Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 1 of vignette never en
Stats:
Published:
2025-09-28
Words:
219
Chapters:
1/1
Kudos:
3
Bookmarks:
1
Hits:
92

hujan tanpa jas hujan

Summary:

Jongseong, aset motornya, dan hujan.

ENHYPEN © Belift Lab

Notes:

ini platonic tapi di kepalaku, dinamikanya lebih ke hunje.

Work Text:

Jongseong memang lebih gemar mengendarai motor ke kampus. Lebih gesit, lebih lincah, lebih hemat tempat, lebih cepat, dan bisa menyalip. Tapi ayahnya langsung membelikannya motor gede. Sebenarnya jenis ini sangat macho, cocok sekali untuk menggaet hati para gadis.

Tapi sayangnya sangat tidak efisien. Tidak ada jok untuk menyimpan barang. Jongseong juga enggan membeli kotak bagasi tambahan karena itu akan merusak kelebihan sebuah sepeda motor. Hemat tempat. Jadilah ia sering lupa membawa barang paling penting di musim hujan ini. Jas hujan.

Sepeda motornya masih terparkir basah kuyup di depan fakultas, sementara ia duduk melamun di emperan. Mulut sedikit terbuka menggumamkan mantra penangkal hujan yang iseng-iseng ia temukan di internet.

Tidak manjur juga. Langit kurang ajar.

"Oi, nebeng, nggak?" interupsi sebuah suara yang baru saja lewat. Itu Park Sunghoon dengan senyum penuh kemenangan memamerkan payung di tangan. Ia selalu begitu kalau Jongseong sedang ditimpa kemalangan. Kosnya persis di sebelah fakultas. Jadi tidak perlu naik kendaraan.

"Nggak," sahut Jongseong sambil membuang muka. Ia sangat malas meladeni manusia menyebalkan itu.

Tapi sayangnya kemalangan malah datang lagi. Sunghoon dengan sangat sengaja duduk di sebelah sambil menunjuk motor dengan dagunya.

"Jual aja motornya buat beli payung," celetuk lelaki itu sambil tertawa lepas.

Wajah Jongseong yang sudah muram jadi semakin menekuk. Sudah jelas rumahnya terlalu jauh untuk pulang pergi kuliah, manusia itu malah menyuruhnya beli payung.

Series this work belongs to: