Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 4 of Persona 5 Drabbles
Stats:
Published:
2023-07-21
Words:
517
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
2
Hits:
15

Hari Ini Mau Melakukan Apa?

Summary:

Satu lagi waktu sore dihabiskan di Jazz Jin. Dengan satu pertanyaan dari Ren.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

“Tempat ini seharusnya jadi tempat yang membuatku tenang, tapi melihat pengunjung lain tersenyum rasanya tak nyaman.”

Ren hanya bisa mendengkus singkat sebagai respons pernyataan tersebut. Secara tersirat pula merasa geli Akechi masih bisa bercakap panjang lebar seperti biasa. Padahal beberapa kali dihampiri–di spot biasa ia diam berdiri entah untuk apa–selalu berkata hanya membuang-buang waktu saja. Itu ketika si kacamata sekadar ingin berbincang ringan atau bermain dart bersama.

Tingkah polah seorang tsundere? Mungkin bisa dibilang begitu.

Dunia boleh tidak berjalan semestinya, tetapi lantunan musik jazz di tempat nyaman bagi Akechi masih memanjakan telinga. Mendatangkan ketenangan yang entah kapan terakhir kali dirasakan. Momen ini tergolong sederhana. Namun, bohong jika sama sekali tak menikmatinya. Sekilas Ren ingin begini sedikit lebih lama. Tentu dengan kesadaran penuh bahwa hal lebih penting harus diurus.

Tanpa sengaja meneguk minuman limunnya dalam sekali tenggak, Ren berujung agak sulit bernapas untuk sesaat. Bukan masalah besar. Bahkan Akechi masih larut dalam euforianya sendiri berkat musik yang memenuhi bar. Tidak apa-apa. Langsung saja membuka suara setelah dirasa tenggorokan sudah lega. “Akechi, aku agak penasaran. Tapi, aku yakin kau akan kesal kalau kutanyai soal ini. Boleh kutanya tanpa dijawab dengan kata-kata pedasmu?”

Bukan hal sangat serius yang ingin ditanyakan. Benar-benar penasaran saja. Sedikit basa-basi kurang penting sama sekali tak akan menyakiti siapa-siapa.

“Akan kuusahakan. Jadi apa?”

“Semisal besok kau mati, hari ini mau melakukan apa?”

Ya, yang membuat takut sebenarnya adalah fakta bahwa Akechi pernah mati. Topik sensitif, kalau bisa disebut begitu. Namun melihat dengkusan singkat seperti tengah terhibur itu, seperti membuat ketakutan serta keraguan terangkat begitu saja. Apalagi ditambah senyum miring yang belakangan sering dilihat. Berarti tertarik dengan topik ini, ya?

“Aku mau dengar jawabanmu dulu.”

Tentu saja balasan itu yang akan didapat. Akechi Gorou yang sekarang cukup berbeda dengan dulu. Entah kenapa, seperti terpusat pada si rambut kelam. Hingga selalu lebih banyak menanyakan pendapat Ren daripada beropini sendiri. Hanya perasaan atau memang benar adanya–sekarang tidak terlalu penting.

Sudah bisa tenang melihat respons lawan bicara, langsung dijawab saja, “Aku mau menghabiskan sisa hidupku senang-senang dengan Sojiro, Ryuji dan yang lain. Menyapa semua kenalanku. Aku bakal luangin waktu buat duel untuk yang terakhir kalinya denganmu, Akechi. Atau cuma ngobrol di Jazz Jin begini juga boleh.”

Jawaban klasik. Tipikal jawaban dari seorang protagonis heroik.

Kenyataannya lebih dari itu. Segala penekanan spesifik mengenai si rival menjadi penyebab. Itu tulus dari lubuk hati, bukan karena ada yang bersangkutan di sini. Tatapan penuh keyakinan kini berganti menjadi hangat serta lembut. Terlihat seperti benar-benar tengah berada di kondisi dalam pertanyaan itu.

Membuat lawan bicara sedikit merasakan sakit pada dada.

“Kalau aku,”–tanpa basa-basi, disela saja pikiran Ren sebelum semakin tenggelam atau agar ia tak lebih sakit lagi?–“Kebalikan darimu, aku akan menjauh saja seharian dan mati tanpa sepengetahuan siapa-siapa.”

“Akechi sekali, ya…”

Tawa nan cukup lepas terdengar cukup lama. Tak ingin memikirkan lebih jauh maksud dari itu. Langsung mengerti saja sudah terlalu merepotkan. Dengan begitu, kembali diteguk saja minuman dengan es yang sudah mencair setengah itu. Hambar, tapi lebih baik.

Puas tertawa, senyum kecil ditujukan pada Akechi. “Setidaknya bilang sesuatu ke aku, oke?”

“Ya, pasti.”

Lagipula, kemungkinan besar itu harus dilakukan.

Notes:

Ketik 1 agar Akechi beneran hidup di ending P5R

Series this work belongs to: