Chapter Text
Allianz
Story by LittlePeanutz
Spy x Family © Endō Tatsuya
Chapter 1: Prologue(s)
Tentang Aku dan Kamu.
***
[ Prolog 1 ]
— The Problem —
Di dalam sebuah keluarga yang tinggal di Jalan 128 Park Avenue, terdapat 2 orang yang menginginkan perdamaian dunia, 1 orang yang tak ingin keluarga itu bubar, dan 1 hewan peliharaan yang menginginkan kasih sayang.
Hari-hari mereka disertai kepalsuan dan canda tawa untuk menutupi rahasia masing-masing. Kebohongan menjadi makanan sehari-hari. Senyum palsu menjadi templat penutup jati diri.
Namun dari seluruh kepalsuan dan sandiwara yang bagai tak berujung itu, sungguh tak ada kepalsuan dalam perasaan mereka. Bahkan senyum paksa itu perlahan berubah menjadi senyuman tulus. Sayangnya, mereka tak saling menyadari hal itu. Mereka masih terjebak di dalam kegelisahan mengenai skenario terburuk yang mungkin saja bisa terjadi.
Yah, waktu mereka masih panjang. Hidup di dunia yang seakan-akan dapat runtuh kapan saja, sulit untuk bisa berpikir bahwa semua akan baik-baik saja jika kita beristirahat sejenak.
Tapi jika mereka menjadi keluarga sungguhan, apakah semuanya tetap akan baik-baik saja?
Nyatanya, tidak baik-baik saja.
***
[ Prolog 2 ]
— The Conflict —
“Selamat siang, atau mungkin selamat malam, Twilight.”
“Hari yang indah. Selamat siang, Thorn Princess.”
.
“Ada misi baru untukmu.”
“Ada klien baru untukmu.”
.
“Human experiment. Konflik dua negara, Ostania dan Westalis.
Ada informasi yang harus kau ambil dan seseorang yang perlu kau bantu.
Kau akan masuk ke dalam sarang yang jauh lebih berbahaya, Twilight.”
“Human experiment. Ketidakmanusiaan dan Pengkhianatan.
Ada target yang harus kau bunuh dan seseorang yang perlu kau bantu.
Kau akan berada di situasi yang jauh lebih sulit, Thorn Princess.”
.
“Pada misi ini, ada pihak lain yang memiliki tujuan yang serupa dengan tujuan utama kita.”
“Pada tugas ini, ada pihak lain yang memiliki tujuan yang serupa dengan tujuan utama kita.”
.
“Yaitu menciptakan dunia yang aman dan damai. Tanpa adanya peperangan.”
.
“Namun tujuan lain dari pihak tersebut sedikit berbeda dengan tujuan dari atasan.
Tapi hal itu tak akan menghalangi tujuan dari misi ini.”
“Namun tujuan lain dari pihak tersebut sedikit berbeda dengan tujuan dari klien kita.
Tapi hal itu tak akan menghalangi tujuan dari tugas ini.”
.
“Atasan mengambil jalan tengah dengan pihak tersebut melalui narahubung kita.”
“Klien kita mengambil jalan tengah melalui narahubung mereka.”
.
“Kita akan melakukan sedikit kerja sama dengan mereka.”
.
“Pihak tersebut merupakan organisasi gelap patriotik yang berjalan seperti bayangan di dalam Ostania.”
“Pihak tersebut merupakan organisasi tak terlihat dari Westalis yang menyusup di dalam negeri kita.”
.
“Ancaman terbesar bagi kita sebagai mata-mata yang tinggal di negaranya.”
“Mangsa tersebar untuk kita yang membasmi para pengkhianat di negeri kita.”
.
“Namun untuk kali ini saja, hal tersebut kita kesampingkan terlebih dahulu. Oleh karena itu…”
.
“Kau akan bekerja sama dengan Garden, Twilight.”
“Kau akan bekerja sama dengan W.I.S.E., Thorn Princess.”
!!
“Bekerja sama dengan Garden?”
“Bekerja sama dengan W.I.S.E.?”
***
[ Prolog 3 ]
— The Story —
“Papa dan Mama… bertengkar?”
Papa yang ada di ruang TV menghentikan minum kopi dan Mama yang ada di dapur menghentikan cuci piring. Papa dan Mama lalu menatap Anya dengan ekspresi sedikit bingung.
“Tentu saja kita nggak bertengkar,” kata Papa, lalu kembali meminum kopi hitam.
“Kenapa Anya bertanya seperti itu?” tanya Mama sambil melanjutkan cuci piring.
Yah, Anya tidak bodoh, mungkin. Tapi mendengar isi suara pikiran Papa dan Mama sejak kemarin malam, tepatnya setelah Papa dan Mama baru saja kembali bekerja, seluruh rumah menjadi berisik dipenuhi oleh isi pikiran Papa dan Mama. Sampai-sampai kepala Anya sakit dan sulit untuk tidur. Tentu saja ini menjadi salah satu kerugian besar menjadi esper.
Kemudian pikiran Papa dan Mama kembali memenuhi pikiran Anya. Papa dan mama memikirkan hal yang sama.
‘Bersikap normal di depan Anya.’
‘Anya tak perlu tahu.’
‘Anya akan baik-baik saja.’
‘Anya tak perlu tahu tentang ini.’
‘Apakah sikapku pada Yor sangat terlihat aneh oleh Anya?’
‘Apakah sangat terlihat aku menjauhi Loid di mata Anya? Apakah Anya akan sedih?’
‘Apakah aku melakukan hal yang benar?’
‘Apa yang harus kulakukan?’
“Ugh,” keluh Anya. Kepala Anya sedikit sakit. Pikiran Papa dan Mama sangat keras dan begitu cepat sampai-sampai Anya kesulitan mengartikan apa yang sedang Papa dan Mama pikirkan.
“Anya pergi ke rumah Becky ya… Becky sudah menunggu Anya di bawah,” pamit Anya pada Papa dan Mama, “jadi, Papa dan Mama jangan bertengkar. Anya sayang Papa dan Mama.”
“Sekali lagi kami nggak bertengkar, Anya,” jelas Papa, bohong. Anya tahu itu, tapi seperti itulah Papa. “Hati-hati di jalan, jangan bikin Blackbell repot.”
“Hati-hati di jalan, Anya. Jika ada apa-apa, telepon kami ya,” pesan Mama sambil mengelap tangan yang basah.
Anya tidak begitu yakin, tapi Anya merasa bahwa Papa dan Mamanya sepertinya sedang bertengkar. Tidak, bukan bertengkar. Papa dan Mama saling curiga.
Tunggu, apakah kali ini Papa dan Mama akhirnya mengetahui rahasia satu sama lain?!
~ End of Prologue(s) ~
Preview Next Chapter: Pulang
Singkatnya, Loid hanya ingin istirahat dan ada orang lain yang bernasib sial.
