Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 13 of satu irama
Stats:
Published:
2016-09-26
Words:
263
Chapters:
1/1
Kudos:
7
Hits:
85

Kebiasaan Lama Sulit Dihilangkan

Summary:

Hakuryuu masih mencari Judar.

Notes:

[magi, juhaku, crybaby] untuk eqa.

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Disklaimer:

  • Magi: The Labyrinth of Magic adalah karyaOhtaka Shinobu yang diserialisasikan di Weekly Shounen Sunday dan satuannya dipublikasikan oleh Shogakukan serta animasinya dibuat oleh A-1 Pictures.
  • Tidak ada keuntungan materi sedikit pun yang Penulis dapat atau ambil dari fanfiksi ini.

Ini sudah yang ketiga kalinya netsumegusa Hakuryuu tidak merespon magoi-nya. Hakuryuu berdecak kembali. Ia dapat merasakan netsumegusa-nya ada di sekitar sini. Hakuryuu yakin, Judar tidak jauh dari sini—

Tsk, sial. Apakah Judar tidak merasakan hal yang sama dengan Hakuryuu? Apakah Judar tidak ingin ditemui lagi, tak seperti Hakuryuu yang terus mencarinya? Apakah rukh Hakuryuu yang sekarang membuat Judar tidak lagi peduli? Hakuryuu tidak sedang meragukan Judar, tapi ia adalah orang yang realis.

Sudah tiga tahun. Mungkin memang Judar telah memilih jalannya sendiri saat ini. Hakuryuu bisa mengerti, tapi tetap saja, sudut-sudut matanya ... terasa panas.

"—Ya ampun. Kukira setelah tiga tahun, kau akan berubah. Ternyata kau masih sama cengengnya."

Hakuryuu menoleh ke belakang secepat yang ia bisa—dan menemukan sosok yang ia cari-cari. Judar, dengan senyumannya yang begitu lebar, tengah melayang beberapa kaki di atas tanah. Judar melambai pada Hakuryuu dengan tangannya yang sedang tidak menggenggam tongkat.

Sang mantan kaisar Kou tidak menghabiskan waktu. Hakuryuu cepat-cepat menarik Judar ke dekapannya.

"... Kukira kau tidak akan kembali lagi, Judar."

Judar menggeleng-gelengkan kepala. "Tidak semudah itu kau menyingkirkan aku, Ha-ku-ryuu." Lengan Judar melingkar erat di punggung Hakuryuu. Keduanya berpelukan untuk beberapa lama, barulah saling melepaskan.

"Eh, tapi sungguh," Judar menepuk-tepuk puncak kepala Hakuryuu, "kukira cengengmu itu sudah tobat, Hakuryuu."

"B-berisik! Diam!"

Tawa Judar begitu keras dan untuk saat ini, Hakuryuu tidak merasa keberatan mendengarnya.

Notes:

terima kasih sudah membaca sampai di sini! :)

Series this work belongs to: