Adult Content Warning
This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.
-
Tags
Summary
“Den, tolong,” gumam Iyan putus asa, entah meminta Aden untuk berhenti atau justru menuntut lebih. Dia mengangkat kedua tangannya, melingkarkannya dengan erat di leher Aden yang berkeringat, tidak lagi peduli pada noda hitam yang mengotori tangannya dan daster kesayangannya.
“Minta tolong apa, sayang? Ngomong yang bener,” paksa Aden. Dia sengaja menghentikan gerakannya, menatap wajah Iyan yang memerah padam dengan senyum penuh kemenangan. Tangan besarnya turun menyapu paha Iyan yang terekspos, memberikan usapan di balik kain daster yang membuat Iyan nyaris melompat dari kasur.
“Minta tolong apa ke aku, Mbak? Nyervis motor apa nyervis lubang kamu?”
