Actions

Work Header

Rating:
Archive Warnings:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 1 of Kuroo Tetsurou Series
Stats:
Published:
2024-06-26
Words:
864
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
26
Bookmarks:
1
Hits:
252

Kuroo Tetsurou jatuh cinta

Summary:

Kuroo Tetsurou jatuh cinta, dan Sawamura Daichi adalah pelakunya.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Kuroo Tetsurou jatuh cinta.

Saat pertama kali bertemu dengan Sawamura Daichi dalam latih tanding antara Nekoma dan Karasuno, Kuroo menilai pria ini sebagai tipe yang terlihat sebagai orang baik.

Tapi ternyata dia lebih dari itu.

Kuroo menilainya selama pertandingan. Daichi adalah kapten yang tegas, namun dia bisa memposisikan diri dan mengatur suasana antar anggota. Jika dibandingkan dengan kapten Fukurodani, Kuroo akan memilih Daichi dengan mudah.

Ah, dia sudah jatuh pada No. 1 Karasuno itu.

Setelah pertandingan 6 set mereka selesai (terima kasih untuk Hinata yang tidak berhenti meminta sekali lagi), Kuroo memberanikan diri meminta nomor ponsel milik Daichi.

“Sawamura,” Kuroo mendekati kapten Karasuno yang sedang memandangi Hinata dan Kageyama berdebat. Daichi menoleh, “ya?” 

Kuroo mengeluarkan ponselnya, “boleh aku meminta nomormu, Sawamura? Untuk jaga-jaga kedepannya mungkin kita bisa bertanding lagi.” Very smooth, Kuroo.

Daichi langsung mengangguk dan meraih ponsel Kuroo, memasukkan nomor miliknya, “silahkan hubungi aku kapan saja, Kuroo.” Kuroo bersorak dalam hati, “tentu, Sawamura.”

Setelahnya, tidak terhitung berapa pesan yang sudah mereka kirimkan satu sama lain. Entah itu dalam hal volley, atau sekedar menanyakan apa yang terjadi pada hari itu. Komunikasi mereka tidak pernah terputus, kecuali pada hari saat Karasuno kalah melawan Aoba Johsai.

Seharian itu sama sekali tidak ada pesan dari Daichi, membuat Kuroo merasa gelisah selama hari itu bahkan Coach Nekomata menyadari kondisi Kuroo dan menyuruhnya beristirahat.

Pesan dari Daichi datang saat Kuroo sedang mereview pelajarannya pada hari itu. “Kami kalah.” Setelah membaca pesan dari Daichi, Kuroo langsung menelpon pria itu tanpa basa-basi.

Suara isakan yang terdengar dari ponselnya cukup untuk membuat Kuroo terdiam. Malam itu, dia tidak mengatakan banyak hal, menemani Daichi yang menangis sampai pria di seberang sambungan tertidur.

Hari itu, untuk pertama kalinya, Kuroo berharap dia bersekolah di Karasuno.

Waktu berlalu, Coach Nekomata mengumumkan pada mereka bahwa summer camp tahun ini Karasuno akan turut ikut serta. Sepertinya Kuroo gagal menyembunyikan reaksi kebahagiaannya karena Yaku menanyakan padanya apa hubungannya dengan Daichi saat mereka merapikan gymnasium.

“Kami tidak memiliki hubungan apa-apa.” Jawab Kuroo, yang dibalas oleh tatapan tidak percaya dari Yaku dan juga Kai yang ikut mendengarkan.

Selama Summer Camp berjalan, Kuroo bisa melihat perkembangan pesat dari Daichi dan Karasuno, terutama pada Hinata dan Kageyama. Dalam hati Kuroo bersyukur kekalahan mereka pada Aoba Johsai tidak meruntuhkan semangat tanding Karasuno.

Karena itulah Kuroo menarik Tsukki untuk bergabung dalam latihannya dengan Bokuto dan Akaashi. Jika seluruh anggota Karasuno semakin berkembang, Kuroo tidak akan mendengar lagi tangisan Daichi yang menyesakkan hatinya itu. Jika ada tangisan, maka itu tangisan bahagia.

