Actions

Work Header

genshin co-op is good, but how about we co-op in bed instead?

Summary:

[IDR 10,000 dari Demon King of Salvation : kamu review akun terus, kapan review tempat date sama aku? <3]
“Never.” ujar Yoo Joonghyuk singkat.
[IDR 10,000 dari Demon King of Salvation : aku menolak penolakanmu :3]

or

Kim Dokja dan Yoo Joonghyuk bermain kucing dan tikus tanpa mereka sadari.

Tentu saja, Kim Dokja jadi tikusnya

Chapter Text

 

Hari ini Yoo Joonghyuk melakukan streaming genshin untuk menyeleselaikan Imaginarium Theater. 

Imaginarium Theater merupakan salah satu konten end game content Genshin Impact dimana pemain harus melawan musuh menggunakan karakter dari elemen tertentu. Pemain juga bisa menggunakan karakter trial yang disediakan. Konten ini memberikan hadiah primogem, item yang digunakan untuk gacha karakter atau weapon . Namun banyak pemain yang kesulitan karena banyak karakter yang harus di- level up . Mode paling sulit memerlukan setidaknya 20 karakter dengan 3 elemen. 

Banyak pemain yang mengeluhkan tentang konten end game tersebut, sehingga Joonghyuk memutuskan untuk memberikan pengalamannya memainkan Imaginarium Theater dengan jumlah karakter yang terbatas.

Setiap kali Joonghyuk live baik di youtube atau twitch , dirinya akan banyak menerima komentar dan donasi dari penontonnya. Ada komentar yang lucu, nyeleneh, menghina, bahkan flirting.

[IDR 10,000 dari Demon King of Salvation : aku tidak buta dan bukan b2 tapi cintaku padamu memb2 buta xixixi]

Yoo Joonghyuk mengerutkan kening. Terbiasa dengan komentar Demon King of Salvation. Dia tidak menjawab namun tangannya masih fokus memastikan setiap karakter memiliki artifak benar dan senjata yang sesuai.

[IDR 10,000 dari Demon Judge like Fire : UwU asupan hari ini terpenuhi]

Demon Judge Like Fire merupakan Uriel, manajer sekaligus moderator Yoo Joonghyuk. Namun alih alih membuat suasana kondusif, Uriel kerap kali mengubah suasana lebih kacau dengan fantasinya yang tidak jelas.

Yoo Joonghyuk tidak mengerti mengapa Uriel sering menjodohkan dirinya dengan Demon King of Salvation. Sosok misterius yang sering memberikan donasi dan mengirimkan pesan tidak jelas.

“Fokus dengan tugasmu Uriel,” ujar Yoo Joonghyuk dengan nada yang menurut penontonnya ‘dingin tapi tidak kejam’.

[IDR 10,000 dari Maritime War God: Master review build Raiden-ku 82717***]

Meskipun, tidak seperti Demon king of Salvation, terkadang ada juga donasi seperti meminta review build karakter. Ada yang memang benar-benar butuh review untuk berkembang, meski ada juga yang hanya ingin flexing

Joonghyuk tidak benar-benar peduli. Kalau saja bukan tuntutan dari manajernya dan pekerjaaan sebagai streamer , Yoo Joonghyuk lebih memilih untuk tidak menerima donasi berkedok review

raiden build

“Oke. Naikan saja level burst Raiden.”

Singkat, padat dan jelas. Yoo Joonghyuk tidak pernah melakukan review bertele-tele. Para penonton pun sudah paham dengan betapa luasnya padanan kosakatanya. Meski begitu Yoo Joonghyuk tetaplah seorang profesional yang mampu memberikan saran konstruktif kepada penontonnya. 

[IDR 10,000 dari Demon King of Salvation : kamu review akun terus, kapan review tempat date sama aku? <3]

Never .” ujar Yoo Joonghyuk singkat.

[IDR 10,000 dari Demon King of Salvation : aku menolak penolakanmu :3]

Tangan Yoo Joonghyuk sudah gatal ingin melakukan banned kepada Demon King of Salvation. Namun Uriel terlalu menyukai Demon King of Salvation. Dia tidak ingin menerima omelan Uriel. 

