Actions

Work Header

Kuroo Tetsurou Cemburu

Summary:

Kuroo sebenarnya bukan orang yang mudah cemburu. Dia percaya pada orang yang dia cinta, dan menurutnya itu saja sudah cukup.

Tapi kenapa susah sekali ya mengontrol ekspresinya saat melihat Bokuto bertingkah flirty pada pacarnya?

Work Text:

Kuroo sebenarnya bukan orang yang mudah cemburu. Dia percaya pada orang yang dia cinta, dan menurutnya itu saja sudah cukup.

Tapi kenapa susah sekali ya mengontrol ekspresinya saat melihat Bokuto bertingkah flirty pada pacarnya?

Yang jadi objek cemburu, si kapten Karasuno, aka Sawamura Daichi hanya tertawa-tawa saja mendengar semua godaan Bokuto.

Kuroo kesal! Kenapa Daichi tidak berusaha, entahlah, menolak godaan Bokuto?! Kenapa dia hanya tertawa yang sialnya dia terlihat sangat indah saat melakukan itu?! Membuat Kuroo semakin jatuh cinta saja!

Yaku yang sedari tadi memperhatikan ekspresi Kuroo tertawa dalam hati, kemudian dia berbisik pada Kai sambil menyuruhnya melihat ke arah Kuroo, Daichi, dan Bokuto, “sepertinya sebentar lagi Kuroo dan Sawamura akan berhenti backstreet.”

Kai melihat ke arah yang ditunjuk Yaku dan mengangguk setuju, “kalau begitu, Suga akan kembali kalah dalam taruhan kita.”

Iya, ketiganya bertaruh kapan Kuroo dan Daichi akan mempublikasikan hubungan mereka. Yaku dan Kai, mengetahui tabiat Kuroo, bertaruh bahwa sebelum Summer Camp berakhir pasti keduanya akan mempublish hubungan, sementara Suga bertaruh bahwa pasangan itu tidak akan mempublish sebelum Summer Camp berakhir.

Di sisi lain, rasa cemburu Kuroo semakin membara saat Bokuto mulai memegang-megang pinggang Daichi. Bokuto juga membisikkan sesuatu pada Daichi yang membuat no 1 Karasuno itu tertawa.

Oke! Sudah cukup!

Kuroo berjalan menghampiri mereka berdua. Bokuto langsung menyapanya, “yo! Kuroo! Aku baru saja memberitahu Sawamura cerita menarik, kau ingin dengar?”

Kuroo tersenyum tipis, dia tidak menjawab Bokuto, namun tangannya bergerak melepas rangkulan Bokuto pada Daichi, membuat Daichi dan Bokuto menatapnya bingung.

Di tengah kebingungan, Kuroo merangkul pinggang Daichi dan mencium pipinya. Tentu saja hal itu membuat Daichi melotot kaget, pipinya bersemu merah saat menyadari Kuroo mencium pipinya di hadapan Bokuto dan seluruh peserta Summer Camp.

Bokuto membelalak kaget, “???? KALIAN PACARAN??? SEJAK KAPAN???” Teriakan Bokuto diikuti oleh teriakan terkejut anak-anak Karasuno dan Nekoma melihat kedua kapten mereka bermesraan.

“DAICHI-SAN????”
“KUROO-SAN? KALIAN BERPACARAN?”
“SEPERTINYA AKU NGELINDUR KARENA TERLALU BANYAK LATIHAN!”
“SIAL AKU KALAH TARUHAN LAGI!”

Kuroo sang pelaku hanya tertawa puas, sementara Daichi masih terpaku syok di rangkulan Kuroo. Beberapa saat setelahnya barulah dia tersadar dan mencubit pinggang Kuroo sebal.

“Aw! Sakit!” Kuroo mengaduh pelan.

“Kamu! Katanya backstreet?! Kenapa cium aku disini?!” Daichi mengomel dengan muka yang masih merah karena terkejut dan malu, meskipun ada rasa senang karena dia tidak perlu bersembunyi lagi.

“Maaf… aku cemburu… kamu marah…?” Kuroo menatap Daichi memelas.

Daichi, yang ditatap seperti itu tentunya tidak bisa marah, akhirnya menghela nafas, “nggak, aku nggak marah.”

Kuroo tertawa dan memeluk Daichi erat, yang dipeluk hanya tertawa kecil dan membalas pelukan Kuroo. Ya sudahlah, toh sudah terjadi juga.

“PAJAK JADIANNN!!!!” Pelukan keduanya terlepas saat Nishinoya, Tanaka, Hinata, Yamamoto dan Lev menghampiri pasangan itu dan meloncat-loncat bersemangat.

Keduanya tergelak, “oke oke, setelah ini akan kutraktir kalian semua!” Jawab Kuroo diikuti sorakan yang lain.

“KALAU BEGITU SEKALIAN GANTI RUGI TARUHANKU!”
“YEU KALAU ITU SALAHMU SENDIRI!”

***

Akaashi yang daritadi hanya menggeleng pelan sambil tertawa kecil, dia menoleh pada Bokuto yang sudah berdiri disebelahnya setelah diam-diam melarikan diri dari kerumunan.

“Sepertinya rencana Bokuto-san berhasil.” Ucap Akaashi.

Bokuto tertawa, “tentu saja! Aku kenal Kuroo. Daripada menahan-nahan, lebih baik publikasikan saja! Toh Sawamura juga menginginkannya.”

Akaashi mengangguk, “iya, Sawamura-san terlihat senang.”

Iya, semua ini rencana Bokuto setelah dia pernah tidak sengaja melihat keduanya bermesraan setelah latihan (Kuroo dan Daichi tidak tau Bokuto sudah melihat mereka.)

Bokuto tersenyum dan merangkul pinggang Akaashi, “terima kasih ya sayang sudah mendukungku. Jujur, kamu cemburu nggak pas aku ngobrol sama Sawamura?”

Akaashi memalingkan wajahnya, “sedikit…”

“Aaah lucunya pacarku ternyata bisa cemburu juga! Tenang aja, aku punyamu~” Bokuto menggoda Akaashi dan mencium pipi Akaashi, membuat Akaashi semakin memerah.

Wah, Bokuto harus berterima kasih pada Kuroo setelah ini.

Series this work belongs to: