Work Text:
beberapa orang mungkin akan berkata, kalau kehidupan jake adalah hidup yang paling-paling beruntung. dan jake— dengan kepercayaan dirinya yang tinggi akan berkata— "yeah!! emang!!". everyone wants to be him, wants the life that jake's has. all because jake mendapatkan hati seseorang yang semua orang inginkan itu— enter nishimura riki.
sinar matahari dibalik tirai jendela rumah itu nyaris membutakan pandangan matanya— jake mengernyit tidak suka karena waktu tidurnya yang nyenyak terganggu. after a while of adjusting to the situation, dia sadar kalau di sebelahnya— ada istri tercintanya yang cantik, yang masih terlelap dalam mimpinya. jake perhatikan wajahnya yang tidak akan pernah bosan untuk dilihat—kalau ia pernah merasakan demikian, ingatin dirinya untuk memukul diri sendiri.
riki, orang yang paling penting di dalam hidup jake. berlama-lamanya perjuangan demi mendapatkan hatinya— kini terbayarkan dengan pemandangan makhluk yang diagungkan itu berada di sampingnya, dengan badan yang menempel kepada jake—lucu, kecil.
a whine from riki is enough untuk sadarkan jake dari pikirannya sendiri. melihat istrinya mulai membuka mata, dengan wajahnya yang masih muka bantal—SO CUTE!!!—jake mulai mencium seluruh muka riki, dari pipi, kening, hidung, sampai bibir (that causes a more whining from riki), jake could only giggle and wrap his arms around riki's waist. riki is wearing a nightgown dress that leaves little to no imaginations, dan jake mungkin akan gila. riki yang masih setengah mengantuk itu terbangun kaget karena jake mencium bibirnya lagi dengan intens.
"baby, can i?" ucap jake yang mungkin terdengar masih waras, namun badannya yang hampir hilang kendali itu bertolak belakang dengan ucapannya. riki bisa merasakan tubuh jake yang gemetar tidak tahan.
riki yang nafasnya hampir hilang hanya bisa mengangguk setuju, letting his husband do all the thing he wants.
jake strips riki slowly, menikmati pemandangan kulit mulus istrinya itu— ramping, seputih salju, perfect. jake mulai dengan menangkap puting dada riki yang berwarna pink seperti cherry yang matang, menyusu dengan lahap bagaikan bakal ada susu yang keluar dari sana.
"mhmn- ah- jaeyunie.."
dipanggil seperti itu, malah nambah bahan bakar untuk jake. susu, susu, susu, mungkin jake agak gila susu riki. riki meremat keras rambut suaminya yang asik menyusu dibawah sana. suara menyedot dan desahan riki memenuhi kamar yang dihuni 2 orang itu.
"a-ah, jaeyun udahannh, gelii.."
dirasa cukup, jake melepaskan mulutnya yang daritadi menyusu dengan bunyi "pop!", watching the breast that he just feed on jiggle a bit. sinting.
jake menempati dirinya diantara kaki panjang riki, menciumi bibir tebal itu yang bikin candu. jake yang sedari tadi memang sudah telanjang dada hanya melepaskan boxer miliknya, melepaskan dirinya dari sesak di bawah. riki yang melihat pemandangan di depannya mendesah enak, merasakan bagian bawah miliknya basah.
"be patient." riki yang udah kepalang nafsu mana bisa. riki menggesekkan bagian bawahnya yang masih memakai panties dengan milik jake yang sudah bebas, mengejar nikmatnya sampai jake harus menekan panggul riki untuk menghentikan kegiatan enak-enaknya sendiri. riki merengek meminta-minta agar jake bisa membantunya.
so, jake mulai melepaskan panties riki untuk mendapatkan akses lebih untuk surga dunia di dalam situ. bisa dilihat bahwa panties nya sudah basah—berlendir, tanda bahwa riki juga ingin.
"basah banget, sayang. pinternya kakak."
tanpa pikir panjang, kepalanya ia bawa menuju ke bawah—dalam nightgown yang masih riki gunakan, (riki keliatan seksi memakainya, makanya gak dilepas), kaki riki ia bawa ke atas bahunya dan lidahnya lihai melahap vagina riki yang rasanya tidak bisa dideskripsikan, singkat kata, rasanya seperti masuk surga dunia.
"emmnhh— k-kak jaaeyunh— ah! mau ppipisss—"
riki gabisa bertahan lama. jake langsung merasa ada yang menyemburnya— kayak air mancur, riki ngesquirt. wajah jake basah total dengan pipis riki. jake mungkin terlihat gila dengan senyumnya yang lebar itu dengan cairan lendir di seluruh mukanya, sedangkan riki lagi mengatur nafasnya yang memburu sehabis pelepasannya yang pertama.
belum selesai ternyata, jake mulai memposisikan dirinya dan mulai memasukkan penisnya ke dalam vagina riki—
"e-eng! udahh! adek capekk..."
jake tak hiraukan, dia terkekeh kecil melihat tingkah laku istrinya ini, belum tau aja dia kalo jake belum puas.
"bentar ya, bentar aja kok sayangg" jake mencium kening riki yang penuh keringat itu.
yang bisa kita tahu adalah, kata terakhir tadi adalah kebohongan.
"hh—aah!! k-kaAK!"
"ngghhh— emh— s-slowly pl—please!!"
"aaahh— hhmmhhh— ah!- aah!"
"fuck... dek...."
walaupun riki itu tinggi, tapi di bawah kuasa jake seperti ini, dia merasa kecil dan tak berdaya. buktinya jake yang menggerakkan tubuh riki yang lemas itu maju mundur memasukkan penisnya kedalam vagina riki dengan tempo yang tidak manusiawi.
melihat riki yang keliatan tolol di bawahnya membuat pride milik jake naik. riki yang hanya bisa mengeluarkan suara-suara desah yang menggoda, rambutnya berantakan, wajahnya penuh cairan-cairan yang sudah tidak bisa lagi dibedakan. bangsat, bisa-bisa jake bakal maju terus sampai malam.
jake memeluk tubuh riki yang lemas, masih sambil menyodok-nyodok vagina riki dengan tempo cepat.
"mhm— m-mommy- fuck.. mommy.. seksi banget— kakak gakuat..."
"k-kak jaeyun-"
"mommy.. mommy's inside is so warm... mau stay di dalam aja.."
riki lagi-lagi hanya bisa mengeluarkan suara-suara desah tolol yang berturut-turut, jake benar-benar gak beri ampun.
"i love mommy... mommy nanti hamil, ya? hamil anak kakak."
tempo sodokan jake makin cepat dan brutal, ranjang berbunyi berisik, riki makin tolol.
safe to say, riki is knocked up with jake's cum in the morning.
