Actions

Work Header

Hujan?

Summary:

Phrolova terjebak hujan. Cristoforo mengatakan padanya buat menunggu, tapi yang datang membawa payung adalah orang yang ingin dia hindari.

Fractrio family au!

Notes:

Warning! OOC, maybe. Ati ati ada typo wkwkw. Atmin ngetik sambil nangis. Kangen mereka..

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Sudah tiga puluh menit sejak hujan deras turun tiba-tiba tanpa rinai atau angin. Padahal awalnya terlihat seperti hanya akan menumpang lalu, tapi langit cuma jadi makin gelap seiring berjalannya waktu. Melihat hujan yang tidak menunjukkan niat berhenti, Phrolova mulai mempertimbangkan pulang hujan-hujanan.

Tas bisa ditinggal di kelas. Ponsel... Ah, iya. Ponsel tidak bisa ditinggal. Terus bagaimana kalau kena air?

Foro 

Kok belum pulang?

Gak bawa payung? 

Phrolova 

Iya.

Foro

Masih di sekolah kan? 

Tunggu sebentar yaa

Phrolova 

Iya.

 

Beruntung sekali rencana mandi hujan sepertinya harus ditunda. Semoga tidak harus dilaksanakan juga. Phrolova menyelempangkan tas di bahu kanan. Kakinya diluruskan sambil duduk di kursi kelas. Ponsel ditatap tanpa minat, sekadar mengalihkan atensi dari bisik-bisik murid yang bicara miring tentangnya dan teredam suara hujan. 

Sudah biasa.

Beberapa murid lalu lalang, ada yang piket, mencari teman, bertanya apakah membawa payung dan mengajak pulang bersama. Phrolova bertopang dagu, melirik pesan di ponsel. Kelihatannya Cristoforo sudah tidak aktif sejak beberapa menit lalu.

Semoga dia bawa dua payung. Atau paling tidak payung besar agar tidak perlu basah kena tempias. Payung yang mereka beli terakhir kali itu apa kabar ya? Apa Cristoforo menyimpannya? Pikiran Phrolova berkelana kemana-mana.

Setelah beberapa menit, sebuah notifikasi muncul di layar ponsel. Bukan dari Cristoforo.

Scar 

Yuk, pulang.

...

Kenapa malah Scar, deh? Tidak bisakah yang menjemput dia Cristoforo saja? Lagian harusnya Cristoforo tahu bahwa Phrolova sedang menghindari Scar karena pertengkaran terakhir kali.

Phrolova 

Foro mana

Scar

Aku sudah di sini, kamu malah mencari laki-laki lain?

Hati kecilku terluka, nih

Phrolova 

Bct

 

Di muka pintu kelas, Scar berkacak pinggang dengan senyum menyebalkan. Sengaja sekali tangannya di lambaikan dengan manis, meski menurut Phrolova malah terlihat masam. 

"Foro lagi belanja makanya dia menyuruh aku menjemputmu." Scar menjelaskan seadanya. Dia tidak bohong, kok. Hari ini memang jadwalnya Cristoforo belanja. Melihat wajah Phrolova yang berkerut, Scar tidak bisa menahan diri buat mengganggunya sekali lagi. "Kalau kau segitu tidak sukanya, aku pulang sendiri deh~" Ujarnya menggoda sambil membalikkan bahu.

Phrolova mendecak. 

"Jadi, mau pergi tidak?"

Bukan berarti Phrolova punya pilihan lain, kan. Scar menertawakan dia yang akhirnya beranjak dari kursi dan menyusul langkahnya ke luar kelas. Sepertinya Scar senang melihat Phrolova menderita, ya. Dia jadi menuliskan cita-cita untuk mencoret nama Scar dari kartu keluarga, suatu hari nanti.

Paling tidak, untunglah payungnya cukup lebar sehingga mereka tidak perlu terlalu berdempetan. Waktu sampai di rumah nanti Phrolova harus memberi Cristoforo pelajaran karena membuat dia pulang bersama Scar, padahal dia dan Scar sedang berseteru. Meletakkan kecoa mainan di bawah selimutnya mungkin adalah ide yang bagus.

Perjalanan pulang yang biasanya membosankan, kali ini jadi sangat tidak menyenangkan. Scar terus mengoceh ini itu tanpa henti walaupun mereka belum berbaikan dan Phrolova mendiamkannya sama sekali. Berada di situasi begini selalu membuat Phrolova gondok, karena dia terkesan jadi orang jahatnya.

