Chapter Text
Katanya, cinta bisa datang dari mana saja.
Seperti saat ini, entah bagaimana Hanjin tiba-tiba bisa berada di ruang latihan. Langkah kaki Hanjin terdengar ringan di lantai kayu. Di sana ia melihat Kyungmin yang sedang beristirahat di pojok ruangan dekat cermin. Keringat dari sisa latihan masih menempel di kausnya. Lampu putih di atas bikin bayangannya memanjang di cermin besar di seberang. Ada rasa haru yang menghangatkan dada Hanjin saat melihat Kyungmin begitu bersemangat untuk terus berlatih. Ya, semangat anak muda tentu saja masih membara di dalam dirinya.
Kyungmin yang sedang mengelap keringat di wajahnya dengan handuk tidak merasa terkejut saat mendengar langkah kaki yang sedang mendekat. Ia tahu betul suara langkah kaki itu milik siapa. Saat mendongak untuk melihat, senyum manis Hanjin menyapanya, diikuti sekaleng minuman dingin yang menyentuh pipi hangatnya.
“Capek ya? Kamu akhir-akhir ini kelihatan sering banget latihan,” ucap Hanjin sambil menyerahkan sekaleng minuman itu.
“Makasih, Hanjin hyung.”
Kyungmin menerimanya sambil mengedipkan sebelah matanya, menahan senyum tipis. Hanjin menatapnya sebentar, mencoba terlihat santai, tapi reaksinya yang tertawa kecil lalu terlihat salah tingkah membuat Kyungmin merasa gemas pada teman sekamarnya itu.
Beberapa saat sebelumnya mereka memang baru saja menyelesaikan latihan bersama seperti biasa. Satu per satu member mulai meninggalkan ruang latihan untuk urusan mereka masing-masing. Jihoon dan Dohoon sudah lebih dulu pergi karena berencana makan di luar. Youngjae sempat bilang ingin langsung kembali ke dorm, dan Hanjin tadi berniat ikut pulang bersamanya.
Shinyu sendiri entah pergi ke mana. Katanya masih ada urusan di perusahaan, tapi tidak ada yang benar-benar tahu ia sedang melakukan apa.
Yang tersisa hanya Kyungmin, yang setelah istirahat sebentar memutuskan untuk melanjutkan latihan lagi seperti biasa.
Kyungmin berdiri dan berjalan ke arah kursi di sisi ruangan untuk meletakkan handuknya. Setelah itu ia menghampiri Hanjin yang sedang bersandar santai di depan cermin, sekaleng minuman dingin masih ada di tangannya.
“Hyung, bukannya tadi bilang mau balik ke dorm sama Youngjae hyung?” tanya Kyungmin sambil sedikit memiringkan kepalanya. “Katanya capek, mau pulang aja.”
Hanjin cuma nyengir, bahunya terangkat kecil seolah tidak merasa bersalah. “Gapapa sih, capeknya juga udah hilang habis lihat kamu di sini.” Ia mengangkat bahu lagi dengan santai. “Lagian aku juga bosen di dorm, ga tau mau ngapain juga selain tidur.”
Kyungmin menahan senyum. Ia berdiri di depan Hanjin, memperhatikan cara Hanjin berbicara yang selalu terdengar setengah serius tapi juga setengah bercanda. Entah kenapa, sikap Hanjin yang seperti itu selalu terlihat lucu di matanya.
Kyungmin melangkah sedikit lebih dekat, lalu menyipitkan mata pura-pura curiga.
“Bilang aja kalau sebenarnya Hanjin hyung kangen aku,” katanya santai, tapi ada nada menggoda di suaranya.
Hanjin langsung terdiam sebentar, jelas tidak menyangka kalimat itu akan keluar dari Kyungmin.
“Apa sih, sok tahu kamu,” balasnya cepat. Wajahnya berubah sedikit canggung, dan tawa kecil yang tertahan keluar begitu saja.
Reaksi itu justru membuat senyum Kyungmin semakin lebar.Tanpa banyak bicara, ia mengangkat tangannya lalu mengacak rambut Hanjin dengan gemas.
“Tuh kan, ketahuan.” katanya ringan.
“Ih, apaan sih” protes Hanjin sambil merapikan rambutnya. Tapi nada kesalnya justru terdengar setengah malu.
Kyungmin terkekeh pelan. Ia mengambil kembali handuknya, lalu menoleh ke arah cermin besar di ruang latihan.
“Aku lanjut latihan sebentar lagi ya,” katanya santai.
Hanjin mengangguk kecil dan tetap berdiri di sana, bersandar di dekat cermin sambil memperhatikan Kyungmin bersiap kembali.
Kyungmin sesekali menoleh ke Hanjin, dan Hanjin diam-diam menahan senyum, menikmati detik-detik sederhana itu tanpa tergesa-gesa.
Lagipula, tidak ada yang lebih menarik daripada menonton Kyungmin latihan.
Setelah melihat beberapa gerakan Kyungmin, Hanjin perlahan mengeluarkan kameranya dari tasnya, diam-diam memfokuskan lensa ke Kyungmin yang sedang menyesuaikan posisi. Ia menekan tombol shutter sekali, lalu mulai merekam beberapa detik gerakan Kyungmin, tersenyum kecil karena setiap gerakannya terasa… berkesan.
Hanjin nggak bersuara, cuma fokus ke Kyungmin. Setiap detik-detik kecil itu hangat, bikin Hanjin pengen simpan semuanya di kepala aja.
