Chapter Text
"Jaehyuk"
Siwoo mengintip ke rumah sebrang yang ramai orang jasa pindahan dari jendela. Akhirnya ada yang nempatin rumah sebrang-batinnya. Perumahan yang mereka tempati memang terbilang komplek baru sehingga baru beberapa rumah yang terisi.
"JAEHYUK!!"
Panggilnya lagi lebih keras. Suaranya yang menggelegar itu nyatanya tak mendapatkan jawaban yang ia inginkan, malahan suara tangis terdengar dari kamar lantai satu. Buru-buru Siwoo berlari kearah kamar dengan pintu bergambar dinosaurus itu.
"Minkyu udah bangun nak?" Siwoo membuka pintu kamar tersebut dan melihat anaknya yang sudah terduduk dengan airmata mengalir—Minkyu namanya. Karunia yang 4 tahun lalu dia dan Jaehyuk dapatkan setelah 7 tahun menikah. Siwoo langsung menggendong sang anak yang sudah mengulurkan tangan dari kasurnya.
"Kaget ya tadi ada suara gede? maafin Papi ya," sambil menepuk punggung mingyu, menenangkan anaknya yang sudah mendusel di lehernya. "Kita ke Papa yuk?" ajaknya. Mingyu hanya mengangguk dari pelukan Siwoo. Keduanya keluar dari kamar dan menuju ke lantai 2—ruang gaming mereka berdua. Dibukanya pintu kamar dan akhirnya kelihatan juga sosok yang ia panggil sedari tadi.
"Papa" yang dipanggil masih sibuk dengan game di depannya.
Menghela nafas sebentar sebelum Siwoo mendekatinya dan menarik salah satu headset sambil "JAEHYUK! DENGER GAK SIH."
"AH SSHUB-" ucapan Jaehyuk terhenti ketika melihat disampingnya berdiri Siwoo dan Minkyu yang menertawakan Papanya. Tatapan tajam Siwoo berikan ke Jaehyuk yang hampir mengucapkan kata-kata terlarang di depan anaknya.
Jaehyuk menarik tangan Siwoo yang nganggur dan dikecupnya pelan serta dielus lembut "Kenapa by?"
"Hih males, udah gini aja dibaik-baikin. Dari tadi juga dipanggilin. Nih anaknya jadi ikutan bangun gegara aku panggil kamu malah gak jawab."
Sang Papa bangkit dari duduknya dan mengambil Mingyu dari gendongan Siwoo—membiarkan dirinya AFK. "Maaf ya baby" ucapnya lalu membungkuk sedikit untuk mengecup bibir suaminya serta pipi sang anak.
"Ada yang nempatin rumah depan." Seru Siwoo dengan semangat menarik tangan Jaehyuk untuk ke bawah ngeliat tetangga baru mereka. Kembali mengintip rumah sebrang yang sudah sepi—kayaknya udah selesai masukin barang-barangnya. "Kita ke depan yuk?! sekalian kenalan sama tetangga. Seneng banget akhirnya ada tetangga baru jadi bisa diajak-" Jiwa ekstrovert Siwoo yang membuncah membuat senyum terpatri di wajah Jaehyuk; senang suaminya cerewet membahas apa saja yang bisa dilakukan dengan tetangga barunya nanti.
"Yaudah ayok kita ke depan. Sama bawa itu by, pie susu yang aku beliin dari Bali." Siwoo melesat ke dapur mengambil satu dari banyaknya box pie susu yang dibeli Jaehyuk sepulang dinas kemarin.
"Yuk" sambil menggandeng lengan Jaehyuk.
"Mas, ini taro di mananya kamar adek?" seseorang mengintip dari daun pintu kamar. Sanghyeok yang sedang memberikan susu kepada Wooje menolehkan kepalanya—ada Jihoon yang memperlihatkan sebuah standing lamp.
"Boleh disamping sofa, biar aku bisa sambil baca buku atau editing pas nungguin adek tidur."
"Oke mas sayang." Sanghyeok tersenyum kecil melihat suaminya.
Jihoon dan Sanghyeok baru menikah sekitar dua tahun kurang, mereka dijodohkan. Namun beda dengan yang lain, dengan lapang dada mereka menerima dan mencoba untuk saling mencintai satu sama lain pada pertemuan ke dua. Setelah 3 bulan menikah, Sanghyeok dinyatakan hamil yang membuat keduanya kaget dan bingung—mereka berencana untuk take it slow. Melihat bayi manis yang berada dipangkuannya membuat Sanghyeok flashback awal-awal pendekatan ia dan Jihoon.
Ding dong
Lamunan Sanghyeok buyar saat bunyi bel berbunyi. Siapa yang bertamu?
"Mas ada tamu" Jihoon masuk kembali ke kamar mereka. Sanghyeok berdiri dengan menggendong Wooje yang sedang tertidur.
"Coba kamu bukain, ini adek aku tidurin di kamarnya dulu."
Jihoon membuka pintu, menemukan sebuah keluarga kecil dengan senyum hangat terpancar.
"Halo! kita tetangga depan rumah kalian. Tadi aku liat kalian baru pindahan." yang lebih kecil membuka suaranya terlebih dahulu.
"Eh lupa, saya Siwoo, ini suami sama anak saya, Jaehyuk, Mingyu" Ucap Siwoo tak lupa menunjuk dua orang disampingnya.
"Oh iya silahkan masuk dulu,"
"Ih gausah, ini kita cuma mau kasih ini sebagai tanda selamat datang di komplek sini." Siwoo menyodorkan pie susu yang dibawanya.
"Siapa hoon?" Sanghyeok muncul dari dalam. Melihat di depan Jihoon ada keluarga kecil.
"Tetangga depan rumah Mas." Jawab Jihoon.
"Halo... Saya Sanghyeok, ini suami saya Jihoon" Sanghyeok mengulurkan tangannya seraya berkenalan dengan ketiganya.
"Aku Siwoo, ini suamiku Jaehyuk. Minkyu salim dulu nak sama om nya." Ujar Siwoo. mereka berkenalan satu sama lain.
"Ini kita mau kasih sesuatu," menyodorkan kembali pie susu yang dibawanya
"Yaampun repot-repot banget, eh ayo masuk dulu. Aduh kita belum ada apa-apa lagi Hoon," Sanghyeok menerimanya lalu berbisik ke Jihoon yang ada disampingnya. Bisikan tersebut sepertinya masih bisa didengar oleh Jaehyuk.
"Gapapa, kalian pasti capek habis pindahan. Ini kita cuma mampir mau kasih itu aja kok."
"Iya bener," Siwoo menimpali
"Makasih banyak."
"Yaudah kita balik dulu, kalau butuh bantuan tinggal gedor aja ya pintu rumah kita. Itu yang di sebrang kalian" ujar Siwoo sambil menunjuk rumah mereka.
Sanghyeok dan Jihoon melihat ketiganya kembali ke rumah mereka dengan Siwoo yang menjahili Mingyu serta Jaehyuk yang merangkul pundak Siwoo dengan tangan satunya.
Setelah ketiganya menghilang dibalik pintu, mereka pun masuk ke dalam rumah. Beristirahat setelah hari yang panjang.
