Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 1 of 욱이의 이야기
Stats:
Published:
2025-01-22
Completed:
2026-01-01
Words:
1,644
Chapters:
2/2
Comments:
2
Kudos:
24
Hits:
415

Day 1

Summary:

Dimana Kakak Taerae sama Gunwook mau ngerayain tahun baru bareng, tapi Kakak Taerae punya pacar bayi yang ngantukan (banget).

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Chapter Text

“Kak, pokoknya bikin aku melek terus ya, jangan sampe aku ketiduran pas jam 12.” Ucap Gunwook dengan wajah serius, menatap kekasih tiga tahunnya itu dengan seksama.

Taerae hanya bisa tertawa mendengar permintaan lucu dari pacarnya. Pasalnya, mereka telah menghabiskan dua perayaan tahun baru bersama, namun tidak pernah berjalan sesuai dengan kemauan mereka.

Di tahun pertama, Gunwook menghabiskan waktu liburannya untuk mempelajari materi SNBT. Katanya sih, supaya bisa masuk di kampus yang sama seperti kakak pacarnya, tapi Taerae heran, anak sekolahan mana sih yang menjelang tahun baru malah belajar, bukan beristirahat? Namun kalau dipikir-pikir kembali, sisi gigih dan pekerja keras kekasihnya adalah salah satu dari ribuan alasan mengapa Taerae jatuh cinta dengan Gunwook.

Tepat tanggal 31 Desember, Gunwook berjanji ia tidak akan menyentuh buku try out-nya hari ini, dan menemani Taerae di malam tahun baru, menghitung mundur detik demi detik menuju pergantian tahun lewat telepon. Rencananya sih begitu, namun Gunwook lupa memperhitungkan hari-hari ia belajar sampai larut yang mengakibatkan kurangnya waktu tidurnya, sehingga di tengah Taerae sedang bercerita tentang liburannya, ia mendengar dengkuran halus dari earbuds yang terpasang di telinganya. Taerae melirik ke arah jam dindingnya. Bahkan pukul 11 pun belum, namun pacarnya sudah ketiduran. Mungkin suara berat namun halus milik Taerae malah menjadi nyanyian pengantar tidur untuk Gunwook yang sedang kecapekan kali, ya? Dasar anak bayi, pikir Taerae.

Di tahun kedua, dimana Gunwook sudah menjadi mahasiswa di kampus yang sama dengan Taerae, mereka memutuskan untuk tidak pulang ke kampung halaman mereka dan merayakan tahun baru bersama, kali ini secara langsung, tidak hanya via suara. Gunwook, sebagai seorang mahasiswa baru, harus menghadiri ospek dari unit kegiatan mahasiswa yang ia pilih, sedangkan Taerae menjadi panitia dari acara yang akan diselenggarakan di awal bulan Januari sehingga keduanya tidak bisa pulang ke rumah.

Gunwook memperkenalkan Taerae ke tradisi dia dan abangnya di setiap tahun baru (kecuali tahun lalu, dan tahun ini), yaitu menonton film sambil memakan pizza, chicken wings, dan banyak hidangan lainnya. Abang Gunwook yang sekarang sudah bekerja itu juga mengirimkan sedikit uang jajan untuk membeli makanan untuk adiknya beserta pacar adiknya. Mereka pun berakhir dengan laptop di tepi kasur Gunwook dan makanan yang berserakan di lantai kost Gunwook. Keduanya duduk bersampingan, telapak tangan hangat milik Taerae bertengger di atas paha Gunwook. Di depan mereka, film animasi yang Taerae sudah lupa judulnya sedang terpasang pada laptop Gunwook, karena pacarnya yang aslinya bayi besar tersebut merengek nggak mauu ketika Taerae menawarkan untuk memasang film horor. Kurang lebih sama seperti tahun lalu, sebelum jarum jam sampai di angka 12, Taerae merasakan kepala Gunwook yang menunduk, lalu bersandar ke pundaknya. Lagi-lagi, kekasihnya tertidur sebelum tahun baru. Taerae tidak ingin membangunkannya, namun ia juga tidak bisa menggendong pacarnya ke tempat tidur—berbeda dengan Gunwook yang merupakan anak teknik dan menyukai olahraga, Taerae hanya seorang mahasiswa FMIPA yang lebih senang bermain dengan gitarnya, sehingga kemungkinan besar ia tidak akan kuat untuk mengangkat badan pacarnya yang sedang terlelap itu. Taerae memutuskan untuk memindahkan kepala Gunwook ke pahanya, lalu meminggirkan sisa-sisa makanan ke meja belajar. Pria Juli itu menarik bantal dan selimut dari kasur Gunwook, lalu menarik Gunwook ke dalam pelukannya dan ikut tidur di atas karpet kost pacarnya.

Tahun ini, keduanya kembali memutuskan untuk merayakan tahun baru bersama, setelah dua tahun berturut-turut gagal. Kali ini, Gunwook memang menjadi panitia dari ospek unit kegiatan mahasiswa yang ia jalani tahun lalu sehingga tidak bisa pulang, namun lain cerita dengan Taerae, ia tidak memiliki alasan untuk tidak pulang, selain untuk menemani kekasihnya agar tidak sendirian di kota rantau ini.

Nah, seperti ucapan pria Capricorn di awal tadi, Gunwook nggak mau lagi ketiduran sebelum para penghuni kos yang tidak pulang dan sedang bakar-bakaran di depan kos itu teriak “3… 2… 1… Happy new year!”, Gunwook nggak mau lagi ketiduran sebelum kembang api berkumandang di langit, Gunwook nggak mau lagi ketiduran sebelum ia mengucapkan selamat tahun baru ke kakak pacarnya secara langsung. Kalau bisa sih, Gunwook juga mau mendapatkan New Year's Kiss dari Kak Taerae kayak di film-film komedi romantis yang Gunwook suka tonton.

“Kakak ih, aku serius! Jangan sampe aku ketiduran kayak tahun-tahun kemaren.” Ujar Gunwook dengan kesal, lengannya menyilang di dadanya setelah mendengar gelak tawa dari pacarnya.

“Kan badan badan Wookie sendiri, kalo udah ngantuk kan Wookie yang tau. Masa Kakak paksa buat melek?” Kata Taerae, tangannya gatal untuk mencubit pipi gembil pacarnya.

“Kakak gak pengen ngerayain tahun baru sana aku ya?” Cibir Gunwook, bibir bawahnya maju seperti anak kecil yang sedang ngambek. Lelaki Januari tersebut langsung membalikkan badannya, memunggungi pacarnya sambil memeluk guling di depannya.

“Kalo Kakak gak mau mah Kakak sekarang di rumah, bukan di kosan nemenin kamu, Sayang.” Ucap Taerae dengan lembut, jari-jari lentiknya bermain dengan rambut hitam milik Gunwook.

Gunwook berubah posisi menjadi duduk sila, kedua tangannya masih memeluk guling miliknya. “Kalo gitu temenin aku main game ya? Kalo nonton film sambil makan kayak tahun lalu bawaannya jadi ngantuk.”

Taerae nggak yakin kalau pacar bayinya akan bangun cuma karena main game, tapi nggak ada salahnya untuk dicoba, kan?

“Yaudah, kita main game aja yuk.”

 

Dua jam telah berlalu, Taerae dapat merasakan kekasihnya mulai mengantuk, terlihat dari gerak-geriknya dan bagaimana ia mulai tidak fokus dengan permainan mereka.

“Wookie udah ngantuk?” Tanya Taerae dengan lembut, tidak ingin membuat Gunwook tersinggung dengan pertanyaannya.

“Belum.” Ucap Gunwook dengan singkat, mengucek matanya yang aslinya sudah mulai mengantuk itu.

“Mata kamu udah kriyep-kriyep gitu, tidur aja yuk, Sayang.” Ajak Taerae, tangannya perlahan mengambil gawai yang ada di genggaman Gunwook.

“Tapi setengah jam lagi jam 12, Kakaak.” Rengek Gunwook, tidak mau melepaskan handphone miliknya yang mau diambil oleh Taerae.

Pada akhirnya, Taerae lebih dahulu berbaring di kasur agar pacarnya mengikutinya, karena kalau dipaksa, yang ada Gunwook akan ngambek dengannya. Dugaan Taerae benar terjadi, Gunwook pun ikut berbaring di samping kekasihnya tanpa rewel.

“Kakak tidur juga?”

“Iya, Sayang. Kakak tidur juga.”

“Oke…”

Gunwook akhirnya mengalah, ia pun sebenarnya sudah mengantuk, dan ia tidak yakin kalau ia bisa bangun sampai pukul 12. Lelaki Capricorn itu mengubah posisinya dan menghadap ke arah pemilik kamar kos tersebut, lalu menyandarkan kepalanya ke dada kekasihnya. Mendengar suara detak jantung teratur milik Taerae membuat matanya terasa semakin berat.

Good night, Wookie.” Bisik Taerae dengan suara rendahnya, lalu mencium kening Gunwook yang tertutupi oleh poninya.

Night, Kakak.”

Meskipun keinginan Gunwook untuk merayakan tahun baru bersama Taerae tahun ini kembali gagal, setidaknya dirinya tetap mewujudkan satu keinginannya, yaitu sebuah ciuman dari kakak pacarnya, meskipun hanya sekedar kecupan di dahinya.

Taerae pun tidak masalah jika tahun ini keduanya kembali gagal untuk menghabiskan detik-detik pergantian tahun bersama, karena Taerae yakin, masih ada tahun-tahun selanjutnya yang akan Taerae dan Gunwook lewati bersama sebagai sepasang kekasih.

Lengan Gunwook melingkar di pinggang Taerae, tangan Taerae memeluk kepala Gunwook dekat dengan jantungnya, dan keduanya pun terlelap di bawah hujan kembang api di langit yang gelap.