Adult Content Warning
This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.
-
Tags
Summary
“Oh…” susah payah ia telan ludahnya. Sepertinya ia benar-benar butuh air. Atau mungkin, ini adalah efek setelah melihat penis pacarnya yang masih keras sekaligus menahan hasrat untuk kembali dimasuki dengan kasar.
Kemudian dengan malu-malu, Jiwoong kembali bercicit, “Dilepas aja kalau gitu..”
Degup jantung Jiwoong terdengar begitu keras, hingga rasa-rasanya, ia seperti bisa mendengarnya sampai di telinganya sendiri. Dalam hati, ia berdoa semoga Hao tidak bisa mendengarnya karena jelas akan sangat memalukan sekali.
“Hm?” kening Hao berkerut dengan satu alis yang diangkat ke atas. Tangannya yang semula bergerak membuat pola acak pada pinggul Jiwoong, kini berhenti, dan matanya menatap Jiwoong seolah meminta penjelasan lebih lanjut.
“And fuck me raw,”
