Work Text:
Carlos Sainz Vazquez De Castro.
Nama yang tidak sangka akan hadir dikehidupan Alex. Alex pikir hidupnya hanya akan menjomblo seumur hidup, karena Ia tahu Ia akan ditinggal menikah oleh George.
Hidup Alex itu datar, tidak ada ambisi, semuanya Ia biarkan mengalir. Tapi setelah mengenal Carlos, rasa semangat hidup itu ada. Alex menjadi lebih tahu hidupnya akan kemana, Ia bahkan jadi lebih sering berolahraga rutin, dulu juga sih tapi itupun hanya menghabiskan masa gym membershipnya yg sudah terbayar untuk 1 tahun ketika George belum balikan dengan Max.
Alex juga memperhatikan makanannya, Ia lebih peduli dengan sekitar. Carlos sangat membawa dampak positif dihidupnya. Carlos bilang sebelum bisa mencintai seseorang itu kita harus mencintai diri sendiri dulu,dan Alex percaya hal itu.
Hubungan Alex dengan orang tuanya pun jadi sedikit membaik, iya sedikit saja, perubahan itu perlu waktu yang panjang, tapi hasil akhir yang manis. Selain kualitas hidup yang meningkat, cita-cita Alex pun bertambah, jika dulu tabungannya hanya ada untuk ajakan liburan tiba-tiba dari Lando, kini Alex juga sudah menabung untuk menikahi Carlos.
Pertemuan pertama keduanya saat itu menjadi sebuah awal yang baik, Alex dan Carlos memulai dengan ketidakseriusan dan berakhir dengan serius, kini hubungan keduanya sudah berjalan 1 tahun, Carlos masih tinggal di Bali begitupun dengan Alex yang bekerja di Jakarta, tapi keduanya akan sering rutin mengunjungi satu sama lain.
Walaupun Alex itu hanya budak korporat biasa, tidak dengan orang tuanya, Alex hanya tidak berhubungan baik saja dengan mereka. Salah satu alasan Alex mau berhubungan lagi dengan orang tuanya ya karena Carlos. Carlos itu berasal dari keluarga yang cukup terpandang, tidak tidak keluarga yang terpandang walaupun Ia memiliki 3 Ibu tiri, tapi Carlos lah si pewaris utama bisnis keluarganya.
Pria berdarah Spanyol itu sangat disayang oleh Ayahnya, begitupun dengan ketiga Ibu tirinya dan juga kakek neneknya, Alex yakini jika keduanya berlibur ke eropa dan melakukan tour, pasti Carlos memiliki satu atau dua properti disana, hadiah ulang tahun ataupun kado cuma cuma dari keluarganya. Makanya Alex sangat meningkatkan standar hidupnya, tidak ada kata menyerah untuk memperjuangkan Carlos, Ia juga harus lebih percaya diri karena Carlos bilang Ia menyukai Pria yang percaya diri dan tahu hidupnya akan bagaimana.
Saat ini giliran Alex yang mendatangi Carlos, disebuah rumah tradisional khas Bali yang sudah kakeknya Carlos miliki jauh sebelum ada Carlos lah Alex akan tinggal selama satu minggu kedepan. Alex tiba di Bali hari jumat pagi, langsung dijemput oleh sang kekasih dan juga disambut oleh kakek nenek Carlos yang sudah menunggu di rumah. Keluarga Carlos dan Alex juga sudah saling kenal, Ibu tiri ke-3 Carlos ternyata satu tempat arisan dengan Ibunya Alex, keduanya kenal karena saat itu Carlos yang menemani Ibunya bertemu dengan Alex yang sedang mengantar sang Mamah.
Bagaikan Takdir, pertemuan itu berujung dengan makan malam bersama, saat itu Alex juga bertemu dengan Ayah Carlos dan adik tirinya (bukan yang selingkuh dengan Charles ataupun teman Oscar). Lampu hijau sudah terlihat tinggal Alex saja yang masih berusaha. "Alexander, Sudah sarapan?" tanya Nenek Carlos mengganggu sedikit lamunan Alex, wanita paruh baya itu masih terlihat segar untuk seusianya, wajahnya mirip dengan Carlos, mungkin saat tua nanti Carlos akan sepertinya.
"Belum Enin, tadi sengaja ga makan apa-apa hehe, mau makan masakannya enin kann"
jawab Alex sambil menunjuk beberapa tudung saji diatas meja. Kakek Carlos yang baru datang pun tertawa dari belakang, terlihat Ia membawa sekeranjang buah-buahan segar ditangannya.
"Iya, makan sini aja, dah masak banyak tuh"
ujarnya lalu duduk disebelah Alex. Tak lama Carlos juga terlihat sambil membawa handuk diatas kepalanya, Ia datang sambil membawa kotak berukuran sedang.
"Enin ini ada makanan dari Tante Sore yang rumahnya didepan itu"
ucap Carlos sambil memberikan kotak tersebut pada neneknya,
"Oke makasih, kamu belum mandi Carl?"
tanya Nenek sambil memandang tidak percaya cucunya itu, Carlos pun hanya tertawa lalu mengangkat kedua bahunya,
"Sengaja, biar bisa mandi berduaan sama Alex. Alex mau mandi berdua gaaa?"
YA MAU LAH MASA ENGGAK.
"Aku takut banget kalo kita mandi berduaan gini, ada Demit yang keganggu"
ujar Alex masih setia memijit kepala Carlos dibawah shower yang airnya dimatikan terlebih dahulu itu. In this economy buang buang aer no duh.
"Ya udah sana keluar!"
Carlos berbalik menghadap lelaki di hadapannya itu lalu memandang sengit sang kekasih hati, Alex nih sedari masuk kamar mandi ngeluh takut tapi giliran liat Carlos udah telanjang malah nafsu.
"Vaz, maaf sih, marah-marah mulu, hamil ya?"
"Gigi lu noh hamil, Nikahin aku dulu baru bisa hamil."
"Iya, lagi nabung ini, sabar yaa"
Kini Alex memeluk tubuh Carlos, keduanya saling membersihkan diri dibawah guyuran air dingin itu. Kecupan sesekali akan tercipta, Alex itu sangat bucin pada Carlos, kalo bisa dikeukeup sudah pasti akan Ia lakukan. Tubuh telanjang keduanya pun menambah sensasi aneh namun candu.
Tangan Alex yang setia menyeka air yang nengguyur dari kepala Carlos lalu turun ke dadanya. Alex mengagumi pahatan wajah itu, tidak terjadi buah membuahi dibilik kamar mandi itu hanya pelukan dan curian curian berupa kecupan dari bibir ataupun pucuk dada. Hickeys sudah terlihat di dada Carlos, ulah Alex tentu saja, sebuah kebiasaan jika keduanya bertemu, sebuah tanda cinta Alex untuk Carlos dan juga memberitahu dunia kalo Lelaki ini sudah ada kekasih.
Kegiatan mandi keduanga selesai cukup singkat, saat kembali ke meja makan sang kakek dan nenek malah sudah pergi menuju rumah seberang, jadi kini keduanya sarapan berdua menikmati masakan rumah khas Neneknya Carlos.
"Minggu depan Lando ngajak ke Bali, katanya mau sekalian survey villa, kamu mau join?"
tanya Alex sambil menumpuk bekas piring dan gelasnya, makanannya sudah habis dalam waktu 15 menit, berbeda dengan Carlos yang makannya lama, Carlos itu suka mengunyah jadi bisa dipastikan waktu makannya akan berbeda jauh dari Alex.
"Boleh, udah lama enggak ketemu juga. Dia masih sama Oscar kan?"
Jawab Carlos sambil memilih lauk mana yg akan Ia kunyah dengan penuh nikmat itu. Alex yang melihatnya sudah tahu akan kemana, jika Carlos disediakan banyak lauk makan pasti ia tidak akan menghabiskan nasinya, maka dengan inisiatif Alex membantu Carlos menghabiskan nasi dipiringnya itu.
Oh deja vu, kini Alex melakukan apa yang pernah Ia lihat dari Oscar dan Max pada pasangannya. Membantu menghabiskan makan sang kekasih, walau sebenarnya Carlos bisa saja menghabiskan nasi ini tapi akan laaamaaa, Alex kan ingin segera bercinta dipantai, tidak tidak maksudnya Alex ingin segera berpacaran dengan Carlos disekitar pantai sini.
"Dia ninjau villa buat acara nikahannya sama Oscar, Vaz..."
"Oh..."
Vaz, nama panggilan khusus Alex untuk Carlos, awalnya Alex gunakan untuk mengelabui kedua temannya, Alex belum siap menceritakan bagaimana pertemuan pertamanya dengan Carlos kepada teman-temannya, makanya hubungan keduanya sempat backstreet, walau hanya 2 bulan Itu juga karena George yang diberitahu Max kalo Alex beberapa kali terlihat bersama Carlos di Bali, memang ya.
Tapi begitulah, panggilan itu tetap ada dan sama, seperti panggilan sayang untuk Carlos bagi Alex.
Cuaca panas Bali itu tidak pernah cocok untuk Carlos dan Alex, makanya keduanya banyak menghabiskan waktu didalam Kafe. Padahal awalnya keduanya berencana berjalan-jalan daerah sana mencari gelato, belanja atau apa tapi nyatanya keduanya sedang duduk bersender di sofa sebuah kafe yang ber-AC. Posisi keduanya yang setengah badannya tiduran diatas Sofa pun menjadi perhatian beberapa tamu, tapi apa peduli mereka, keduanya sedang menikmati waktu masing-masing.
Carlos yang awalnya sibuk scroll instagram pun menghentikan kegiatannya, Ia bosan melihat ponselnya sendiri. Hingga saat ini Carlos beralih melihat Isi ponsel Alex, perlahan Carlos sudah menyamankan kepalanya dibahu Alex, Alex yang sadar pun otomatis membuka lengan kirinya yang bebas tidak memegang Ponsel untuk merengkuh tubuh Carlos. Carlos larut melihat tiktok Alex, sesekali tawa terdengar saat ada vivicu alias video video lucu lewat diberanda, pacaran Alex dan Carlos itu sederhana kok, karena yang mereka percayai jatuh cinta dan menyukai seseorang itu ketika kita merasa aman ketika bersama bahkan Carlos dan Alex cenderung sering memilih tidur bersama yang secara harfiah dibanding berkencan keluar ketika berduaan.
Rasa kantuk selalu hadir, keduanya seperti tidak ada yang ditutupi ataupun perlu diawasi, mereka percaya pada satu sama lain, hingga rasanya hanya ada kedamaian saat bersama. Tapi, namanya juga anak muda Alex selalu pastikan sebelum keduanya berpisah, malam terakhir keduanya akan berakhir dengan panas, Carlos yang begging untuk berhenti digauli oleh Alex adalah hal yang akan selalu Alex sukai.
