Work Text:
Kita saling mengutuk
Dengan deretan gigi yang menahan untuk bergemeletuk
Kita menggerutu
Mengepalkan tangan menahan kalimat saru, hingga kuku separuh meredup
Kala itu langit bergemuruh
Sebab awan yang memeluk ibu pertiwi gelap menyendu
Rintik demi rintik hujan turun membasahi kotornya tubuh setengah telanjang aku dan kamu
Kita tertawa menggebu-gebu
Hingga telinga berdengung keras menusuk gendang telinga hingga ke ujung
Menikmati karma sebab mencampakkan ibu bulan di malam rabu
Petang itu aku mati untuk kali kesatu
Ditutup dengan tawa jemawa juga sebait kalimat tanpa risau
Sebagai tandaku mendeklarasikan bahwa aku mati di dalam jasad yang hidup
