Adult Content Warning

This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.

If you accept cookies from our site and you choose "Yes, Continue", you will not be asked again during this session (that is, until you close your browser). If you log in you can store your preference and never be asked again.

  1. Tags
    Summary

    Atmosfer di dalam studio tetap berjalan dengan dingin seperti biasa, tanpa ada satu pun orang yang berniat untuk menyerukan kata berhenti demi menyelamatkan martabat Haechan yang telah hancur.

    ​"Lihat ke kamera, sayang... tunjukkan bagaimana vaginamu memperlakukan penisku, wakaru no??" bisik Mark seraya terkekeh ringan, memaksakan sebuah dialog santai di tengah guncangan badai syahwat yang mengerikan.

    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .

    Miyori langsung melangkah berjalan mendekat ke arah area selangkangan Haechan. Lensa kameranya membidik secara makro cairan putih kental milik Mark yang mengalir lambat dari dalam lubang vagina pria manis itu; keluar begitu deras menyerupai konsistensi krim, lalu menetes jatuh membasahi permukaan kain sprei kasur yang sudah kusut masai.

    ​"CUT!" ujar asisten sutradara, Akio, menyerukan tanda berakhirnya sesi pengambilan gambar utama.

    ​Miyori segera menekan tombol berhenti merekam pada perangkat kameranya.

    Language:
    Bahasa Indonesia
    Words:
    34,452
    Chapters:
    7/7
    Comments:
    18
    Kudos:
    154
    Bookmarks:
    21
    Hits:
    12,013