Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 3 of SenGen Week
Collections:
Sengen Week 2019-2020
Stats:
Published:
2026-07-11
Words:
319
Chapters:
1/1
Kudos:
9
Bookmarks:
1
Hits:
63

Cola

Summary:

Hanya sebotol cola dingin yang menjadi barang buktinya.

Notes:

Repost dari twitter. Cerita ini dulu aku tulis buat SenGen Week 2019-2020, terus jadi pengen post di sini juga buat arsip. Maafkan belum bisa nyumbang cerita baru TTmTT

Happy reading! ^^

Work Text:

Cola

Disclaimer: Dr. Stone © Riichiro Inagaki & Boichi 

[SenGen Week day 3: cola/stargazing]

.

.

.

"Senku-chan, apa kamu percaya pada cinta?" tanya Gen tiba-tiba. Ia dan Senku sedang menghabiskan waktu sore berdua di pinggir sungai sedangkan yang lainnya masih mengerjakan tugas mereka masing-masing.

"Hmm, cinta, ya." Senku berpikir sejenak. "Ya mungkin saja.

"Hormon dopamin membuat orang merasa bahagia. Lalu hormon adrenalin dan norepinephrine yang membuat jantungmu berdetak lebih cepat." lanjut Senku. "Tapi tidak hanya cinta yang membuat ketiganya bekerja."

Gen meringis mendengar penjelasan Senku.

"Ih, Senku-chan. Jawab saja iya atau tidak. Aku tidak ingin belajar biologi sekarang," protes Gen. "Kalau aku bilang aku jatuh cinta pada Senku-chan, Senku-chan percaya tidak?"

Senku terkekeh. Bukannya menjawab pertanyaan Gen, ia malah menjauh dari pemuda berambut hitam-putih itu. Ia berjalan ke arah sungai lalu menunduk tepat di bibir sungai. Tangannya terulur untuk mengambil sesuatu di alirannya.

Wajah Gen berseri ketika melihat apa yang ada di tangan Senku sekarang. Sebotol cola yang didinginkan di aliran sungai.

Senku mendekat ke arah Gen. Begitu dekat sampai Gen sendiri kebingungan. Rasa dingin dari botol cola yang kini menempel di pipinya membuatnya sedikit terkejut.

Bukan hanya itu. Perubahan suhu tiba-tiba di pipinya tidak akan membuat jantungnya berdetak secepat itu. Wajah Senku yang begitu dekat yang membuat seluruh darah mengalir ke wajahnya. Jarak yang memisahkan mereka berdua bahkan lebih tipis dari ujung tombak milik Kinro dan Ginro.

Gen bahkan dapat merasakan hangatnya napas Senku di wajahnya.

Senku tersenyum miring. Setelah puas menatap wajah Gen yang memerah, ia menarik dirinya menjauh. Botol cola yang ia pegang ia jatuhkan ke pangkuan Gen yang masih terkejut.

"Kau bisa bilang aku percaya," ujar Senku. "Kalau tidak, mana mungkin aku bisa suka padamu."

Senku berbalik dan berjalan menjauhi sungai untuk kembali ke tempat kerjanya. Sebelum sepenuhnya pergi, Senku berbalik dan berteriak pada Gen, "Jangan lupa minum cola-nya selagi dingin!"

Setelah itu ia benar-benar pergi meninggalkan Gen yang hanya terdiam menatap botol cola pemberian Senku. "Sial."

Selesai 

Series this work belongs to: