Recent bookmarks
-
Tags
Summary
"Siapa PJ basket?" Arjuna bertanya tanpa memperhatikan sekitar, matanya sibuk membaca kertas-kertas proposal di hadapannya.
"Pacar lu." Sadewa menjawab sambil menahan tawa. Ia tahu kombinasi itu tak akan pernah berjalan dengan mulus.
Arjuna langsung menoleh, membanting kertas di tangannya ke meja. "Anjing, siapa yang ngide jadiin si anjing PJ acara penting gini? Nyawit semua anak basket!" kesalnya, napasnya mulai memburu karena tensinya mendadak naik.
Nakula berjalan dari belakang, lalu ikut duduk di antara Arjuna dan Sadewa dengan santai. "Ya dia ketuanya, Jun. Wajar aja dia yang tanggung jawab, kan?"
"Kan ada Bima? Kenapa sih harus si Yudis-Yudis itu!" Juna mengacak rambutnya frustrasi. Perfeksionismenya langsung meronta-ronta membayangkan betapa hancurnya koordinasi mereka nanti.
Suara ketukan pintu terdengar.
"Hai, lagi ngomongin aku ya?" Suara itu. Suara milik pemuda bermanik hijau yang bisa membuat ketenangan Arjuna seketika menghilang tak tersisa. Yudistira berdiri di ambang pintu dengan cengiran tanpa dosa yang paling ingin Juna hantam pakai papan jalan.
Bookmarked by virtuousindigo
16 Jun 2026

