Work Text:
Xingchen.
Maaf, aku selalu datang terlambat.
Maaf, karenaku kau menderita.
Maaf, semestamu gelap gulita karenaku.
Xingchen.
Saat itu, aku selalu mencarimu.
Ingin menemukanmu.
Berharap kau kembali bersamaku.
Xingchen.
Sekarang aku di sini.
Gadis kecil A-Qing juga di sini.
Aku berjanji, akan selalu menjagamu dan juga A-Qing.
Xingchen.
Dia telah tiada.
Dia telah mati di tanganku.
Aku lega.
Namun, hatiku hampa.
Sesaknya masih tertinggal.
Perasaan nelangsa itu tak kunjung hirap.
Xingchen.
Aku ingin berhenti berandai.
Aku amat menyesal.
Kini, aku tidak akan mampu mengubah apa pun.
Namun, aku hanya ingin meminta maaf.
Kau tidak perlu memaafkanku.
Tapi, izinkan aku untuk tetap meminta maaf tanpa henti.
Maaf, Xingchen.
Maafkan aku.
Ini bukan salahmu.
Maaf karena sudah menderita selama ini.
Seharusnya kita tidak pernah berpisah.
Seharusnya ... dalam keadaan apa pun ...
... aku tetap berada di sisimu, menjagamu, melindungimu.
Maafkan aku.
Maaf.
Xingchen.
Sudahkah semuanya terlambat bagiku?
Permintaan maafku sia-sia, bukankah begitu?
Tapi bolehkah ... aku tetap berharap pada sepersekian kecil probabilitas?
Xingchen.
Tolong ... katakan sesuatu.
Aku memohon padamu.
"Zichen."
"Zichen."
Xingchen?
"Zichen. Ini aku."
Ini sungguhan? Xingchen?
"Sungguh."
"Terima kasih telah membuatku terjaga."
"Zichen."
"Kesadaranku amat terbatas."
"Tapi, kau melakukannya dengan sangat baik."
"Aku telah mendengar semuanya."
"Zichen."
"Aku telah menerima permintaan maafmu."
"Setelah ini, berhentilah meminta maaf."
"Kau seharusnya tahu, aku akan selalu memaafkanmu."
Xingchen ....
"Zichen."
"Aku menyayangimu, seterusnya akan tetap begitu."
Xingchen.
Xingchen.
Mengapa kau tidak menjawabku lagi?
Xingchen.
Kau di mana?
Xingchen.
Xingchen.
Xingchen.
Xingchen.
Aku juga amat menyayangimu.
Aku rindu padamu.
Aku mencintaimu.
Xingchen.
Akan kutunggu hingga tiba saatnya kau kembali terjaga.
Maaf, aku akan mengatakannya lagi, setelah ini aku berjanji akan berhenti.
Maaf, Xingchen.
Maafkan aku.
Selamat tidur, Xingchen.
Sampai jumpa lagi.
