Actions

Work Header

『Story of Season : Spring』❅ H. Sakura x Readers

Summary:

Dikelilingi oleh manusia yang hidup hanya untuk membenci, seandainya aku bisa melindungi anak itu...

Notes:

❅ Story by : MelodyRann ❅

❅ Pair : Sakura Haruka x Readers ❅

❅ You as [Name] ❅

❅ Fandom : Wind Breaker [Bofurin] ❅

❅ Oneshoot ❅

❅ Sebagian cerita mengandung spoiler.

❅ Another Universe, beberapa masih mengandung manga.

❅ Kemungkinan Karakter akan OOC.

❅ Ditulis dengan bahasa baku.

❅ Wind Breaker [Bofurin] hanya milik Satoru Nii.

Work Text:

Nama anak itu adalah Haruka Sakura, ia memiliki penampilan yang sangat unik. Rambutnya berwarna setengah hitam dan setengah putih, matanya juga memiliki dwiwarna

Anak itu awalnya memiliki kepribadian yang tertutup, ia mudah terpancing amarah, tapi kadang hanya memilih diam ketika orang dewasa memarahinya dan memakinya. 

[Name] dari jauh hanya bisa menatap tanpa bisa menolongnya, ia sudah pernah melakukan itu, berakhir dengan dimarahi Sakura dan juga kedua orangtua [Name] sendiri. 

"Jangan berurusan dengan anak itu! Dia itu terkutuk! Atau jangan-jangan kau sudah dipengaruhi oleh anak itu, [Name]? Kau harus segera menjauh agar tidak ikut mendapatkan kesialan!"

Kalimat jahat seperti itu, bagaimana bisa orang-orang dewasa dengan mudahnya melontarkan kebencian kepada anak tidak bersalah. 

Padahal Sakura tidak seburuk itu. 

Lagipula tidak ada bunga yang tumbuh hanya untuk mati. 

[Name] terus berusaha untuk mengenal Sakura lebih jauh, tapi semakin ia mendekat, semakin orang-orang memarahinya. 

"Kau mau tertular oleh kesialannya?!"

Padahal kebencian itu bukan diutarakan kepada [Name], tapi mendengar itu saja, rasanya hatinya terasa sesak ... Lalu bagaimana jika Sakura mendengar ini? 

Anak tidak bersalah, yang hanya mencoba untuk membela diri, berakhir menjadi sasaran kebencian orang-orang hanya melalui gosip. 

Terakhir kali [Name] melihat Sakura, ia mencoba untuk menolong seseorang ketika ia kehilangan dompetnya, tapi malah berakhir dengan Sakura dituduh mencuri dompet tersebut. 

"Coba periksa isinya, siapa tau anak itu mengambil beberapa uang mu! Kau harus memeriksanya!"

Jahat. 

Jahat sekali. 

Apakah dunia ini isinya hanya sampah-sampah tidak berguna yang bersebaran di sepanjang jalan? 

Tapi persetan. 

[Name] terus saja mengabaikan semua orang dan selalu mengejar Sakura, meraihnya, dan menolongnya meskipun Sakura selalu mendorong [Name] pergi. 

Hari ini, [Name] mendapati Sakura duduk di kursi taman, sendirian. 

"Haru?" [Name] berlari menghampiri Sakura, kemudian menyodorkan sebuah plester luka. 

"Kau ini tidak ada jera-jeranya, kau mau dikutuk?!"

[Name] justru tertawa, "Haruka bukan penyihir, mana bisa mengutuk aku?"

Justru hal itu membuat Sakura merona, ia mengalihkan pandangannya sembari bergumam dengan kesal. 

"Kemarikan tanganmu," ucap [Name], membuka pembungkus plester luka tersebut. 

Sakura, meskipun tidak mau, ia tetap mengulurkan tangannya, membiarkan [Name] mengusik kehidupannya yang sebelumnya penuh dengan ocehan orang-orang. 