[IDR 10,000 dari Prisoner of Golden Headband  : give them a chance bro. btw review mualani-ku kurang apa kh 800041***]

mualani build

Kolom komentar memberikan persetujuan. Terutama uriel–seseorang yang seharusnya melakukan hal sebaliknya.

Yoo Joonghyuk mengabaikan pesan itu, “Oke. Level skill dinaikkan.”

[IDR 10,000 dari Demon King of Salvation: pasti kamu pake hp xiaomi dan kartu tri, soalnya kita kaya xiaomi istri.]

Kolom chat secara kompak mengeluarkan emoji tertawa. 

[Queen of Darkest Spring: hari ini Demon King of Salvation agresif sekali]

[richboy24: Joonghyuk dalam hati pasti berbunga-bunga]

[Secretive Plotter : cih, mengapa bukan aku]

[Mass Production Maker: aku punya referensi ballroom kalau mau nikahan]

[someone69: wkwkwkwkwk]


 

Kim Dokja di sudut lain di kamarnya tidak bisa menahan tawa melihat wajah konstipasi Yoo Joonghyuk. Salah satu hobi Kim Dokja memang menggoda streamer dengan wajah es itu.

Sebagai seorang pria 28 tahun, Kim Dokja harus mengakui menggombali seorang pria yang jauh lebih besar darinya bukanlah pilihan hidup yang baik. Apalagi dirinya bukan gay.

Namun melihat ekspresi Yoo Joonghyuk yang berubah-ubah dari abu-abu menjadi kemerahan karena marah merupakan hal yang menyenangkan. Kim Dokja tidak bisa tidak menggodanya.

Awalnya interaksi mereka normal. Senormal yang bisa diharapkan dari pria 28 tahun yang tidak  pernah memiliki hubungan asmara dan memiliki adiksi terhadap webnovel.

Mereka bertemu tidak sengaja lewat co-op genshin. Yoo Joonghyuk masuk ke dunianya  meminta ikan. 

Supreme_King: can i go fishing?

Tanpa hai, tanpa salam, dengan nama yang kedengaran edgy. Supreme King, huh.

Pasti dia ingin membeli senjata polearm The Catch . The Catch merupakan polearm yang sangat bagus untuk banyak karakter. Apalagi memasuki banner , Raiden Shogun, Kim Dokja sering menemukan banyak pemain meminta masuk ke dunianya untuk memancing.

Kim Dokja mengijinkan, karena dia orang dermawan yang baik hati. 

Namun karena dia juga sedang butuh bantuan, tidak ada salahnya meminta bantuan kan? Kim Dokja ingin level up karakternya. Terutama Xiangling dan Bennett. 

Squid4951: sure. but can you help me later? 

Squid4951: i wanna level up Xiangling and Bennett

Squid4951: i need their book talent

Tidak ada balasan untuk waktu yang lama. Kim Dokja pun memutuskan untuk melakukan eksplorasi. Namun karena sekali lagi, level karakernya masih rendah dia mati terkena sabetan Ruin Hunter.

Kim Dokja, “...”

Skill Kim Dokja dalam bermain game bisa dibilang, rata-rata. Oleh karena itu dia butuh bantuan. Biasanya Han Sooyoung akan membantunya, terutama karena dia sudah memiliki level lebih tinggi daripada Kim Dokja. Sooyoung juga-lah alasan dirinya bermain Genshin.

Alasan lain karena dia harus melakukan riset terhadap game yang populer di kalangan masyarakat. Sehingga dia membuat akun untuk bermain.

Namun setelah bermain dia merasa Genshin game yang lumayan untuk dimainkan. Grafis cantik dengan musik yang indah. Belum lagi lore yang cukup menarik membuat Kim Dokja betah bermain game ini. Namun dikarenakan skill nya yang dibilang rata-rata dan level karakternya yang masih rendah, Kim Dokja pun kesulitan melawan boss dan farming .

Maka, kehadiran seorang pemain dengan level lebih tinggi darinya merupakan bantuan besar. 

Namun pemain ini cukup menyebalkan. Jangankan membalas, mengucapkan hai saja tidak. Tapi Kim Dokja bukan tipe pemain yang akan mengeluarkan pemain begitu saja. Ada strategi lain yang bisa digunakan. Membuat mereka kesal.