Setelah capek bicara sendiri, Scar mengatakan Phrolova tidak punya hati karena tidak menanggapi. Bisa-bisanya dia bilang begitu, padahal dia yang bikin kesal duluan? 

"Kenapa sih, kamu membenciku terang-terangan begitu?" Nada bicara Scar terdengar sedih yang jelas sekali dibuat-buat. "Kamu masih marah, kah?"

Tanpa berpikir dua kali, Phrolova mendesis. "Kamu berisik. Diam."

Hening. 

"Foro juga berisik sepertiku, tuh?"

"Kata siapa aku tidak membencinya?"

"Eh~ tapi Lova terlihat berharap Foto yang menjemputmu tadi?"

"Setidaknya dia lebih tahu diri dari pada badut."

Duh, hati kecil Scar terluka— canda. Dia sudah biasa dikatai badut. Dia tertawa geli dan terpikir sesuatu setelahnya. Kalau Phrolova membenci Scar karena dia berisik, apakah mereka bisa akur kalau Scar diam, ya? Lalu dia bertanya menyuarakan pikirannya.

"Kalau aku jadi lebih kalem, apa Phrolova tidak akan membenciku?"

Phrolova terganggu oleh kesan harapan setengah-setengah dalam suara Scar. Menurutnya pertanyaan itu sangat tidak berbobot dan konyol. Buat apa dan kenapa dia peduli Phrolova membencinya atau tidak? Toh Scar tetap akan yapping sesukanya, kan.

"Diamlah dan beri aku masa tenang." Phrolova menghela napas dengan kesal. Tolong jangan tambah-tambahi beban pikiran ke kepalanya yang sudah selalu pusing. 

"Galak amat. Entar Rover tid— AW!" Tulang kering Scar ditendang seketika begitu dia menyebut nama terlarang. Sakit, tapi Scar tertawa lebar. "Ahem," dia berdeham, "Maaf aku salah bicara." Dan untunglah mereka segera sampai di rumah, sehingga pembicaraan tabu itu tidak perlu dilanjutkan.

Phrolova mendengus sebal dan melepas sepatunya yang basah terkena genangan air di sepanjang jalan. Dia menjinjingnya ke arah ruang cuci. Sekilas, dilihatnya seragam Scar yang basah di bahu kanan. Namun Phrolova memilih tidak peduli. Sebagai satu satunya perempuan sekaligus orang waras di keluarga ini, Phrolova sudah sepatutnya diperlakukan demikian. Tidak perlu ada yang namanya rasa bersalah sekarang.

Iya, tidak perlu.

... Harusnya begitu.

Hanya saja selepas mencuci sepatu dan berganti baju, Phrolova menyempatkan pergi ke dapur dan menyeduh jamu. Sekalian mengisi air minum dan mengomeli Cristoforo yang baru pulang membawa belanjaan bahan makanan malam itu. Omelannya pendek, dan Phrolova cuma menatapnya tajam. Setelah itu dia balik lagi ke kamar —buat menyelipkan kecoa plastik di selimut Cristoforo.—

"Lho, jamunya tidak dibawa?" Christoforo bertanya melihat secangkir jahe yang masih mengepul di meja dapur. Tadi Phrolova yang membuatnya. Apa Phrolova lupa?

"Biarkan saja, entar diminum sama yang mandi hujan." Jawab Phrolova tidak niat.

Cristoforo berkedip. Lalu tersenyum tipis.

Foro

Kamu mandi hujan @Scar?

Scar

Basah sedikit doang, sih

Foro 

Oh.

Lova bikinin jamu buatmu, nih.

Scar

Hee

Sebentar aku turun!

Anda telah keluar dari grup

Foro menambahkan Anda ke grup

 

Scar

Terima kasih jamunya @Phrolova

Phrolova

Kamu bicara apa

Scar

Iya, aku sayang kamu juga

 

Anda telah memblokir Scar

Anda telah memblokir Foro []

 

Notes:

Ak pengen mereka interaksi lagi 😔

Foronya egk banyak soalnya aku takut OOC in dia kwkwkw. Karakternya agak kompleks sih.. tapi besok besok pasti muncul. Aku udah numpuk beberapa wansyot, tinggal nunggu ngetik hmch. Ketik 1 agar author semangat /j

Makasih udah mampir!

Series this work belongs to: