Work Text:
Sam Kim - Sunny Days, Summer Nights
Ahn Jeongwon adalah orang yang tidak pernah lupa untuk tidak bersyukur.
Disetiap kesempatan di tengah kesibukannya, ia tidak pernah lupa untuk mengucapkan syukur, bahkan untuk hal kecil di hidupnya.
Terutama setelah Tuhan dengan sangat baiknya mempertemukan dia dengan orang yang berhasil memutar balikkan dunianya, mengubah pandangannya tentang hidup, dan berhasil mengajarkannya arti dari kehangatan di musim dingin.
Ya, dia adalah Jang Gyeoul -orang pertama dan satu-satunya yang ia izinkan untuk memeluk seluruh hatinya,
Seluruh dunianya.
Bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman, merasa gila karena hanya dengan memikirkan seorang Jang Gyeoul, dirinya merasa ringan dan dipenuhi kegembiraan.
Langkahnya seketika melambat seraya melihat dari jendela, mencari keberadaan Jang Gyeoul diantara pasien dan dokter maupun perawat yang ingin bersantai di taman.
Disana, ia menemukan Jang Gyeoul duduk di salah satu bangku taman dengan mata terpejam, kepalanya menunduk dan sesekali hampir terjatuh karena beban yang tidak dapat ditahannya. Semburat jingga keemasan menyoroti fitur wajahnya yang tegas, anak rambut yang terlepas dari ikatan rambutnya berterbangan dengan halus mengikuti arah angin yang berhembus.
Ahn Jeongwon tidak menyadari langkahnya telah terhenti total, matanya terpaku dan bibirnya terbuka sedikit, terpana dengan pandangan yang ada di depannya.
Cantik.Sangat cantk.
Hanya satu kata itu yang ada dipikirannya saat ini untuk mendeskripsikan pemandangan yang ada di depannya.
Dengan senyum yang tidak pernah tertinggal di bibirnya, Ahn Jeongwon mengarahkan kakinya untuk keluar dari ruangan dan menghampiri Gyeoul yang duduk sendirian. Badannya yang besar ia posisikan untuk menghalangi sinar matahari yang datang dari sebelah kiri agar tidak mengganggu tidurnya yang nyenyak. Perlahan-lahan ia letakkan kepala Gyeoul untuk bersandar di perutnya, memastikan dia aman dan nyaman untuk melanjutkan tidur di taman rumah sakit.
Ahn Jeongwon memiringkan kepalanya sedikit agar ia dapat menangkap wajah tenang Jang Gyeoul. Sedikit kaget saat Gyeoul bergerak pelan, takut bila kehadirannya hanya mengganggu waktu tidurnya, yang ternyata tidak sama sekali
Dia melebarkan kedua matanya kemudian menengadahkan kepalanya ke atas untuk tertawa kecil. Tidak percaya dengan apa yang dia saksikan.
Diarahkan kepalanya untuk melihat sekeliling. Tempat itu ramai. Dipenuhi oleh obrolan dan canda tawa orang-orang yang menikmati waktu santainya disana. Matanya berhenti pada sepasang dokter muda yang sedang tertawa bersama. Dari tempatnya, ia melihat mata dokter laki-laki itu melembut. Pandangannya tidak lepas memperhatikan dalam diam setiap gerak gerik yang dilakukan orang di depannya dengan senyum yang merekah di bibirnya.
Sama persis dengan apa yang pernah dilakukan dirinya dahulu. Di tempat yang sama dengan sepasang dokter muda itu, hatinya membuncah dipenuhi kebahagian karena akhirnya dapat menyaksikan dari dekat Jang Gyeoul tersenyum dan tertawa setelah menyelesaikan operasi mandiri pertamanya.
Senyum cerah di siang itu juga yang menyadarkan Ahn Jeongwon betapa besar keinginannya untuk terus berada disamping Jang Gyeoul. Mempertahankan senyum agar terus berada di bibirnya, memperhatikan dan menjadi saksi bagaimana ia tumbuh menjadi seorang dokter dan juga wanita yang hebat di masa depan, menjadi tempat untuk Gyeoul bersandar dikala lelah dan menjadi tempat agar Gyeoul dapat berkeluh kesah menceritakan harinya.
Dan juga betapa besar keinginannya mendampinginya, untuk dapat memegang tangannya dan selalu bersama hingga maut memisahkan mereka berdua.
Ujung bibirnya kembali tertarik membentuk senyuman, bahagia karena Tuhan dengan baik mengabulkan segala keinginannya. Tidak pernah sedikitpun ia berhenti bersyukur, karna bertemu dengan Jang Gyeoul merupakan salah satu anugerah terindah yang pernah terjadi di hidupnya.
Maka itu, di sisa hidupnya ia membuat janji dengan dirinya sendiri. Untuk terus mencintai Jang Gyeoul, sepenuh jiwa dan juga raganya.