Maka dimulailah spam stiker Qiqi.

Squid4951: qiqi fallen

Squid4951: can you help me?

Squid4951: i died lol. ruin hunter killed me

Squid4951:qiqi fallen

Squid4951: hey, are your keyboard broken? 

Squid4951: can you help me?

Squid4951: qiqi fallen

Squid4951:qiqi fallen

Squid4951:qiqi fallen

Squid4951:qiqi fallen

Squid4951: qiqi fallen

Squid4951:qiqi fallen

Kim Dokja berniat mengirim spam stiker Qiqi sampai akhirnya pemain itu teleportasi di dekat dirinya.

Supreme_King: where

Kim Dokja di kamarnya, “...”

Tidak. Kim Dokja tidak akan membanting laptop-nya yang dibeli dengan keringat, darah, dan air matanya. 

Squid4951: i need to farm xiangling and bennett talent books

Supreme_King tidak membalas, dia langsung teleportasi ke domain talent book untuk Bennett. 

Kim Dokja, “...”

Akhirnya mereka pun farming talent book. Supreme_King menggunakan karakter Hu Tao dan Xingqiu. Dia bermain dengan efisien dan lihai. Supreme_King mampu menghindar musuh dengan baik. Damage yang dihasilkan pun cukup besar meskipun senjatanya bukan signature weapon atau senjata bintang lima lainnya. 

Setidaknya Supreme_King membantunya. Kim Dokja kala itu berpikir bahwa mungkin pemain ini bukan tipe  orang yang suka chat . Namun langsung orang yang lebih ke act of service.

Squid4951: im out of resin

Tidak ada balasan.

Namun Kim Dokja harus menahan dirinya ketika melihat tulisan [Supreme_King left your world]

Kim Dokja, “...”

Namun ternyata Supreme_King mengirimkan undangan pertemanan. 

Sungguh diluar dugaan. Kim Dokja menerima tanpa berpikir panjang. Tidak menyadari petualangan mereka tidak akan berakhir sampai disitu saja.

Supreme_King sering datang ke dunia Kim Dokja. Meminta material kemudian membantunya dalam diam. Kim Dokja yang merasa cukup dekat dengannya pun bertanya nama pemain itu.

Squid4951: who is your name? like i mean, your nickname

Squid4951: its impossible right your name is supreme king?

Tidak ada balasan untuk waktu sampai waktu yang lama. Sampai akhirnya Sumpreme_King membalas.

Sumpreme_King: Yoo Joonghyuk

Giliran Kim Dokja yang terdiam. Bohong kalau Kim Dokja tidak mengenal Yoo Joonghyuk. Yoo Joonghyuk itu selevel selebriti. Dia mantan atlet e–sport dengan sederet prestasi. Sekarang, meskipun sudah pensiun dia masih aktif melakukan streaming dan sesekali endorse produk produk terkenal. Merch dengan tanda tangannya laku mahal.

Apalagi sebagai orang yang bekerja di ranah gaming , Kim Dokja pasti familier dengan namanya. 

Namun bisa saja orang itu melakukan prank kan?

Tidak mungkin dia bertemu dengan Yoo Joonghyuk? 

Yoo Joonghyuk yang itu? Yoo Joonghyuk, streamer tampan itu?

Sumpreme_King: you?

Kim Dokja memutar otaknya keras, tidak mungkin dia memberikan nama aslinya. Memang dia mendaftarkan nama aslinya sebagai username di platform webnovel, namun orang-orang tidak akan sadar.

Akhirnya setelah beberapa saat, dia memberikan nama palsu. 

Kim Guwon.

Lebih baik berhati-hati di internet daripada menyesal di kemudian hari!

Namun takdir berkata lain.

Karena dilanda rasa penasaran hebat, Kim Dokja pun menonton live streaming genshin Yoo Joonghyuk. Yoo Joonghyuk punya kebiasaan untuk menutup uid atau informasi tentang akunnya. Namun Yoo Joonghyuk tidak menutup informasi di bagian profilnya. Kim Dokja mengecek sekali lagi dengan teman yang mengaku sebagai Yoo Joonghyuk.

