Actions

Work Header

Busy Day

Summary:

Hanya secuil kisah satu hari Mydeimos menjadi koki di Aurum Chrysos.

[Short Fic - Chef AU]

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

“Deyi maniis, kau bisa ngurusin bagian sini nggak?”

“Boleh, sebentar.”

Mydeimos mencuci tangannya dengan cepat dan segera melangkah menuju Cipher di area penggorengan.

“Hm? Lho, ini kok banyak banget belum dibumbuin?”

“Kau bumbuin sekalian di goreng ya, aku akan segera kembali~”

Cipher melambaikan tangan dan pergi keluar dapur dengan langkah cepat.

“Lha? Kak Cipher! Jangan kabur dulu!”

Terlambat, orang yang ia panggil sudah menghilang entah kemana. Menghela napas, Mydeimos melanjutkan pekerjaan Cipher yang ditinggalkan. Tidak ada waktu untuk mencarinya karena hari ini Aurum Chrysos sedang kebanjiran pelanggan.

Di seberang sana, Castorice dengan penuh semangat memotong sayuran bagaikan ninja. Entah sejak kapan bakatnya seahli itu.

Di ujung ruangan, Hyacine sibuk mengatur pesanan yang sudah jadi dan menaruhnya di nampan.

“Penyelamat, kau bisa ambilkan sendok?”

“....”

“Penyelamat? Phainon?”

Mydeimos menoleh dan mendapati sang Penyelamat dapur tidak berada disana.

“Dei lupa Phai lagi cuti ya?”

Tribbie muncul di balik meja. Wajahnya tersenyum geli.

“Ah iya juga…” Tribbie menyerahkan sendok pada Mydeimos.

“Terimakasih.” Mydeimos mengambilnya dan melanjutkan pekerjaannya.

“Hehe, Dei lucu banget padahal Phai kan istrinya Dei.”

“Rasanya aneh dia nggak ada di dapur hari ini.”

Istrinya, Phainon, baru saja mengambil cuti melahirkan kemarin. Biasanya dia akan berada disamping Mydeimos sambil melakukan pekerjaannya sendiri. Dia akan selalu mengoceh tentang apapun pada Mydeimos walaupun sang lawan bicara tidak membalas banyak. Bagi Mydeimos, suara Phainon sudah seperti musik. Setelah menyadari sang Penyelamat tidak di dapur, entah mengapa rasanya lebih hening dari biasanya padahal kondisi sekarang cukup berisik.

Mydeimos kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Ia berusaha fokus tanpa Phainon disampingnya.

Jam berlalu, dan pukul 10 malam waktunya Aurum Chrysos tutup. Mydeimos mengganti pakaiannya dan bersiap untuk pulang.

Ketika ia keluar dari ruang staff, ia terkejut melihat seseorang berambut putih melambaikan tangan padanya di salah satu meja didekat pintu masuk. Phainon tersenyum jahil padanya.

“Gimana, sayangku? Kangen nggak sama aku?”

“HKS.” Mydeimos tanpa babibu langsung menyentil dahi Phainon yang dibalas dengan teriakan kecil empunya.

“Deyii! Jahat ah!”

“Siapa suruh ke resto malam-malam gini. Udah nungguin lama?”

“Cuma sejam kok! Hehe.”

“HKS, orang hamil gak boleh keluar malam. Kalau ada apa-apa di jalan gimana?”

“Eeeh, cuma bentar doang kok. Ini si dedek katanya kangen masakan ayahnya.” Phainon mengelus perutnya yang sudah menginjak 8 bulan.

“Oh jadi itu kamu yang mesen dihias pake kata ‘Kangen aku nggak, sayang?’ tadi.”

“Hehe.” Phainon nyengir lebar. Mydei melepas mantelnya dan memakaikannya pada Phainon.

“Udah malam. Dingin. Kasian si dedek masuk angin.”

“Emang dalam perut gini udah bisa masuk angin?”

“Bawel, nurut aja coba.”

“Iya deh, iyaaaa, tuanku Mydeimos.”

Mydei membantu Phainon berdiri. Ketika akan keluar, Hyacine muncul bersama Castorice.

“Ah, Phainon sama Mydei sudah mau pulang? Hati-hati di jalan ya!” Hyacine melambaikan tangan.

“Hati-hati ya, Phainon, Mydei.” Castorice melambai dengan sopan.

“Kalian berdua juga hati-hati ya!” Phainon membalas dan menggandeng tangan Mydei pulang ke rumah mereka yang hangat.

Notes:

Pengen bikin short AU fluff gara-gara liat klip ItaKiss. Dipikir-pikir Irie ama Kotoko kok agak-agak mirip Myphai ya apa perasaanku aja? Perlukah bikin Myphai ItaKiss AU??