Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 7 of September Scribble
Stats:
Published:
2023-09-07
Words:
440
Chapters:
1/1
Kudos:
1
Hits:
26

You're the one habit I just can't kick.

Summary:

BUKU dari ACINTYA akan dibawakan melalui narasi yang ditulis oleh غشم الر سداد — satu per satu, kita akan mengupas, lapisan demi lapisan, menjatuhkan seluruh kebohongan yang dibangun oleh dunia terkait sang ▇▇▇▇▇.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

BUKU dari ACINTYA akan dibawakan melalui narasi yang ditulis oleh غشم الر سداد — satu per satu, kita akan mengupas, lapisan demi lapisan, menjatuhkan seluruh kebohongan yang dibangun oleh dunia terkait sang ▇▇▇▇▇.

PERTAMA, adalah terkait sebuah kesalahpahaman. Terkait sebuah rumor yang kemudian berkembang sehingga dianggap sebagai fakta mutlak. "ACINTYA kita adalah sosok yang baik hati!" SALAH! Karena bagi mereka yang berjalan di sisinya, ACINTYA hanyalah seorang anak impulsif! Dua puluh tahun dan 𝖪𝖮𝖭𝖳𝖮𝖫 adalah sebagaimana sahabat-sahabatnya memanggil dirinya. Adalah DIA yang membara dan meledak-ledak; adalah DIA, ACINTYA kita, yang menendang dan memukul seseorang yang menatapnya dengan cara yang salah. Adalah DIA, ACINTYA, si brengsek itu, yang mengernyitkan wajahnya dan meludahi maaf dengan cara tidak masuk akal.

ㅤㅤsemesta bilang, "kamu BAJINGAN!"

KEDUA, "ACINTYA kita adalah DIA sebagai panduan hidup di dunia yang baru!" TIDAK! Ini tidak benar. Karena jika itu benar, seluruh populasi dunia baru ini akan menderita kanker paru-paru dan gangguan hati. Kamu tidak akan mengikuti seseorang yang dapat dengan mudah ditemukan pada sepertiga malam dengan sejumlah bungkus rokok di sisinya, (𝒊𝒏𝒊 𝒃𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒆 𝒅𝒖𝒂 𝒑𝒖𝒍𝒖𝒉) yang akan merespons pertanyaan tentang pilumu dengan mengangkat bahu dan menggelengkan kepala:

ㅤㅤaku tidak bisa berpikir.
ㅤㅤbiarkan aku sendiri.¹

KETIGA, "ACINTYA kita adalah DIA yang tanpa CACAT!" BUKAN! Astaga, dari mana rumor ini bermulai?

A C I N T Y A, lagi-lagi, DIA datang dengan wajah yang enggan menatap tanah. Congkak adalah bagaimana seseorang dapat menafsirkan pandangannya. Namun bangga, bangga adalah apa yang dinobatkan oleh mereka yang mengikat diri mereka pada rantai yang pula melingkar di lehernya. DARI غشم الر سداد adalah permulaan dari KISAH tentang ▇▇▇▇▇: mata semerah bongkahan rubi, dengan cincin ular melingkar di jemari tengah, dan mahkota terbuat dari kawat berduri menusuk pelipis. Adalah dia (𝙰 𝙲 𝙸 𝙽 𝚃 𝚈 𝙰), yang tidak luput dari nafsu dan indulgensinya.

ㅤㅤlagipula, mengapa harus
ㅤㅤaku berhenti melakukan
ㅤㅤ(seluruh dosa) ini?

Apa benar ini dosa,
atau hanya sesuatu
yang mengikatmu
dengan dunia?

ㅤㅤKATAKAN padaku, apakah
ㅤㅤkamu bagian dari mereka
ㅤㅤyang suci?

ㅤㅤdi tanganmu adalah sebuah
ㅤㅤbelati, dan darahnya? merah
ㅤㅤitu bukan milikmu. bukan.
ㅤㅤtidak akan pernah.
ㅤㅤnyawa itu? bukan milikmu.
ㅤㅤbukan.
ㅤㅤㅤㅤtidak. akan. pernah.

ㅤㅤbadanmu kejur, dan aku tahu,
ㅤㅤaku tahu betapa mudahnya kau
ㅤㅤmenelanjangi dirimu hanya
ㅤㅤuntuk merasa.
ㅤㅤ
ㅤㅤmaka jawab pertanyaanku,
ㅤㅤdan kali ini, jangan coba untuk
ㅤㅤmenghindar — apakah KAMU
ㅤㅤbagian dari mereka
ㅤㅤyang SUCI?

ㅤㅤ"BUKAN," dan itulah jawabanmu.
ㅤㅤ"BUKAN," maka, tetaplah
ㅤㅤberada di jalan ini.
ㅤㅤkamu, aku—

ㅤㅤPENDOSA adalah apa yang
ㅤㅤdinobatkan pada nama kita.
ㅤㅤdalam karsamu, karsaku,
ㅤㅤbenci tumbuh bagai benalu.

ㅤㅤtangismu adalah kebohongan,
ㅤㅤbegitupula bagaimana
ㅤㅤKAU menafsirkan tulusku.

ㅤㅤmaka, tetaplah berada
ㅤㅤdi jalan ini.
ㅤㅤkarena kamu, aku—

ㅤㅤkita berdua,
ㅤㅤtidak (akan pernah) lebih
ㅤㅤdari BAJINGAN
ㅤㅤyang menunggu
ㅤㅤpenghakiman.

Notes:

¹ Kalimat ini merupakan adaptasi dari pernyataan yang disampaikan oleh ACINTYA. Narasumber (identitasnya disamarkan dalam teks ini) menyatakan bahwa ungkapan yang paling sesuai adalah "Bentar, sebatang dulu."

Series this work belongs to: