Actions

Work Header

When I Look At You

Summary:

Ketertarikan dangkal ini mungkin bisa menghilang seiring berjalannya waktu. Seandainya Ryo tidak memikirkan kemungkinan faktor lain mempengaruhi, maka dia benar.

Chapter 1

Notes:

(See the end of the chapter for notes.)

Chapter Text

-
-
-

Ryo adalah sosok pengamat. bukan tipe orang yang suka terlibat dalam kehidupan sosial atau masalah yang biasa muncul dalam hubungan antarmanusia.

Jika memungkinkan, lebih memilih melarikan diri dari semua itu.

Namun, dia tahu bahwa mustahil untuk melarikan diri sepenuhnya. hanya tahu sesekali menghindar dan jika sial maka harus menghadapinya.

Contohnya hari ini.

“Ryo.”

Seorang teman sekelas memanggilnya saat Ryo hendak keluar dari kelas. Biasanya, keberadaannya nyaris tak terlihat, jadi dipanggil seperti ini membuatnya merasakan pirasat buruk.

“Tolong belikan camilan, ya.”

Seseorang memulai, lalu yang lain segera menyusul.

Ryo menahan diri agar tidak menghela napas. dia mengangguk—seseorang harus membalas kebaikan dengan kebaikan. Karena dia pernah menjadi beban kelompok, tak ada salahnya menuruti permintaan orang-orang yang telah membantunya agar tidak mendapat nilai buruk.

Meski begitu, membawa pesanan sebanyak itu cukup merepotkan.

Dalam perjalanan kembali, Ryo menenteng plastik berisi makanan dan minuman di kedua tangan. Saat berbelok di persimpangan, sosok berambut pirang menarik perhatiannya. 

Tinggi, bertubuh langsing, bermata biru, dan berwajah cantik.

Deskripsi menurut apa yang Ryo lihat.

Sosok yang dia amati dikelilingi banyak orang.

Dalam waktu singkatnya melewati kumpulan orang yang berkerumun di sekitar si pirang. Dia mendapat informasi bahwa orang tersebut adalah Teru Minamoto, ketua osis.

Dia akhirnya tiba kembali ke kelas dengan pesanan.

Setelah itu Ryo duduk di kursinya. 
Apa yang bisa dia lakukan di saat seperti ini? dia sudah tak dalam suana hati untuk keluar lagi. Ditambah masih ada waktu jam istirahat. 

Teman dari meja samping Ryo memperhatikannya sambil nyemil.

Lalu menyodorkan bungkus cemilan ke pipi Ryo. "mau?"

Ryo menggeleng. Apakah dia terlihat seperti dalam mood untuk makan?

Kemudian satu stik permen didorong paksa ke mulutnya.

Si pelaku adalah satu-satunya seseorang yang bisa dia sebut teman, namanya Akio. 

Hobinya adalah mencari tahu hal terkait supernatural dan suka mendengar cerita menarik yang berkaitan dengan itu. tetapi dia memiliki orangtua yang selalu membuatnya sibuk dengan belajar-sehingga dia tidak bisa melakukan petualangan yang diinginkan.

Tetapi itu bukan masalah besar karena ada teman yang bersedia membantunya. Tentu saja hasil dari saling bertukar bantuan. Yang cukup berat hati dilakukan pihak lain.

Kedua siswa yang sedang menguyah makanan saling berpandangan.

"Kalau kau menginginkan sesuatu katakan saja." Ryo tahu pandangan itu, dan Akio selalu menunjukkannya sebelum mengungkapkannya. 

"Bagaimana jika hari ini kau membantuku menguak sebuah misteri?"

Tuh kan sesuai dugaan.

"Kali ini hantu apa?"

Ryo bertanya. Sambil mencoba menghancurkan permen di mulutnya. 

"Hanako."


-
-
-

Bersambung

Notes:

Setelah menulis bab tiga aku menemukan hasilnya tak cukup memuaskan jadi aku remake dua chapter yang sudah publish ini. Dilakukan terburu-buru karena ingin selesai sebelum bulan berganti.

Edit : Minggu 31 Agustus 2025

 -----

Note : Aku malas memberi banyak penjelasan. Sederhananya aku melakukan perubahan pada fanfic ini. Sudah itu aja.

Edit : Kamis 22 Januari 2026