Adult Content Warning
This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.
-
Tags
Summary
Pintu pondoknya akan selalu terbuka demi seseorang yang selalu ia nantikan kedatangannya. Lampu dan lilin tidak pernah dia padamkan meski dia harus pergi tidur dan menghabiskan banyak persedian lilinnya. Harapan menjadi satu-satunya yang dia pegang setiap harinya akan kedatangan orang itu. Duduk di depan pintu dan menunggu sudah menjadi kebiasaannya setiap hari hanya demi orang itu.
Namun setiap penantian pasti ada batasannya. Haruskah dia terus membukakan pintunya setiap hari hanya demi seseorang yang tidak pasti akan kembali ke sini?
