Adult Content Warning
This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.
-
Tags
Summary
Atmosfer di dalam studio tetap berjalan dengan dingin seperti biasa, tanpa ada satu pun orang yang berniat untuk menyerukan kata berhenti demi menyelamatkan martabat Haechan yang telah hancur.
"Lihat ke kamera, sayang... tunjukkan bagaimana vaginamu memperlakukan penisku, wakaru no??" bisik Mark seraya terkekeh ringan, memaksakan sebuah dialog santai di tengah guncangan badai syahwat yang mengerikan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Miyori langsung melangkah berjalan mendekat ke arah area selangkangan Haechan. Lensa kameranya membidik secara makro cairan putih kental milik Mark yang mengalir lambat dari dalam lubang vagina pria manis itu; keluar begitu deras menyerupai konsistensi krim, lalu menetes jatuh membasahi permukaan kain sprei kasur yang sudah kusut masai.
"CUT!" ujar asisten sutradara, Akio, menyerukan tanda berakhirnya sesi pengambilan gambar utama.
Miyori segera menekan tombol berhenti merekam pada perangkat kameranya.
