lagi pula terkadang Gopal bisa sangat mengkhawatirkan karena selalu terjebak dalam perkara orang-orang jahat yang menginginkan kekuasaan. 

 

"Apa yang terjadi pada Gopal?! Kita harus segera menyelamatkannya! " BoBoiBoy merasa mereka perlu menyelamatkan Gopal secepatnya, kupu-kupu itu mengatakan bahwa ia hanya perlu datang ke taman. 

 

 

"Sebentar, kita perlu rencana untuk menyelamatkan Gopal jika memang Gopal ditangkap oleh orang jahat."

Fang menghentikan tindakan BoBoiBoy yang terburu-buru, memaklumi kekasihnya yang terkadang bisa sangat khawatir dan bertindak tanpa rencana. Ia meletakkan Boboiboy di sampingnya menggunakan kuasa bayang, menenangkan Pemuda elemental untuk tidak terlalu panik sebelum mereka membuat strategi dan rencana penyelamatan yang tidak terlalu jelas. 

 

"Begini, Aku akan menyelamatkan Gopal dan kau coba untuk mengalihkan perhatian siapa yang akan muncul nanti di taman. " Fang menjelaskan tenang berharap kekasihnya tidak gegabah dengan mengambil semua tanggung jawab yang ada. Ia hanya berharap agar BoBoiBoy tidak apa-apa , bukan berarti mereka tidak waspada tapi, siapapun yang muncul di sana pasti memerlukan jam kuasa atau apapun yang ada pada mereka. Fang akan melindungi kekasihnya apapun yang terjadi. 

 

 

Setelah berpamitan dengan ochobot dan meminta izin pada tok Aba, Fang dan BoBoiBoy mulai bergerak, mulai dengan rencana awal mereka.

 

BoBoiBoy mengangguk, berlari ke taman yang disebutkan, mencari keberadaan Gopal atau siapapun yang mencoba mengganggu mereka semua, tidak sebelum Fang menariknya kembali dalam dekapan sebentar.

 

"Hati-hati." Fang menatap cemas, membuat Boboiboy tidak bisa meninggalkan senyumnya guna menenangkan sang alien yang begitu menyayanginya. Boboiboy melepaskan dekapan, berjinjit untuk mengecup cepat pada bibir tipis kekasihnya yang diam.

 

 

"Aku tahu." Boboiboy membalas hangat, pergi dari sana sebelum Fang kembali mencegatnya karena cemas.

 

 

.

.

Boboiboy Galaxy Windara 

One More Time 

ICHADRAY 

 .

.

 

 

 

"Tampaknya, hero bumi Bobiboy telah tiba." kembali, kupu-kupu itu terbang bergumam dengan panggilan nama yang salah.

 

 

"Hei, namaku BoBoiBoy!" BoBoiBoy menjawab kesal, merasa seseorang benar-benar mempermainkannya dengan sebuah nama yang 

 kehilangan satu huruf.

 

Kupu-kupu itu terbang menuju seseorang yang bersetelan aneh dengan sebuah topi koboi yang besar tampilan itu cukup menarik meskipun BoBoiBoy lebih kagum pada bagaimana kupu-kupu itu bisa terbang dan menghilang diantara tubuh seorang pemuda yang dengan sadar mengatakan bahwa dia tidak beradab.

 

"Siapa kau?! Apa yang kau lakukan pada Gopal!" BoBoiBoy menyela, tidak ingin membuang-buang waktu dengan sebuah perkenalan tanpa adanya tindakan mengalihkan agar Fang bisa menyelamatkan Gopal.

 

"Namaku maripos,"

 

Boboiboy memerhatikan, mencoba siap pada perkenalan yang sepertinya belum selesai.

 

"Sebagai seorang pengembara, aku sudah melihat berbagai macam keajaiban dan planet di dalam galaksi ini. Tidak terkecuali di sini, aku melihat adanya keajaiban yang luar biasa, penguasa elemental Retakka yang hebat dan kejam telah dikalahkan oleh seorang anak di bumi. Juga, dia bukan tewas oleh seorang penguasa yang gagah perkasa, melainkan oleh seorang bocah laki-laki sepertimu." Lanjutkan percakapan yang ringan, Boboiboy merasa sedikit kesal akan ejekan yang samar dalam beberapa kalimat yang ia dengar.

 

 Diam-diam Boboiboy melirik, melihat ke atas pohon yang menggantung kepompong besar berisi Gopal yang tertidur dan di dalamnya. Ia bisa melihat Fang di baliknya, berharap pengalihan perhatian pada alien bernama Maripos bisa membantu Fang melepaskan Gopal menggunakan kuasa bayang.

 

 

Pria Maripos menantang Boboiboy, ingin melihat bagaimana pengguna Elemental itu mengeluarkan kuasa dan bertarung dengannya, imbalannya adalah keselamatan Gopal. 

 

 

Fang hampir berhasil saat Maripos menghentikannya dengan gerakan yang cepat, membuatnya keluar dari tempat persembunyian.

 

"Mengecewakan, aku sudah mengatakan untuk datang seorang diri. Apakah ini yang dilakukan oleh orang bumi..-"

 

 

 

Ucapan Maripos terpotong begitu Fang menggeram kesal, tidak menyukai siapapun yang mencoba meremehkan ia dan Boboiboy yang lebih mementingkan keselamatan rekan tim mereka.

 

 

Fang memberikan isyarat kepada Boboiboy saat kuasa bayang yang ia keluarkan untuk menyerang maripos. Mereka mulai bertarung dan Feng membiarkan BoBoiBoy lebih baik menyelamatkan Gopal alih-alih bertarung dan terluka karena mereka tidak tahu apa kekuatan musuh mereka sekarang

 

 

Boboiboy beralih melepaskan Gopal selagi Fang bertarung menggunakan kuasa bayang tahapan ketiga dan Boboiboy sungguh ingin memuji kekasihnya yang keren dalam balutan bayangan di waktu yang tepat.

 

 

Pertarungan itu sengit, Fang akan lebih lebih bersemangat jika Maripos bertarung secara langsung daripada berbicara terus menerus. 

 

 

Boboiboy menarik kepompong, terlalu sulit mengeluarkan Gopal dari dalam sana karena sangat tebal dan lengket. Ia mengalihkan pandangan saat Fang terjatuh akibat serangan belakang ke arah vital yang membuat pengendali bayang itu kesakitan dan hilang kesadaran.

 

Adrenalin terpacu, Boboiboy tidak menyukai bagaimana cara Maripos menyerang Fang dengan cara pengecut seperti itu. Kemarahannya terpancar, tidak ada yang boleh melukai kekasihnya.

 

Kuasa Halilintar dikeluarkan, bergerak cepat dalam kemarahan menggunakan pedang dan kilat yang menyambar. Boboiboy mendengus dingin, kekuatannya seperti tidak berguna melihat Maripos menantang dengan cara yang tidak ia bayangkan.

 

 

Boboiboy belum pernah melihat kekuatan yang dilakukan oleh Maripos, itu agak menarik baginya karena menggunakan ilusi dan kepulan kupu-kupu yang terbang, membuat Boboiboy kewalahan menghadapinya.

 

 

Memperhatikan dengan seksama, Boboiboy mulai berpikir untuk menangkap maksud Maripos yang kini beralih menggunakan tongkat seperti kipas, ia mengabaikan Gopal yang hampir jatuh di dahan sana.

 

 

Merasa pikirannya benar, Boboiboy mengalihkan kuasanya, mengeluarkan kuasa Taufan dalam penyerangan terhadap Maripos yang seakan senang dengan kuasa yang ia pakai.

 

Hoverboard melayang cepat, Taufan menyerang menggunakan bola-bola agin yang besar pun pada pengalihan kecepatan tinggi yang sama. Ilusi kembali berhadapan dan Boboiboy yang berubah menjadi Taufan itu memberikan cengiran humor karena sudah mengetahui trik Maripos tengah memegang kipas kupu-kupu yang mencolok. Mereka akan memasang pertaruhan di akhir sebelum Ying dan Yaya menghentikan, tidak meninggalkan satu orang lagi yang hadir di antara mereka.

 

"Kenapa kalian menghalangi?! Mereka sudah menculik Gopal dan menyakiti Fang!" Boboiboy masih dengan amarahnya, berubah kembali setelah melihat Fang berlari menuju arah mereka.

 

 

"Sebentar, Boboiboy. Mereka bukan seperti yang kau pikirkan." Yaya menengahi, menenangkan Boboiboy yang masih belum mengetahui kebenarannya.

 

"Fang, bagaimana, apakah kau baik-baik saja?" Boboiboy beralih memeluk kekasihnya yang mendekat, cemas mengingat Fang tidak sadarkan diri sebelumnya.

 

"Tidak apa-apa, Ying dan Yaya sudah menjelaskan. Apa kau terluka?" Fang melepaskan diri, melihat dan memeriksa apakah tubuh pemuda kesayangannya terluka. Manik keunguan mendelik tajam pada Maripos saat pertanyaan terlontar.

 

"Aku baik. Apa yang sebenarnya terjadi?" Boboiboy menghela napas lega, tersenyum manis mendapatkan usapan sayang di kedua pipinya.

 

 

"Izinkan aku memperkenalkan, pengguna asal elemen beliung, Tuanku Kuputeri." Maripos berdehem memecah fokus, sadar pada tatapan mengancam Fang.

 

"Salam perkenalan. Senang bertemu denganmu Boboiboy." Sang atensi mulai berbicara setelah Maripos memperbaiki panggilan nama yang salah.

 

Mereka semua memerhatikan dan Boboiboy sungguh terkesan dengan Tuan Kuputeri yang disebutkan begitu tudung dari jubah berwarna biru itu disingkap. 

 

Sama seperti nama yang seperti kupu-kupu, tampilan dari Tuan Kuputeri begitu mempesona, cantik dengan keanggunan seperti layaknya penguasa. Tidak membutuhkan banyak waktu untuk melihat dan menyimpulkan jika Tuan Kuputeri sangat penting dalam hal ini.

 

"Maaf sebelumnya, aku yang meminta Maripos untuk menguji sejauh mana penguasaan elemen milikmu." Tuan Kuputeri melanjutkan, rasa bersalahnya membuat Boboiboy enggan pada mereka. Fang yang melihatnya mendengus, merengkuh kekasihnya dalam diam 

 

 

"Maafkan Patih, Tuanku. Patih sudah mencobanya tapi, Boboiboy hanya mengeluarkan elemen tahapan kedua." Maripos menimpali dan Fang benar-benar tidak menyukai Maripos terlepas dari mereka yang datang menguji.

 

 

 

"Aku belum mendapatkan tahapan ketiga. Tapi, untuk apa Tuanku dan Maripos datang ke sini mencari ku?" Boboiboy menggenggam tangan Fang yang bertengger di pinggangnya, mengerti ungkapan Fang untuk menguatkan pikirannya yang bertanya-tanya.

 

Tuan Kuputeri mendekat, tersenyum pada sepasang kekasih yang samar-samar masih menatap waspada. Fang memiliki firasat yang buruk tentang ini..

 

 

 

"Kami ke sini membawa hajat yang besar, Boboiboy. Aku perlu mengambil kuasa beliung milikku semula." 

 

 

.

.

.

TBC

Lanjut eps 2

Silahkan jejaknya jika berkenan..