Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2025-07-15
Words:
690
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
27
Hits:
132

ramune

Summary:

"Kata Kak Noah, kalo kelerengnya bisa dikeluarin, kita dikasih es krim gratis."

"Boleh pake obeng gak?"

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

"KAK BONGGUU!!" 

Sang pemilik nama menurunkan komiknya saat mendengar suara lantang milik Eunho memanggil. Anak laki-laki dengan rambut putih platinum yang dipotong undercut itu berlari ke arahnya dengan dua botol ramune di tangan, lengkap dengan senyuman yang memperlihatkan satu bolongan di deretan gigi atasnya.

"Tadi Kak Noah kasih aku ini," ia menyerahkan sebotol ramune ke arah Bonggu, "kata dia, kalo kita bisa keluarin kelerengnya, kita dapet es krim gratis. Mau coba gak??"

Sebenarnya Bonggu tidak tertarik sama sekali dengan kelereng ramune yang menurutnya tidak berbeda dengan benda bulat lain. Waktunya akan banyak terbuang hanya untuk ini. Ia juga tidak berminat dengan es krim gratis dari Noah, menyeramkan malah. Bonggu punya uangnya sendiri dan ia bisa membeli lima es krim sekarang.

"Kan tinggal dipecahin?"

"Ya kalo gitu udah dari tadi aku dapet es krim, Kak Noah bilang botolnya gak boleh pecah," Eunho berjongkok yang membuat Bonggu mengikuti. Anak laki-laki itu menaruh dua botol ramune tersebut di bawah sinar matahari yang menyebabkan pantulan ke arah wajah Bonggu.

"Waah," kedua matanya berbinar melihat pantulan itu, "Kak Bonggu cantik."

"Apa sih," jawab Bonggu meletakkan komiknya di atas tanah dan mengambil satu botol, "boleh pake obeng gak?"

Kerutan tercipta di dahi anak laki-laki yang lebih muda, "boleh sih... Kak Noah cuma bilang yang penting botolnya gak dipecahin. Tapi emang Kak Bonggu punya obeng?"

"Ada."

"Oke kalo gitu ayo buka."

Bonggu membuka botol itu dengan cara normal. Setelah menekan bagian atas, sebiji kelereng jatuh, membuat air lemon di dalam botol itu berkarbonat hingga sedikit muncrat keluar. Ia menyiapkan sebuah obeng yang berada di tasnya, mengundang tatapan berminat dari Eunho yang menyaksikannya sejak awal.

Posisi mereka yang awalnya berjongkok kini berubah menjadi duduk. Panasnya mentari siang di musim panas tak mereka hiraukan, sibuk dengan ramune masing-masing. Bonggu terkekeh saat wajah Eunho berkerut akibat asam yang ia rasakan saat meneguk minuman lemon itu, walau setelahnya wajah Bonggu juga ikut berkerut dikarenakan hal yang sama.

Butuh beberapa saat sebelum kedua botol itu kosong, menyisakan kelereng yang terperangkap di dalam sana. Bonggu membuka tutup botol dengan obeng, butuh beberapa saat dan sedikit tenaga hingga tutup biru itu terbuka dan kelereng tersebut berhasil dikeluarkan.

"YES!!" Eunho berseru senang, menerima kelereng milik Bonggu dan menatapnya dengan mata berbinar, "satu lagi, Kak!"

"Oke."

Eunho mengangkat kelereng bening itu, mengarahkannya tepat ke arah matahari yang bersinar di salah satu hari musim panas ini. Bonggu menyaksikan itu dan menangkap wajah Eunho bersinar akibat kelereng yang merefleksikan cahaya mentari, ikut mengangkat kelereng di sebelah Eunho dan menutup sebelah kelopak matanya.

"Kelerengnya cantik," komentar Eunho menurunkan miliknya, menoleh ke arah Bonggu yang masih sibuk dengan kelerengnya

"Cantik, kayak Kak Bonggu."

 


 

Musim panas benar-benar bukan untuk semua orang. 

Kepala Bonggu bersandar lelah pada kursi taman, membiarkan rambut merah mudanya sedikit berserakan di punggung kursi sembari menatap panasnya langit biru cerah yang mempersilakan Tuan Matahari memancarkan sinar yang membuat wajahnya memerah setelah latihan menari siang ini. 

Matanya terpejam, sedikit menikmati hawa panas itu, sebelum tersentak kaget saat merasakan sesuatu yang dingin tertempel di pipinya.

“Masih cantik ternyata.”

“DINGIN IH!” seruan sebal Bonggu keluarkan, dibalas tawa menyebalkan dari sang pelaku. Siapa lagi jika bukan laki-laki berambut putih platinum yang masih sama, dipotong undercut memperlihatkan bagian hitam yang menyatu dengan leher di bawah lapisan putih itu. 

Sebotol ramune disodorkan, Bonggu menatap kesal ke arah yang lebih muda, walau begitu tetap menerima minuman lemon yang sudah ada di pikirannya sejak ada di kelas tadi.

Eunho mengambil tempat di sebelahnya, menekan bagian atas ramune hingga sebagian kecil isinya keluar membasahi tanah yang mereka pijak. “Kata Kak Noah, kalo kelerengnya bisa dikeluarin, kita dikasih es krim gratis,” Eunho menoleh ke arah Bonggu, “mau coba gak?”

Tawa Bonggu pecah, wajahnya kembali memerah dan mungkin penyebabnya bukan Tuan Matahari lagi. Memori masa kecil dan cara bodoh yang mereka lakukan untuk mengeluarkan kelereng dari botol ini terasa lucu. Di tempat yang sama, pelaku yang sama, dan masih dengan Eunho yang sama. 

Wajah Eunho tertarik, menikmati rasa asam dari minuman lemon tersebut, disusul tawa Bonggu yang lebih lepas, walau setelahnya juga membuat wajah yang sama hingga keduanya tersenyum, menatap satu sama lain dengan dua botol ramune yang kosong, menyisakan kelereng yang menunggu untuk dikeluarkan.

“Boleh pake obeng gak?”

Notes:

Happy birthday to our pretty pink main dancer Chae Bonggu