Oke. Mungkin karakter yang dimiliki bisa sama dengan pemain lain, namun stat karakter tidak mungkin sama. 

Apalagi ada salah satu penonton yang meminta Yoo Joonghyuk untuk melihat stat karakter tertentu yang mana stat itu persis dengan stat yang dimiliki teman yang mengaku sebagai Yoo Joonghyuk. 

Tiba-tiba Kim Dokja bersyukur dia tidak menyebutkan nama aslinya!


 

Pertemuan co-op mereka terus berlanjut. Kim Dokja berusaha cuek  dengan status Yoo Joonghyuk sebagai streamer terkenal. Toh itu tidak  ada hubungannya dengan Kim Dokja. Mereka sebatas teman bermain game. Sampai Kim Dokja tidak tahan untuk tidak menonton Yoo Joonghyuk.

Namun dia tidak bisa menggunakan nama kim guwon apalagi Kim Dokja. Akhirnya dia menggunakan nama Demon King of Salvation. Sebuah nama yang didapatnya dari webnovel yang baru-baru ini dibacanya. 

Awalnya Kim Dokja hanya menonton.

Lama-lama mulai berkomentar.

Harmless awalnya. Biasanya seputar game.

Sampai akhirnya dia tidak tahan untuk tidak berdonasi untuk memberikan komentar dan iseng meminta review .

Akhirnya, karena tidak tahan. Dia iseng mengirim jokes bapak-bapak yang dibalas kerutan di dahi sang streamer .

Kim Dokja hari itu merasakan perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Jantungnya berdegup cepat saat pesannya dibaca. Perubahan mikro ekspresi yang ditunjukkan Yoo Joonghyuk juga membuatnya tanpa sadar ingin tersenyum. 

Ah, pantas banyak sekali orang yang mengirim pesan flirty ke Yoo Joonghyuk. Karena meski terkesan acuh, Yoo Joonghyuk akan mengerutkan kening atau menyipitkan matanya. Perubahan ekspresi yang tak signifikan, namun menarik untuk diamati. Perasaan ketika di- notice itulah yang menyenangkan.

Kim Dokja mulai memberikan donasi kepada Yoo Joonghyuk. Memang hanya beberapa puluh ribu, maklum, Dokja hanyalah pegawai kantoran yang miskin meski orang tua angkatnya kaya raya. Namun Kim Dokja masih ingin menafkahi diri sendiri. Gajinya sudah terbagi untuk kebutuhan hidup dan webnovel, jadi dia tidak bisa memberikan donasi yang besar untuk Yoo Joonghyuk.

[10,000 dari Demon King of Salvation: knp film frozen latarnya di norwegia? krn kalau di arab jadi anna dan ente]

[10,000 dari Demon King of Salvation: ikan apa yang suka ketawa? ikan piranhahaha]

[10,000 dari Demon King of Salvation: kenapa ular gak ngelamar kerja aja, kan dia banyak bisanya]

Jokes -nya kerap kali hanya dibalas gerutuan samar oleh Yoo Joonghyuk. Namun dirinya sudah puas. Terkadang Kim Dokja juga melihat bibir sang streamer  berkedut yang sudah termasuk kemenangan bagi Kim Dokja. 

Hingga akhirnya, Kim Dokja mulai berani mengirimkan pesan sedikit menggoda ke Yoo Joonghyuk hanya untuk melihat reaksinya. 

[10,000 dari Demon King of Salvation: kamu hari ini makan apa? kalau menuku hari ini me n u]

Kim Dokja tertawa dengan jokes-nya sendiri. Kolom komentar juga ramai dikarenakan Demon King of Salvation yang dikenal sebagai donatur yang suka memberikan jokes bapak-bapak kini sudah bertingkah seperti remaja kasmaran. Haus untuk di- notice crush.

“Demon King of Salvation,” ujar Yoo Joonghyuk dengan wajah konstipasi yang membuat Kim Dokja tertawa.

[demon judge like fire: dkos???😳]

[prisoner of golden headband: akunmu di hack bro?]

Kim Dokja tak bisa menahan seringai melihat komentar.

Ah, Sepertinya Kim Dokja menemukan hobi baru.