Di hari ke-3 Summer Camp, setelah makan malam Kuroo mendengar suara pantulan bola dari salah satu gedung. Kuroo menoleh ke dalam dan menemukan Daichi yang sedang berlatih sendirian.

“Kau tidak istirahat?” Kuroo melangkah mendekati Daichi. Daichi menoleh saat mendengar suara Kuroo, “masih banyak waktu sebelum waktu tidur. Aku belum puas berlatih.”

Kuroo menaikkan alisnya, pria ini benar-benar. Padahal seluruh anggotanya sudah istirahat, namun sang kapten masih saja berlatih sendirian. Suatu ide muncul di kepala Kuroo untuk menghentikan latihan Daichi.

“Hey,” Kuroo memanggil Daichi.

“Apa? Jika kau tidak berniat membantu, pergilah. Aku sibuk.” Jawab Daichi tanpa menoleh.

“Aku berniat membantu! Sini, aku akan menunjukan teknik yang hanya bisa digunakan oleh kita.” Kuroo mendekati Daichi dan mengambil bola yang ada di tangannya.

Daichi menaikkan alisnya, “teknik?”

Kuroo mengangguk, “akan aku perlihatkan. Tutup matamu.”

Daichi menggerutu namun tetap menuruti perkataan Kuroo. Kuroo tersenyum, dia melempar bola volley ke sembarang arah dan mendekati Daichi.

“Kok bolanya dilempar?” Tanya Daichi saat mendengar suara bola. Tidak mendapat jawaban dari Kuroo, Daichi membuka matanya hanya untuk menemukan wajah Kuroo sudah sejengkal persis di depannya.

Tanpa menunggu lebih lama, Kuroo mencium si No. 1 Karasuno itu. Daichi sempat terkejut, namun pada akhirnya dia mengikuti permainan Kuroo dan memejamkan mata, mengalungkan tangannya di leher Kuroo.

Ciuman itu berlangsung lama dan baru berakhir saat Daichi memukul dada Kuroo pelan karena mulai kehabisan nafas. Kuroo melepasnya dengan tidak rela, senyuman puas terlihat di wajahnya saat melihat muka merah Daichi yang berusaha mengambil nafasnya.

Daichi melotot pada Kuroo, “itu bukan teknik volley!”

Kuroo tertawa, “siapa yang bilang aku mau kasih tau teknik volley, sayang? Kamu aja yang terlalu polos.”

Daichi bersungut kesal dan menginjak kaki Kuroo, membuat si kapten Nekoma mengaduh, “aduh, Dai! Sakit! Teganya kamu sama pacar kamu.”

“Rasain. Siapa suruh kayak gitu. Padahal tinggal ngomong aja aku kasih.” Jawab Daichi kesal.

Kuroo merangkul Daichi setelah meredakan sakit di kakinya, “Coba contohin gimana mintanya.”

Daichi tersenyum, “kayak gini, Tetsu.” Daichi menarik leher Kuroo dan mencium pacarnya itu. Kuroo tertawa dalam hati, balas mencium Daichi. Sungguh, dia tidak menyesali keputusannya mengajak pria ini berpacaran di hari Karasuno kalah melawan Aoba Johsai.

Kuroo Tetsurou jatuh cinta, dan Sawamura Daichi adalah pelakunya.

***

“Kan sudah aku bilang, mereka sudah berpacaran! Mana, berikan uang kalian!” Yaku tersenyum puas pada Kai dan Suga.

Ketiganya sedang mencari kapten mereka saat menangkap basah Kuroo dan Daichi berciuman di salah satu gedung tempat mereka melaksanakan Summer Camp.

Suga menghela nafas dan meraih uang di sakunya, “Daichi terlalu hebat menyembunyikannya. Bagaimana aku bisa tau?!”

Kai ikut menghela nafas dan menyerahkan uang pada Yaku, “aku akan meminta pertanggungjawaban Kuroo setelah ini.” 

Yaku tertawa, dia sudah menyadari gerak-gerik Kuroo, dan sungguh, bocah itu benar-benar payah dalam menyembunyikan perasaannya.

Yaku harus berterima kasih pada Kuroo dan Daichi setelah ini.

Notes:

When the ship so rare you start making your own crumbs... silahkan menikmati KuroDai nation

Series this work belongs to: