Work Text:
Prologue
Bunyi kecupan dan desahan terdengar di ruang tamu yang dibiaskan cahaya rembulan, menambah kesan intim seperti dalam drama romansa yang dikemas secara apik.
Fuck romance! Ciuman tidak seindah yang dibayangkan Edwin, dia kehabisan napas, tubuhnya menggeliat dalam cengkraman tangan kokoh Jerome di atasnya saat dia memberontak. Sementara itu, bibir pemuda lain terus menabrak miliknya, menciumnya lebih dalam.
Ketika pagutan terlepas, tangan Edwin langsung menampar pipi Jerome dengan keras. Namun, detik berikutnya dia merasa bersalah, dia segera duduk dan menyentuh pipinya. "Aduh, sorry! Gua reflek! Lunya, sih, bikin gua kesel!"
Jerome menatapnya dengan tatapan kekecewaan. "Gua cuma mau bantu ngerealisasiin harapan lu."
Kening Edwin mengernyit. "Maksud lu?"
Jerome menatap bibirnya yang bengkak, dia masih bisa merasakan kelembutannya. "Yang ditulis di buku harian lu."
"Anying!" Mata Edwin melotot, dia merasakan panas menjalar di wajahnya. Sialan, berani sekali dia membaca buku itu tanpa seizinnya.
"Mau ke mana?" Ada nada mengejek dalam suara Jerome, tangannya mencengkram pergelangan kaki Edwin dan menariknya mendekat ketika dia hendak kabur, lalu Jerome menahannya untuk kedua kalinya.
"Bangsat!" Edwin berteriak.
Dia tersenyum menggoda sembari mendekatkan wajahnya. "Mau coba yang lain gak?"