Namun, meskipun [Name] mencoba membuktikan bahwa Sakura bukanlah orang yang jahat, namun orang-orang tetap melontarkan kalimat kasar kepada Sakura. 

Mungkin karena lelah, Sakura memutuskan untuk pergi dari kota ini pada awal musim semi, [Name] mendengar itu dari kedua orangtuanya. 

"Akhirnya anak pembawa kesialan itu pergi dari kota kita."

Begitu kata mereka dengan wajah bangga. 

Beberapa bulan setelah Sakura pergi, [Name] juga memutuskan untuk pergi dari kota itu, ia sudah tidak sanggup mendengar orang-orang yang setiap hari terus membicarakan keburukan orang lain. 

[Name] terkadang masih teringat kalimat yang Sakura lontarkan ketika ia menolong Sakura. 

"Kau tidak takut tertular kesialan ku? Heh! Anak lemah yang berusaha terlihat kuat, menyedihkan sekali."

[Name] tau, sebenarnya Sakura sedang membicarakan dirinya sendiri, bukannya memarahi [Name] karena sudah menolongnya. 

Sakura pun sudah lelah dengan perlakuan semua orang, hingga akhirnya ia menerima dan mengakui semua kebencian yang dilontarkan orang-orang kepadanya. 

Sambil bekerja, kadang [Name] memikirkan bagaimana Sakura saat ini? Apakah ia sehat? Sudah punya banyak teman? 

[Name] yang terhitung baru pindah ke kota ini, ia bertemu dengan orang-orang yang baik hati, karena itu [Name] berharap Sakura berada di tempat seperti ini. 

"Hari ini anak-anak Furin menolong toko Yajima-san, mereka semua anak-anak yang baik sekali. Aku merasa aman kalau ada mereka."

[Name] mendongak ketika pemilik toko tempat ia bekerja, Sayuri, berucap seperti itu.

Ia sudah sering mendengar tentang anak-anak dari sekolah Furin sejak ia pindah kemari, Furin memang berisi anak-anak yang suka berkelahi, namun mereka semua berkelahi demi melindungi kota ini. 

Tempat ini jauh berbeda dengan kota ia tinggal dulu, bagaikan langit dan bumi. 

"Oh, [Name]-chan pasti bingung saat pindah kemari, kan? Nanti siang aku mau membagikan kue-kue kepada anak-anak Furin saat mereka berpatroli, kau harus ikut supaya bisa mengenal wajah mereka!"

[Name] tersenyum sembari mengangguk, ia ingin tau wajah orang-orang yang melindungi kota ini. 

"Ikut!" ucap [Name] dengan senang. 

Setelah itu mereka pun mempersiapkan sekotak berisi kue-kue kering yang akan dibagikan ketika anak-anak Furin melewati toko ini. 

"[Name]-chan, itu mereka! Ayo kemari!" ucap Sayuri sembari menarik tangan [Name] mendekat.

[Name] tersenyum ketika melihat Sayuri bersemangat, Ibu dari tiga orang anak itu pasti sangat sering di bantu oleh siswa Furin, ia menyambut mereka seperti menyambut anak-anaknya sendiri. 

"Anak-anak Furin! Aku punya kue-kue untuk kalian!" ucap Sayuri sembari menatap segerombolan siswa Furin tersebut. 

[Name] ketika melihat wajah-wajah itu, matanya seketika melebar saat ia menemukan wajah yang sangat tidak asing. 

Sakura Haruka. 

Seorang Sakura bergabung dengan Furin? 

Namun bukannya takut, [Name] justru seketika merasa bahagia. 

"Haruka?" 

Semua tatapan terpaku kepada [Name], terutama Sakura. 

[Name] dapat melihat dengan jelas bahwa mata laki-laki itu samar-samar berbinar ketika melihatnya, mungkin empunya juga mengenali [Name]? 

"[Name]?"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

-End

 

Series this work belongs to: