Actions

Work Header

Kala Keberadaanya

Summary:

Kaveh menghilang dari kehidupannya.

Insan-insan lugu yang lupa akan waktu yang terus berjalan. Ketika waktu itu tiba, semuanya selesai.

Notes:

Jujur gw gak tau nulis apa but jope u guys enjoy.. muah :3

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

.... 'grand sage, Alhaitham.'
Kata-kata yg menjadi judul dari sketsa yang sedikit berdebu itu. Beserta secarik kertas yang Alhaitham yakin itu adalah pesan untuk dirinya.

Sungguh, Alhaitham bukan tipe seseorang yang penuh penasaran dan implusif mencari tahu bahkan sampai menggeledah barang seseorang tanpa izin. Tapi, sedari kemarin Kaveh selalu saja meminta Al-Haitham untuk meminjamkan ruangan kerjanya, memohon untuk meminjamkannya selama 24 jam penuh. Awalnya Al-haitham tidak mau dan terus-terusan menolak permintaan Kaveh tetapi malam ketiga ketika haitham menolak permintaan kaveh, ia melihat sang surai blonde menangis, mata sembab dengan mata panda yang tebal.

Bohong kalau Alhaitham bilang ia tidak peduli, buktinya pagi di hari keempat, alhaitham akhirnya meminjamkan meja kerjanya dengan syarat tidak boleh lebih dari waktu yang ditentukan.

Saat itu kaveh sangat senang, Kaveh bahkan memeluknya dan mengusap dada Al-haitham sambil berkata 'hehehehe makin ganteng deh grand sage kami, makasih ya' 'OH IYAA JANGAN GANGGU BAHKAN BUKA PINTU' lalu lari meninggalkan Al-haitham yang tersulut emosi, 'benar benar tak tahu diuntung' ujarnya dalam hati.

Selama 24 jam penuh, kaveh hanya keluar ruangan disaat ia dapat 'panggilan alam' atau sekedar mengambil buah dan minum. Selain itu, kaveh tidak pernah keluar lagi. Hanya melakukan hal yg tidak bisa diketahui siapa siapa bahkan Al-haitham sendiri.

Di pagi harinya, Al-haitham terbangun dari tidurnya. Berjalan keluar kamarnya, melihat sekelilingnya dan menelaah sesuatu yang beda dari rumah ini.
Satu hal yang dapat dilihat adalah sangat bersih, dan rapih. Semuanya sudah tersusun sesuai dengan tempatnya. Oh. Dan satu hal.

Sunyi.

Al-haitham menelusuri seluruh penjuru rumah untuk mencari keberadaan sang surai blonde, tapi nihil. Ia malah menemukan secarik kertas di atas mejanya.

Dari : Teman serumahmu
untuk : Pemilik rumah

Alhaitham, sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk ruanganmu. Maaf aku sedikit mamaksa beberapa hari kemarin. Ada beberapa hal yang aku ingin sampaikan padamu tetapi nyaliku tidak seberani itu untuk berbicara langsung padamu, makanya aku hanya menulis pesan ini.
Pertama, aku menyukaimu. Suka dalam konotasi romantis. Kedua, kau sangat menyebalkan. Aku benci dirimu, Alhaitham.
Ketiga, terimakasih telah menerimaku di rumahmu. Terakhir, aku suka kopi buatanmu.
Aku akan pergi sebentar. Jaga kesehatanmu, kutu buku. Oh aku punya satu permintaan.
Bisakah kau tetap membuka pintu rumahmu untukku ?? Aku akan kembali, suatu saat nanti.

kaveh.

 

Alhaitham terdiam sejenak. Kekanak-kanakan. itulah yang pertama kali ia pikirkan setelah membaca surat pendek itu. Namun, alhaitham tiba tiba merasakan dadanya sedikit sesak. Fakta bahwa ternyata mereka menyukai satu sama lain membuatnya merasakan emosi yang meluap di dalam hatinya. Rasanya semuanya akan tumpah tanpa ada wadahnya.
Alhaitham menutup lembaran itu, lalu duduk di kursi kerjanya itu. Lalu mengeluarkan telfon genggamnya dan menelpon sang penulis kertas.

2 kali.. 3 kali.. namun hasilnya kosong. Hanya terdengar suara statis disana. Ia mencari nomer tighnari menekannya dan berharap panggilannya diangkat.

...........

Halo tighnari ?
ya tham, ada perlu ?
Kamu.. tau kaveh berpergian..?
Kaveh ?? Enggak tham. Memangnya kaveh gak sama kamu sekarang ?
kaveh pergi dini hari ini, tapi dia gak bilang apa apa sama aku. Makanya aku nanya kamu ri
Astaga.. apa itu bisa diartikan kalau kaveh kabur ??
Aku kurang faham, dia nulis surat dan ninggalin pesan bahwa ia akan kembali.
Seperti itu... SEBENTAR. Apakah kondisinya sudah membaik ??
Belum ri, makanya aku agak khawatir sama dia.
Aku akan minta bantuan cyno dan collei untuk mencari keberadaanya, kau jangan khawatirr
Iya ri, makasih. Kalau ada info, jangan lupa hubungin aku ya
Pasti tham, kamu jangan panik. Aku yakin kaveh gapapa
Iya ri, makasih ya.
..........

 

Setelah panggilan itu, alhaitham memutuskan untuk menanyakan warga sekitar akan kehadiran sang arsitek tersebut. Beberapa jam berlalu, alhaitham tidak kunjung mendapatkan info tentang keberadaan kaveh. Alhaitham akhirnya duduk sebentar dan memutuskan untuk menanyakan langsung kepada sang archon, Nahida.

Tanpa berdiam lama, alhaitham bangkit dari duduknya lalu segera mengunjungi kantor surasthana dimana nahida bekerja.

Sesampainya alhaitham di sana, ia langsung menuju ruangan nahida dan mengetuk pintu ruangan itu. Setelah diperbolehkan masuk, pintu itu terbuka dengan sendirinya dan menunjukan nahida yang sedang menulis sesuatu.

"Nahida, apakah kamu tau keberadaan kaveh ?" Tanya alhaitham sambil duduk di samping nahida "kaveh..? Uhm aku sudah duga kau akan menanyaiku itu" alhaitham membenarkan kursinya sedikit, lalu bertanya "jadi.. kau tau kaveh memberitahumu sebelum dia pergi?" Alhaitham menyerngit "bagaimana aku bilangnya.. kaveh memberiku pesan bahwa jangan beri tahu hal ini kepada siapapun.. namun.." nahida memperhatikan mimik wajah alhaitham yang kosong di sana "kau tau.. kaveh, dia sedang mencari ibunya sekarang. Kaveh sudah memberi tahuku dari lama tentang rencana perjalanannya ini, aku harap kau mengerti perasaannya" jelas nahida sambil menutup buku catatannya.

Alhaitham menggusak rambutnya secara perlahan, merasakan darahnya naik ke otaknya secara signifikan.

Alhaitham sudah tau tentang bagaimana kaveh selalu ingin menemui ibunya, namun perasaannya selalu mengatakan bahwa seberani apapun kaveh, ia tidak akan seberani itu untuk menemui langsung keberadaan ibunya yang entah dimana. Rasa sesal menembus kulit alhaitham saat itu. "Kau tidak perlu khawatir, aku yakin dia baik baik saja" alhaitham mendengus lalu memijit pelipisnya debgan pelan. "Baiklah.. terimakasih untuk informasinya. Aku permisi dulu kalau begitu" nahida mengangguk lalu menepuk pundak alhaitham untuk menyemangatinya.

Sebenarnya alhaitham tidak akan sekhawatir ini kalau.. kaveh dalam kondisi sehat.

Akhir-akhir ini, alhaitham memperhatikan kaveh dengan kondisi yang aneh. Ia batuk-batuk, demam, sesak nafas. Alhaitham sampe kerepotan mengurus pasiennya. Kaveh kalau sakit sangat manja, pria itu lupa kalo ia sudah hampir berkepala tiga.

Tapi, momen seperti itulah kesempatan seorang alhaitham untuk bermanja ria dengan kaveh. Terkadang mereka tidur di ranjang yang sama, tidak sengaja berpelukan saat bangun, merapihkan rambut satu sama lain.

Mengingat hal hal itu, alhaitham merindukan kaveh. Ia tidak pernah bermaksud untuk menyakitinya, hanya sedikit jahil saja.

Bagi alhaitham, menjahili kaveh adalah bentuk perhatiannya untuk sang surai blonde. Melihat reaksi marahnya adalah suatu kepuasan sendiri untuk alhaitham.

Alhaitham mendengus. Menyandarkan badannya ke bangku yang berada di depan tavern, melihat ke arah bawah kota sumeru yang ramai sambil bergumam

"Aku mencintaimu kaveh"

Notes:

Jangan lupa komen untuk krisar !! Thankyouu :)