Actions

Work Header

Never Ending Story?

Summary:

Seorang cewek yang pastinya OC kabur dari rumah bokapnya yang maha kaya dan memulai hidup sebagai pengembara. Takdir yang ancur membimbingnya jadi Persona-user. Bagaimanakah nasibnya selanjutnya? Persona 3 x Persona 4. Other tagged fandoms are just cameos. Feel free to read and review! WARNING: GEJE, JAYUS, OOC, GARING, (silakan tambah sendiri dengan opini Anda masing-masing)

Notes:

Hmmm.... Cerita ini sebenernya ditulis pada 2009. Sampai dua minggu lalu, cerita ini berdiam di FF.net. Karena satu dan lain hal, cerita ini akhirnya saya pindahkan ke sini.
Well, saya cuma bisa bilang selamat membaca. I hope you can enjoy this story!

Mocca-Marocchi, Maret 2013.

Chapter 1: The Beginning of Madness

Chapter Text

Never Ending Story?

 

Author’s note: Atas saran adek saia (izanagi vs orpheus), sekutu saia (ACloud), dan diri saia sendiri, saia akhirnya membuat fanfic humor.... Masalahnya, saia nggak tahu apakah fanfic ini beneran humor ato nggak, mengingat selera humor saia nggak jauh-jauh beda sama Ikutsuki ato Yukiko... Makanya, saia nyoba nulis 1 chapter dulu. Kalo fanfic ini bener-bener segitu parahnya, tolong kasi tau saia supaya saia bisa segera nge-delete fanfic ini (huhuhuhu...). Tapi, kalau fanfic ini masih layak dilanjutkan, tolong kasih saran ke saia juga supaya fanfic ini bisa lebih baik... OK? Saia butuh banget review dari readers!

 

Warning: OC, OOC, 120% jayus, nista asli, jijay abiz, etc. Meskipun fokus utama cerita ini memang di Megami Tensei, beberapa karakter dari game ato manga lain bakal sering numpang lewat (bahkan ada yang jadi salah satu karakter kunci) di fanfic ini.

 

Disclaimer: Lihat di akhir cerita.

 

 

Never Ending Story? Chapter 1: The Beginning of Madness

 

Pada suatu pagi yang biasa-biasa saja di suatu tempat di atas bumi....

 

“Aku udah NGGAK TAHAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNNN!!!!”

 

Sebuah teriakan yang tiba-tiba terdengar membuat pagi itu jadi tidak biasa lagi. Teriakan itu membuat beberapa pihak merasa dirugikan dan beberapa pihak lainnya merasa diuntungkan. Pihak yang merasa dirugikan antara lain orang-orang yang menganggap bahwa tidur adalah momen terindah dalam kehidupan, sementara pihak yang merasa diuntungkan adalah ayam jago yang biasanya selalu berkokok di pagi hari hanya untuk dicuekin oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan itu tadi.

 

Yah, tapi itu nggak penting, readers. Mendingan kita cari tahu siapa yang berteriak  se-abnormal itu pagi-pagi begini.

 

Sesaat kemudian, seorang gadis berambut pirang panjang yang cukup cantik muncul dari dalam sebuah rumah... atau lebih tepatnya gedung terbesar di daerah itu. Gadis itu diikuti oleh seorang pria muda yang sepertinya adalah pelayan gadis itu.

 

“Nonaa... Teriakan Anda tadi membuat saya hampir tuli!” seru pria muda itu.

 

“Masa bodo,” sahut gadis itu pendek dengan nada yang cukup mengiris kalbu.

 

“Apa? Mau odol?” pria muda itu menyahut dengan wajah bego. Kayaknya dia sudah tuli beneran, deh...

 

“Pokoknya bilang sama ayah, ya... Aku udah bosen dijadiin burung dalam sangkar emas. Hari ini, jam ini, detik ini, aku pergi dari rumah!!” seru gadis itu keras-keras.

 

“Nona Kizunacchi, saya mohon dengan sangat!! Tuan Besar bisa kumat lagi kalau beliau tahu Anda pergi dari rumah. Apalagi sekarang penyakitnya sudah nambah satu lagi!! Anda mau mempercepat kematian ayah sendiri!?” seru pria muda itu. Rupanya dia belum tuli-tuli amat.

 

“Bukannya ayah sudah sakit jantung, kanker paru-paru, kanker otak, alzheimer, ataksia, leukemia, flu burung, flu babi, demam berdarah, AIDS,... (author udah kehabisan stok penyakit berbahaya)? Kena penyakit apa lagi dia?” tanya gadis yang ternyata bernama Kizunacchi itu dengan muka heran.

 

“Panu,” jawab sang pelayan lemes.

 

“Pasti dia kena azab,” gumam Kizunacchi.

 

“Yang lebih penting lagi, Nona. Kalau Anda pergi dari rumah, siapa yang akan mewarisi perusahaan raksasa ayah Anda!?” sang pelayan masih belum menyerah untuk membujuk sang Nona Besar mengurungkan niatnya kabur dari rumah.

 

“Kamu aja yang mewarisinya, Junpei,” ucap Kizunacchi asal jawab.

 

“Hah!? Beneran nih!!? Eh... Ma... Maksud saya itu nggak mungkin, Nona! Nggak mungkin banget! Imposibel maksimum!” seru pelayan bernama Junpei yang sesaat terlihat antusias itu dengan gaya sok nginggrisnya yang gagal total.

 

“Terserah elo. Pokoknya gue nggak peduli lagi dengan rumah ini. Selama ini ayah sudah mengurung gue di dalam rumah cuma buat njagain dia, padahal gue mau mengembara! Gue mau berpetualang mengelilingi dunia yang luas ini, bukannya diem aja di rumah njagain orang tua yang kena azab!!” Kizunacchi yang sudah nggak bisa menahan emosinya lagi mulai bicara pake bahasa preman.

 

“Nona sadar nggak sih kalau Nona sudah jadi Neo Malin Kundang zaman ini?” Junpei bertanya dengan nada sarkastik.

 

“Kagak!! Gue nggak sadar dan nggak mau sadar! Pokoknya gue pergi! Jangan cari gue sampe fanfic ini selesai!!!” Kizunacchi yang akhirnya menyadari bahwa dia nggak berangkat-berangkat juga gara-gara ditahan Junpei langsung cabut dari tempat itu.

 

“Nonaaa!!! NONAAAAAAAAAA!!!!” Junpei berteriak-teriak dengan tragis sebelum bergumam dalam hati, “....Apa aku bener-bener bisa jadi pewaris kekayaan Tuan Besar...?”

 


 

Saia menanti review dari semua reader!

 

O iya, hampir lupa....

 

Disclaimer: Saia cuma punya Kizunacchi. Nama karakter ini diambil dari nickname saya di ROX, yaitu KizunaAki. Junpei (dari Persona 3) bukan punya saia, tapi punya Atlus. Ayam jago di awal cerita juga bukan punya saia.

 

Makasieeeeh.... Hiks!!